Tumpuan Harapan Pindah ke KPK

Jumat, 11 Desember 2009 00:00 WIB

SULIT sekali mengajak publik memercayai komitmen Panitia Angket Bank Century
yang dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat. Panitia angket yang dipimpin
politikus Golkar Idrus Marham itu tetap saja dianggap memiliki agenda
terselubung. 
Angket-angket di masa lalu yang lenyap tanpa ujung karena kompromi-kompromi
transaksional adalah aib yang sangat membekas di hati publik. Itulah noda
yang tidak gampang dihapus dari memori publik. Karena itu, distrust tidak
saja menguat, tetapi semakin menjengkelkan. 
Ketidakpercayaan itulah yang menyebabkan para mahasiswa memaksa anggota
pansus menekan kontrak politik yang berisi janji membongkar tuntas skandal
yang menelan duit negara Rp6,7 triliun. Tuntas artinya pansus harus mengejar
ke mana uang itu lari dan siapa saja yang harus bertanggung jawab atas
kebijakan yang jelas berindikasi pelanggaran pidana itu. 
Tidak cuma mahasiswa. Kemarin, sekelompok pengacara melakukan hal yang sama.
Mereka mendatangi pansus dan berhasil memaksa anggota menandatangani kontrak
politik tentang komitmen dan integritas. 
Di tengah ketidakpercayaan yang semakin menjengkelkan itulah, Pansus Century
bekerja. Adalah kegagalan besar ketika negara tidak mampu menuntaskan
skandal ini. Kekuasaan dan power yang melekat pada lembaga dan para
pemimpinnya tidak mampu membongkar skandal ini. 
Angket di masa lalu yang masuk angin sesungguhnya tidak disebabkan
ketidakmampuan para anggota DPR mencari jawab dan sebab-musabab. Tetapi
dilumpuhkan nurani dan kecerdasannya oleh permufakatan jahat. 
Pemufakatan seperti itu masih saja mengincar pansus. Soal rapat-rapat
terbuka atau tertutup ternyata masih diperdebatkan. Kehadiran mantan Wakil
Presiden Jusuf Kalla yang oleh banyak kalangan dianggap sebagai saksi kunci
juga belum menjadi kesepakatan pansus. 
Ketika distrust menguat seperti sekarang, tidak ada palingan lain kecuali ke
arah Komisi Pemberantasan Korupsi. Inilah lembaga penegak hukum dengan
kewenangan dan mandat besar yang ternyata memiliki tingkat kepercayaan
tinggi di mata publik. 
Bertolak belakang dengan lembaga kepolisian, kejaksaan, dan DPR yang tingkat
ketidakpercayaan publik di atas 90%, KPK ternyata dipercaya dengan tingkat
apresiasi di atas 60%. 
Kepercayaan atau kredibilitas publik ternyata berdampak luar biasa. Bibit
dan Chandra--dua pemimpin KPK yang sempat menderita
kriminalisasi--didudukkan kembali ke takhtanya oleh desakan publik yang luar
biasa. 
Kredibilitas yang tinggi dan dukungan publik yang besar karena kinerja
selama ini menyebabkan KPK-lah yang paling pantas diberi kewenangan
membongkar skandal Bank Century. 
Panitia angket terlihat sedang berperang melawan diri sendiri. Mereka sedang
berperang dengan interes partai masing-masing dan interes koalisi besar.
Ketika koalisi besar telah berkembang menjadi kartel yang bisa membelokkan
arah pengusutan, hanya KPK-lah sekarang tumpuan kita semua.

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke