Dengan Lailatulqadar Menggapai Surga 3 Dimensi dan Manusia Bukan Makhluk
Sirkus

(Subtitel: Iktiqaf dan Tiada Hari Tanpa Sedeqah)

Iktiqaf adalah berdiam diri di Mesjid. Hanya dengan berdiam diri maka akan
merupakan makanan JIWA atau ROHANI alias BATHINIYAH, jika seorang manusia
itu haus maka diperlukan air sebagai pelepas dahaga dan jika seorang itu
lapar, maka makanlah makanan yang sehat agar rasa lapar tadi tuntas.
Demikian pula jika seseorang itu ingin jiwanya menjadi tenang dan tentram
jauh dari rasa GELISAH maka obatnya adalah IKTIQAF. Jadi Iktiqaf itu adalah
berdiam diri di mesjid tidak lebih dan tidak kurang. Karena sewaktu
ber-Iktiqaf di mesjid adalah pada bulan ramadhan, dimana pada bulan ramadhan
diperbanyak atau ditingkatkan shalat malam, maka pada mesjid-mesjid tertentu
dilakukanlah Shalatul Qiyamul Lail sehingga Iktiqaf jadi bersamaan dengan
shalat malam.

Shalat berjama'ah 27x pahalanya dimana pada saat shalat terdapat seorang
IMAM, tapi sayangnya fungsi IMAM didalam islam hanya terbatas di mesjid
saja, padahal dalam islam bahwa seorang imam itu sangat DOMINAN fungsinya
dalam hidup bermasyarakat. Sehingga untuk penganut Syiah fungsi seorang Imam
masih terus berlanjut demikian pula yang diamalkan oleh jama'ah tabligh
mereka fungsi shalat berjama'ah terus diamalkan dalam kehidupan keseharian.
Tapi sayangnya nada-nada sumbang terus dihembuskan oleh musuh islam untuk
jama'ah tabligh dan ironisnya orang islam juga percaya pula dengan hal-hal
demikian.

Selama ramadhan semua amal ibadah dilipat-gandakan oleh tuhan pahalanya,
sehingga pada bulan yang lebih baik dari 1000 bulan tersebut, banyak
muslimin yang bersedeqah, membayar fitrah dan juga melunaskan zakat mal,
sehingga pada bulan mulia tersebut diharapkan tidak ada fakir-miskin yang
kelaparan. Mereka-mereka yang berhasil menggapai kemenangan selama ramadhan
yaitu yang berhasil menikmati 3 periode ke-10-an ramadhan yaitu: Rahmah,
Maghfirah & Ithqun Minan Naar, maka setelah ramadhan berlalu terus melekat/
embedded sifat ketiga diatas, yaitu penuh kasih sayang, pengampun dan
terhindar dari api neraka, maka keseharian kehidupan hari-hari dilalui
dengan motto: Tanpa Hari Tanpa Sedeqah, setiap hari terus saja menyumbangkan
harta/ uang, jika tidak ada uang akan membantu dengan tenaga, jika tidak ada
uang dan tidak ada tenaga, tapi tetap bersedeqah walau hanya dengan Do'a
yang ikhlas. Lihat posting "Ahmadiyah, Sunni & Syiah" Salam kompak selalu
dari Doha, State of Qatar. Insya Allah bersambung.

Salam,

Alkhori M

Doha, State of Qatar

============================================================================

Dengan Lailatulqadar Menggapai Surga 3 Dimensi dan Manusia Bukan Makhluk
Sirkus

(Subtitel: Ber-Agama Sperti Lumba-Lumba Di Ancol atau Singa Sirkus)

Setelah lumba-lumba di Ancol melakukan sebuah atraksi, maka sang pelatih
selalu melemparkan anak ikan kemulut lumba-lumba tersebut dan itu terus
berlanjut, begitulah terus terjadi pada lumba-lumba tersebut, setiap
melakukan atraksi akan diberikan hadiah. Sama juga dengan singa-singa di
sirkus, setiap melakukan atraksi oleh pelatih selalu diberikan makanan
kesenangan singa-singa tersebut. Dan yang sangat penting singa-singa
tersebut dijaga agar jangan sampai lapar kalau kelaparan akan berubah hyper
behaviour. Begitulah tingkah laku hewan-hewan atau binatang-binatang yang
hanya mengandalkan nafsu-nya. Memang demikianlah hirarki makhluk ciptaan
tuhan. Hewan hanya ada NAFSU, manusia mempunyai AKAL & NAFSU, sementara
malaikat hanya ada AKAL.

Dalam ber-AGAMA manusia itu (karena penulis adalah muslim) maka yang diambil
sebagai contoh adalah agama islam.

Kalau shalat berjama'ah pahalanya 27x maka shalat berjama'ah sangat URGENT,
TAPI WHAT NEXT TER-ABAIKAN, TAPI WHAT NEXT TERLUPAKAN, tapi sayangnya SPIRIT
berjama'ah itu sendiri tidak terdapat dalam kehidupan sehari-hari,
berjama'ah hanya terlihat didalam mesjid, setelah keluar dari mesjid,
lupalah pesan dan tujuan dari berjama'ah. Makanya jama'ah TABLIGH mereka
sangat mengerti arti jama'ah, sehingga mereka mempunyai AMIR yang selalu
mereka taati. Tapi musuh islam sangat tahu kekuatan jama'ah TABLIGH, maka
dihembuskan berita-berita jelek tentang kelompok tersebut. Karena banyak
yang masih ber-AGAMA seperti LUMBA-LUMBA dan SINGA SIRKUS, maka mereka
percaya saja berita bohong yang dicapkan kepada jama'ah TABLIGH tersebut.

Kalau bulan Ramadhan, setiap amalan pada bulan ramadhan pahalanya berlipat
ganda, maka pada bulan ramadhan, banyaklah ummat islam bersedeqah, tapi
lagi-lagi WHAT NEXT setelah ramadhan, mana sedeqah yang selama ramadhan
banyak dikeluarkan, tapi setelah ramadhan berlalu, sedeqah juga berlalu,
lagi-lagi WHAT NEXT TERLUPAKAN. Makanya yang ber-AGAMA SEPERTI LUMBA-LUMBA
atau SINGA SIRKUS, mereka akan melakukan sesuatu/ amalan karena masih
mengharapkan PAMRIH DARI TUHAN. Lihat posting "IKTIQAF dan TIADA HARI TANPA
SEDEQAH" Salam kompak selalu dari Doha, State of Qatar. Insya Allah
bersambung.

Salam,

Alkhori M

Doha, State of Qatar

============================================================================

Dengan Lailatulqadar Menggapai Surga 3 Dimensi dan Manusia Bukan Makhluk
Sirkus

(Subtitel: Film 3 Dimensi dan Surga 3 Dimensi)

Ketika layar film yang 2 dimensi ditayangkan film 3 dimensi pada saat itu
diperlukan alat bantu yaitu kaca mata khusus agar film 3 dimensi bisa
terlihat REAL pada layar yang hanya ada panjang & lebar yaitu 2 dimensi.
Tapi sekarang dengan teknik digital maka video yang 3 dimensi bisa terlihat
dengan sempurna tanpa alat bantu, itulah kemajuan teknologi. Tapi bagaimana
dengan surga 3 dimensi, ternyata dibidang AGAMA hal itu masih sangat
tertinggal jauh. Dalam ber-AGAMA masih terbatas pada 2 dimensi untuk
menggapai surga yang 3 dimensi.

Dimensi Pertama, kelompok ini mempercayai, bahwa surga adalah tergantung
tuhan. Dan sebagai produk derivative-nya, maka kalau SURGA adalah hak
PRIVILEDGE Tuhan, maka seharusnya KERUKUNAN HIDUP ANTAR AGAMA harus langgeng
dan DAMAI, tanpa perlu ada pihak-pihak tertentu meng-claim telah memegang
kunci surga. Maka teruslah dijaga kerukunan damai dan rukun diantara ummat
antar agama. 

Dimensi Kedua, karena tuhan telah menciptakan adanya SURGA & NERAKA, maka
kelompok ini mempercayai bahwa manusia boleh dan punya pilihan kalau
melenceng akan terjerembab ke NERAKA, makanya setiap hari quality ber-AGAMA
terus ditingkatkan, kalau baru lahir, instint dan emosi lebih berperan, maka
setelah beranjak dewasa dan terus meningkat level muttaqiin akan terus
bertambah hingga bisa tercapai dimensi ketiga yaitu level yang tertinggi
yaitu semuanya adalah KE-IKHLASAN dan KECINTAAN kepada tuhan semata.
Sehingga semua makhluk tuhan akan diperlakukan sesuai dengan fitrahnya dan
harus disayangi yaitu sesuai dengan hidayah dan kasih tuhan.

Dimensi Ketiga, Mukhlisin yaitu orang-orang yang beramal hanya semata karena
lillahi ta'ala dan karena cintanya kepada TUHAN tanpa ada embel-embel SURGA
yang ingin digapai. Lihat posting "BERAGAMA SEPERTI LUMBA-LUMBA DI ANCOL
ATAU SINGA SIRKUS. Salam kompak selalu dari Doha, State of Qatar. Insya
Allah bersambung.

Salam,

Alkhori M

Doha, State of Qatar

============================================================================

Dengan Lailatulqadar Menggapai Surga 3 Dimensi dan Manusia Bukan Makhluk
Sirkus

Glosary: Ada 3 konsep yang perlu dihaluskan (Defined) yaitu 

1.      Lailatulqadar (ini sudah hampir jelas) 
2.      Surga 3 Dimensi (umumnya ummat Islam hanya mampu menggapai 2 dimensi
saja) 
3.      Manusia Bukan Makhluk Sirkus (tentu banyak yang tahu bagaimana
binatang sirkus dilatih sehingga menjadi tontonan yang menarik) 

Sewaktu seorang dilahirkan, karena instink-nya sebagai manusia, maka
menangislah bayi calon manusia tersebut. Mengapa sang bayi menangis, kalau
secara medis itu sangat perlu agar saluran pernafasan sang bayi menjadi baik
dan menjadi bersih dan kering sehingga sang bayi akan sehat, mengapa itu
bisa terjadi itulah instint sang bayi karena beliau dilahirkan sebagai
seorang manusia di bumi Allah ini. Dengan bertambah waktu dari hari ke bulan
dan ke tahun, maka berkembanglah kemampuan manusia tadi sehingga penggunaan
AKAL makin bertambah. Kalau sewaktu kecil setiap perbuatan harus dirangsang
dengan REWARD, maka makin bertambah umur, maka AKAL makin berperan.

Binatang sirkus ketika dilatih, setiap berhasil selalu diberikan HADIAH/
REWARD, begitulah binatang sirkus dilatih, walapun sudah bertahun-tahun
binatang sirkus masih tetap mengharapkan HADIAH setiap melakukan sesuatu,
mengapa demikian, karena pada bintang hanya ada NAFSU tapi tidak deberikan
AKAL oleh sang KHALIK. Jadi kalau pertama-tama semasa kecil manusia setiap
melakukan seseuatu selalu dirangsang dengan HADIAH, tapi dengan makin dewasa
maka AKAL akan mengambil alih INSTINT yang penuh NAFSU sehingga manusia
melakukan sesuatu terutama yang menyangkut RITUAL adalah sudah berdasarkan
AKAL bukan lagi NAFSU, maka jika manusia melakukan sesuatu karena PAMRIH
bukan IKHLAS apa bedanya manusia dengan peliharaan di SIRKUS. Maka judul
diatas dituliskan MANUSIA BUKAN MAKHLUK SIRKUS yang berbuat karena imbalan.
Salam kompak selalu dari Doha, State of Qatar. Insya Allah bersambung.

Salam,

Alkhori M

Doha, State of Qatar

 

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke