Kurang lebih sekitar setahun yang lalu mungkin
sekitar September 2008 diadakan Pilkada disalah satu daerah dan saya kebetulan
sedang ada didaerah tersebut untuk beberapa saat tertentu karena adanya suatu
keperluan.
Seperti biasa menjelang
acara tersebut ratusan bahkan ribuan amplop beredar didaerah itu dengan nilai
antara Rp. 20.000,- s/d Rp. 50.000,- , bahkan beberapa orang kerabat saya pun
ikut ambil bagian mendistribusikannya dimana sebelumnya mereka melakukan
pengumpulan KTP warga setempat untuk difotocopy oleh para broker-broker politik
dan kepanjangan tangannya.
Mungkin kita pernah
mendengar saat orang besar di Indonesia masih bertahta, ada istilah serangan
fajar dan umumnya di lakukan pada malam hari secara sembunyi-sembunyi dimana
dana dalam jumlah besar mengalir dari atas sampai kebawah dan tidak penting
berapa persen yang menguap.
Budaya ini ternyata
berlanjut terus sampai dengan sekarang, perbedaannya kalo dulu era beliau
berkuasa para broker masih agak malu dalam melakukan money politic sementara
sekarang mereka lebih
terang-terangan dan agak berani melakukannya. Lantas fenomena apakah yang
sebenarnya
sedang terjadi di masyarakat dan bangsa yang kita cintai ini. Sudah berkurang
kah budaya malu bangsa kita ini, atau mungkin sudah habis terkikis oleh
perubahan zaman?.
Saya sempat berbicara
pada salah seorang tukang ojek yang mangkal di pertigaan dekat perumahan
tersebut dan menanyakan beberapa hal sebagai berikut:
AS: Mas mau pilih yang
mana?, karena disekitar kita berdiri begitu banyak baliho dan bendera partai.
TO: Ah pilih mana itu
gak penting mas, yang penting uangnya dan kaosnya, kalo dapat dobel ya
Alhamdulillah
(mensyukuri sesuatu yang mesti dipertanyakan lagi peruntukkannya) bisa untuk
beli bensin ngojek beberapa hari .
AS: Kalo ketahuan
orang-orang itu gimana? Apa gak takut dan malu?.
TO: Kenapa harus takut
dan malu, lha wong mereka bagiin nya kadang masih siang gak takut dan malu
juga.
AS: oh begitu mas.
TO: Ya lah, kalo sudah
jadi pejabat mereka juga belum tentu
ingat sama kita-kita orang kecil, mereka sibuk ngumplin dulu untuk balikin
modal nya.
Itulah kejujuran
masyarakat kita mengenai politik dan hal ini memang sudah bukan rahasia lagi
saat ini bahwa apa yang dikatakan tukang ojek tersebut merupakan fenomena
kekinian dalam system perpolitikan yang berlangsung saat ini.
Sudah sedemikan parah
kah system perpolitikan di negara kita ini, padahal setiap akan dilangsungkan
PEMILU dibuatlah aturan dan perundangan yang sedemikian canggih dan memakan
biaya yang tidak sedikit, tetapi hasilnya tetap saja tidak memberikan solusi
yang baik bagi bangsa dan Negara ini sementara penduduk yang hidup dibawah
garis kemiskinan masih cukup banyak, bahkan yang sakit busung lapar dan makan
nasi aking (nasi bekas yang dijemur kering dan diolah lagi seolah –olah
seperti beras) masih ada.
Bila hal ini terus
menerus berlanjut maka adalah sulit untuk berharap memiliki pemerintahan yang
bersih dan bebas korupsi walaupun institusi yang menangani korupsi tersebut ada
dan justru sekarang sedang diuji eksistensinya dengan kasus yang sebelumnya
mereka tangani.
Sebenarnya Negara Indonesia
ini kaya akan sumber daya dan hal ini sudah diketahui oleh mayoritas
masyarakatnya dan saya semakin tahu kelebihan sumber daya Negara kita dan
kekurangan orang-orang yang menjalankannya ketika saya saat ini ada di Negara
orang.
Begitu banyak perusahaan-perusahan asing yang ada di Negara kita ini dari pulau
Sumatera sampai Irian dan tidak mungkin meraka mau bertahan dan tetap eksis di
Negara
kita ini setelah periode 10-20 tahun pertama selesai bila tidak ada bahan baku
dan tidak menguntungkan, karena yang namanya bisnis tidak mungkin tidak akan
berorientasi pada profit sementara kepedulian terhadap aspek social adalah no 2
atau no 3 dalam aspek pendirian suatu badan usaha. Juga kita ketahui bahwa
begitu banyak bank dan atau institusi keuangan internasional yang ada di Negara
kita baik SCB, ABN, HSBC, dll. Keberadaan institusi-institusi keuangan itu di
Negara
kita sudah pasti ada kaitannya dengan institusi bisnis asing yang ada di Negara
kita.
Hitam putih potret ini
semakin terlihat ketika saya…
Insyaallah berlanjut.Wassalam.a.s.
Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis.
Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam