Wa'alaikumsalam,
Maaf Mas, postingan Saudara membuat saya bingung,  mohon kalau mau berpendapat 
tentang Ahmadiyah ataupun Syiah, memakai rujukan yang jelas biar tidak 
mengambang berdasarkan penilaian sendiri.

Damai, sejuk, lembut boleh, tapi apakah sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah 
Rasul Allah saw atau tidak, begitu mungkin Mas ....

Maaf sebelumnya,
Wassalamu'alaikum wr. wb.




--- On Fri, 10/16/09, Alkhori M <[email protected]> wrote:

From: Alkhori M <[email protected]>
Subject: [Is-lam] Ahmadiyah, Syiah & Sunni
To: [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected]
Date: Friday, October 16, 2009, 12:31 PM




 
 

 

 

 

 







Dengan Lailatulqadar
Menggapai Surga 3 Dimensi dan Manusia Bukan Makhluk Sirkus 

(Subtitel: Ahmadiyah, Syiah & Sunni) 

Sejak dari Adam AS hingga Muhammad SAW,
agama SAMAWI yang diturunkan bukanlah untuk menggapai SURGA, karena Adam AS
sendiri memang discenario-kan untuk diturunkan ke Bumi untuk menjadi Khalifah
di bumi Allah ini. Tapi agam yang diturunkan sesuai dengan kebutuhan saat itu
dan jika telah melenceng jauh maka diturunkan lagi para mesenger demikianlah ON
and ON hingga sampai ke Isa 
 AS dan terus ke Muhammad SAW. Specifikasi
seorang mesenger yang diutuskan ke bumi sesuai peradaban manusia saat itu. Pada
saat Musa diutuskan, peradaban manusia saat itu sangat kuat dengan SIHIR, maka
mukjizat Musa juga diberikan kekuatan super natural yang mana beliau terkenal
dgn tongkatnya yang bisa menjadi Ular dan bisa membelah laut. Ketika Isa AS
kebumi pada saat itu penyakit wabah berkembang, maka mukjizat Isa yang terkenal
adalah bisa menyembuhkan penyakit, malahan orang mati sekalipun bisa
dibangkitkan kembali. Begitulah terus menerus sehingga pada saat Muhammad SAW,
maka agama samawi disempurnkan dan dinobatkanlah Muhammad SAW sebagai Khataman
Nabiyin yaitu nabi penutup yaitu La Nabiya Bakdahu atau tidak ada lagi Nabi
setelah turunya nabi Muhammad SAW kebumi dan juga itu diikuti dengan
disempurnakanya agama samawi pada periode kenabian Muhammad SAW. 

AHMADIYAH, apapun
komentar dari para yang kontra terhadap Ahmadiyah, tapi kenyataan yang ada
bahwa Ahmadiyah dengan pelopornya adalah maulana Mirza Ghulam Ahmad telah
membawa kesegaran bagi pengikut mereka. Dipercaya bahwa Ahmadiyah telah
benar-benar membawa kelembutan dan kedamaian dalam kehidupan para Ahmadiyah. 
Memang
terdapat discrepancy yaitu yang kontra terhadap Ahmadiyah bersuara nyaring,
menuduhkan bahwa Ahmadiyah mempunyai nabi BARU, sementara Ahmadiyah sendiri 
menyanggah
bahwa mereka tidak mempunyai nabi baru. Jika kita mengakui bahwa SURGA adalah
hak PRIVILEDGE dari TUHAN, marilah hidup rukun dan damai antara ummat ber-AGAMA.
Percaya sajalah agama masing-masing nanti di akhir masa, biarlah TUHAN yang
menentukan siapa yang BENAR, yang LEBIH BENAR dan yang SANGAT TERBENAR (catat 
tidak
ada yang SALAH). Karena ALLAH adalah GHAFURUR
RAHIM. 

SYIAH, sewaktu
rasulullah masih hidup, beliau mempunyai dua orang cucu dari anak perempuan
beliau yaitu FATIMAH yang bersuamikan ALI yang mana ALI adalah telah mengikuti
nabi sejak dari KECIL dan Ali dengan sangat setia menjadi body guard rasulullah
Muhammad SAW. Hasan & Husen adalah cucu-cucu nabi yang sangat diasayngi.
Ketika mereka kecil keduanya sangat manja dan sering tidur-tiduran dipangkuan
nabi Muhammad SAW. Kepala kedua cucu-ccu tersebut sering diusap dan dielus
nabi. Dan kepala tersebutlah yang telah dipancung pada sebuah perang yang
curang. Kepala cucu nabi tsb yang bernama Hussen tersebutlah yang menurut
sebuah cerita yang telah ditendang-tendang. Maka secara sejarah SYIAH yang 
emosional karena IMAM mereka
telah dihinakan. Maka emosional sejarah ini plus kisah-kisah lain yang tidak
kalah menariknya bagaimana ahlil bait dari sejak Ali dan turunanya mereka
selalu didhalimi, maka dendam itulah yang terus mengalir, tapi itu adalah masa
lalu. Makanya SYIAH tidak bisa
berdampingan dengan SUNNI. Memang kalau mau jujur dan tidak memakai KACA MATA 
KUDA alias HORSE’S GOOGLE maka
boleh dikatakan SYIAH adalah lebih jujur karena mereka itu adalah selalu
membela PROLETAR atau RAKYAT KECIL, tapi jangan kaget kalau melihat secara
JUJUR SUNNI harus banyak bersabar dam minta ampun alias ISTIGHFAR. 

SUNNI,
lagi kalau mau jujur melihat sejarah, SUNNI adalah selalu berada dari ISTANA ke
ISTANA, sementara SYIAH adalah selalu berada dipihak rakyat JELATA atau 
PROLETAR.
Jadi kalau kehidupan SUNNI adalah penguasa lihat saja bagaimana GOLKAR ketika
berkuasa selama 32 tahun dan bagaimana dengan SYIAH yang selalu sebagai
OPPOSISI siapakah yang bisa dipercayai omomngan-NYA, tapi itu adalah sejarah
masa lalu, tentu sangat berbeda dengan kehidupan yang sekarang ini. Lihat 
posting “PEMURNIAN dan PEMBARUAN”
Salam kompak selalu dari Doha ,
State of Qatar. Insya Allah bersambung. 

Salam, 

Alkhori M 

Doha,
State of Qatar 

=================================================================== 

Dengan Lailatulqadar
Menggapai Surga 3 Dimensi dan Manusia Bukan Makhluk Sirkus 

(Subtitel: Iktiqaf dan Tiada Hari Tanpa Sedeqah) 

Iktiqaf adalah berdiam diri di Mesjid.
Hanya dengan berdiam diri maka akan merupakan makanan JIWA atau ROHANI
alias BATHINIYAH, jika seorang manusia itu haus maka diperlukan air
sebagai pelepas dahaga dan jika seorang itu lapar, maka makanlah makanan yang
sehat agar rasa lapar tadi tuntas. Demikian pula jika seseorang itu ingin
jiwanya menjadi tenang dan tentram jauh dari rasa GELISAH maka obatnya adalah 
IKTIQAF.
Jadi Iktiqaf itu adalah berdiam diri di mesjid tidak lebih dan tidak
kurang. Karena sewaktu ber-Iktiqaf di mesjid adalah pada bulan ramadhan, dimana
pada bulan ramadhan diperbanyak atau ditingkatkan shalat malam, maka pada
mesjid-mesjid tertentu dilakukanlah Shalatul Qiyamul Lail sehingga Iktiqaf jadi
bersamaan dengan shalat malam. 

Shalat berjama’ah 27x pahalanya
dimana pada saat shalat terdapat seorang IMAM, tapi sayangnya fungsi IMAM
didalam islam hanya terbatas di mesjid saja, padahal dalam islam bahwa seorang
imam itu sangat DOMINAN fungsinya dalam hidup bermasyarakat. Sehingga untuk
penganut Syiah fungsi seorang Imam masih terus berlanjut demikian pula yang
diamalkan oleh jama’ah tabligh mereka fungsi shalat berjama’ah terus
diamalkan dalam kehidupan keseharian. Tapi sayangnya nada-nada sumbang terus
dihembuskan oleh musuh islam untuk jama’ah tabligh dan ironisnya orang
islam juga percaya pula dengan hal-hal demikian. 

Selama ramadhan semua amal ibadah
dilipat-gandakan oleh tuhan pahalanya, sehingga pada bulan yang lebih baik dari
1000 bulan tersebut, banyak muslimin yang bersedeqah, membayar fitrah dan juga
melunaskan zakat mal, sehingga pada bulan mulia tersebut diharapkan tidak ada
fakir-miskin yang kelaparan. Mereka-mereka yang berhasil menggapai kemenangan
selama ramadhan yaitu yang berhasil menikmati 3 periode ke-10-an ramadhan
yaitu: Rahmah, Maghfirah & Ithqun Minan
Naar, maka setelah ramadhan berlalu terus melekat/ embedded sifat
ketiga diatas, yaitu penuh kasih sayang, pengampun dan terhindar dari api
neraka, maka keseharian kehidupan hari-hari dilalui dengan motto: Tanpa Hari 
Tanpa Sedeqah, setiap hari terus
saja menyumbangkan harta/ uang, jika tidak ada uang akan membantu dengan
tenaga, jika tidak ada uang dan tidak ada tenaga, tapi tetap bersedeqah walau
hanya dengan Do’a yang ikhlas. Lihat
posting “Ahmadiyah, Sunni & Syiah” Salam kompak
selalu dari Doha ,
State of Qatar. Insya Allah bersambung. 

Salam, 

Alkhori M 

Doha,
State of Qatar 



 


-----Inline Attachment Follows-----

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke