Cukup banyak tulisan-tulisan mengenai Islam dan Budaya, bahkan ada yang
menambahkan sebagai Dialektika yang belum selesai,..dan mungkin memang tidak
akan pernah selesai. Dalam mkesempatan ini yang akan disoroti adalah mengenai
Budaya dan Tradisi yang berlangsung di jazirab Arab khusunya di Saudi Arabia
dalam scope kecil sebagi bagian dari catatan sebuah perjalanan.
Wassalam.
· (Catatan Sebuah Perjalanan, Bag I)
Islam adalah sebuah tatanan kehidupan yang lengkap, yang sempurna, atau
comprehensive, karena Islam mengatur dari hal-hal yang kecil sampai pada
hal-hal yang besar walaupun tidak semua hal secara detail tersuratkan.
Kesempurnaan Islam ini tersurat pada Surat Al-Maidah sebagai berikut: “Pada
hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu
nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (Al-Maaidah: 3)
Walaupun Islam adalah agama yang sempurna tetapi dalam implementasi kehidupan
sehari-hari memang terkadang diperlukan penafsiran atau penakwilan dalam
kaidah-kaidah tertentu, karena tidak semua ayat-ayat yang terdapat dalam naskah
tekstual al-Quran sebagai kitab suci dari agama Islam adalah ayat-ayat muhkamat
dan pada ayat-ayat yang masuk kategori terang dan jelas inipun dalam hal
praksis dilapangan terkadang tetap masih membutuhkan penjelasan sehingga
dialektika yang terjadi tidak mengarah pada pengaburan dari makna yang
sebenarnya terkandung dalam ayat-ayat tersebut . Perlunya hal ini dilakukan
karena untuk menyesuaikan dengan perubahan zaman, bukan zaman yang dipaksakan
masuk dalam pemahaman dan tafsiran yang pernah ada dari ayat-ayat tersebut
tetapi justru naskah tekstual yang ada yang harus dipahami dalam konteks
kekinian. Dengan meletakkan pola pemikiran seperti ini, maka apa yang tersurat
dan tersirat dalam al-Quran sebagai kitab suci agama Islam
yang berlaku dan sesuai dengan perkembangan zaman akan tercerminkan dalam
kehidupan Islam itu sendiri. Selain itu juga ada kaidah yang menyatakan bahwa
manusia adalah makhluk pada zamannya, maka kapanpun dan dimanapun manusia
berada Islam akan tetap bias diandalkan sebagai solusi dalam menapaki kehidupan
degnan al-Quran sebagai Standar Operating Procedure nya.
Dalam sisi lain, Budaya merupakan produk pemikiran manusia yang terkait dengan
tata cara kehidupan masyarakat pada saat tertentu, tata cara peribadatan,
system nilai yang di anut, kebiasaan dan tradisi yang di jalankan, dll.
Definisi mengenai budaya ini memang sangat banyak sehingga ada kesan terkadang
pengertian dalam tataran konsep seolah – olah berbeda dengan pengertian dalam
tataran praksis karena begitu banyaknya dialektika yang terjadi sebagaimana
juga dalam Islam.
Dalam konteks Islam dan Budaya ini definisi mengenai budaya yang dipakai
penulis ambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu: “Budaya adalah sesuatu
yang sudah menjadi kebiasaan dan sukar untuk diubah. Dengan demikian budaya
menurut bahasa sehari-harinya adalah suatu kebiasaan, adat istiadat dan suatu
kegiatan manusia yang dilakukan secara terus-menerus tanpa hentinya sampai
kapanpun yang intinya sesuatu yang dilakukan dalam jangka yang panjang”.
Islam berasal dari kata Salama, Taslimu, Salman,..dst Islam, dan ini berasal
dari perkataan-Nya yang diturunkan dalam bentuk al-Quran. Sedangkan Budaya
berasal dari kata Budi dan Daya dimana didalamnya terdapat produk pemikiran
manusia. Kemudian mungkin akan timbul pertanyaan, layakkah sesuatu yang berasal
dari Allah di sandingkan dengan hasil olah pikir makhluk yaitu manusia.
Sebelum menjawab hal tersebut, mari kita mundur ke belakang empat belas abad
yang lalu untuk mengetahui adakah keterkaitan antara Islam melalui al-Quran ini
dengan Budaya.
InsyaAllah berlanjut.
Wasalam.
a.s.
http://netlog.com/agussafudi
Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam