Assalamu'alaikum wr wb,

Data WHO menyebutkan, selama tiga tahun terakhir (2005-2007)
sedikitnya 50 ribu orang Indonesia melakukan bunuh diri akibat kemiskinan dan 
himpitan ekonomi (Harian SIB). Di
Yahukimo, Papua, dikabarkan 113 orang meninggal dunia karena kelaparan
(Okezone.com). Berdasarkan data statistik kesehatan Departemen Kesehatan tahun
2005, dari 241.973.879 penduduk Indonesia sebanyak enam persen atau sekitar 
14.500.000 orang menderita gizi buruk (baca:
kelaparan). Sebagian besar penderita gizi buruk tersebut berusia di bawah lima 
tahun (Kompas.com).
Sepertiga Balita di Indonesia mengalami kurang gizi/busung lapar akibat
kelaparan.
 
Sementara hutang Indonesia setiap tahun terus
bertambah hingga saat ini melebihi Rp 1.600 trilyun.
 
Toh di tengah kemiskinan rakyat dan juga hutang yang kian
menggunung, para pejabat membagi-bagi mobil mewah Toyota Crown senilai Rp 1,3
milyar! Segelintir pejabat seperti pimpinan KPK menolak mobil mewah tersebut
dengan alas an mobil lama sudah mencukupi. Sementara Wakil Ketua DPR, Pramono
Anung dari PDIP masih punya nurani untuk menolak mobil mewah tersebut dengan
alas an sudah punya mobil pribadi.
 
Namun
sayangnya banyak pejabat yang masih belum punya kepekaan sosial. Seorang
menteri berkata bahwa mobil senilai Rp 1,3 milyar itu tidak mewah. “Toh itu
merupakan simbol negara dan uangnya juga ada kan?”, begitu katanya.
 
Mungkin menteri itu tidak sadar jika para pejabat rela
dengan mobil dinas sebelumnya seharga Rp 350 juta, maka bisa dihemat uang
sebesar hampir Rp 1 milyar untuk setiap mobilnya. Hutang Indonesia bisa 
ditekan, dan uang tersebut bisa
digunakan untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari kelaparan.
 
Seandainya ada Rp 132 milyar yang seharusnya untuk mobil
mewah Rp 1,3 milyar bagi para pejabat, maka jika para pejabat puas dengan mobil
seharga Rp 300 juta, bisa dihemat uang sebesar Rp 100 milyar lebih. Uang
tersebut bisa menyelamatkan 100 ribu rakyat Indonesia dari bahaya kelaparan
selama setahun!
 
Bahkan jika dipikir, dengan gaji bersih total sekitar Rp 20
juta per bulan, para pejabat bisa mencicil mobil sebesar Rp 10 juta per bulan
tanpa harus mengambil uang rakyat. Mayoritas rakyat Indonesia lainnya toh 
begitu.
Menabung dari sisa gaji untuk beli rumah dan mobil.
 
Seharusnya uang rakyat itu diutamakan untuk mensejahterakan
rakyat atau minimal menyelamatkan rakyat dari bahaya kelaparan. Bukan justru
dihamburkan untuk kemewahan para pejabat.
 
“…Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya dengan
disedekahkan kepada fakir miskin; dan janganlah kamu berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” [Al An’aam 141]
 
Mari kita berdoa mudah-mudahan tidak ada pejabat/pemimpin menuding
rakyat sebagai boros untuk alasan menaikkan harga kebutuhan rakyat. Tapi
kenyataan menunjukkan justru merekalah yang boros dan menaikkan harga barang
karena ketamakan mereka kepada harta. Mudah-mudahan kita memiliki pemimpin yang
sederhana, zuhud, qana’ah, dan gemar bersedekah untuk rakyatnya.
 
Sesungguhnya Allah mencela orang yang suka bermegah-megahan meski
dengan dalih “Simbol Negara”
 
”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At Takatsuur:1]
 
Mobil dinas pejabat senilai Rp 1,3 milyar tidak akan dapat
menyelamatkan rakyat Indonesia dari kelaparan. Akan lebih bermanfaat jika uang 
tersebut diberikan kepada
ribuan fakir miskin agar mereka tidak kelaparan.
 
Harta/kekayaan tidak ada manfaatnya jika dari yang haram
atau tidak digunakan untuk membantu fakir miskin:
 
”Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia
usahakan.” [Al Lahab:2]
 
Rasulullah SAW berkata: ”Demi Allah, bukan kefakiran yang
aku khawatirkan terhadap kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah jika
kekayaan dunia dilimpahkan kepada kalian sebagaimana telah dilimpahkan kepada
orang-orang sebelum kalian, kemudian kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya
sebagaimana mereka berlomba-lomba dan akhirnya dunia itu membinasakan kalian
sebagaimana ia telah membinasakan mereka.” (Shahih Muslim No.5261)
 
Dalam surat Al Maa’uun disebut bahwa orang yang enggan menolong anak yatim dan 
fakir miskin
dengan barang berguna sebagai pendusta agama meski dia sholat:
 
”Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?
Itulah orang yang menghardik anak yatim,
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat,
(yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya,
orang-orang yang berbuat ria.
dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” [Al
Maa’uun:1-7]
 
Allah melarang kita menghambur-hamburkan harta secara boros.
Sebaliknya memerintahkan kita untuk bersedekah:
 
”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan
haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu
menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
 
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara
setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]
 
Nabi Muhammad sendiri selaku Nabi dan pimpinan negara di
mana kerajaan Romawi dan Persia sudah hampir jatuh di tangannya meski kaya 
menolak hidup mewah. Pada zaman
Sahabat kedua kerajaan besar itu takluk di tangan Islam. Tidak seperti Raja
Romawi dan Persia yang hidup mewah bergelimang harta, beliau hidup sederhana. 
Nabi tidur hanya
beralaskan pelepah kurma sementara perabot rumahnya sedikit sekali sehingga
membuat Umar ra menangis terharu:
 
Kisah Umar ra: Aku (Umar) lalu segera masuk menemui
Rasulullah saw.. yang sedang berbaring di atas sebuah tikar. Aku duduk di
dekatnya lalu beliau menurunkan kain sarungnya dan tidak ada sesuatu lain yang
menutupi beliau selain kain itu. Terlihatlah tikar telah meninggalkan bekas di
tubuh beliau. Kemudian aku melayangkan pandangan ke sekitar kamar beliau.
Tiba-tiba aku melihat segenggam gandum kira-kira seberat satu sha‘ dan daun
penyamak kulit di salah satu sudut kamar serta sehelai kulit binatang yang
belum sempurna disamak. Seketika kedua mataku meneteskan air mata tanpa dapat
kutahan. Rasulullah bertanya: Apakah yang membuatmu menangis, wahai putra
Khathab? Aku menjawab: Wahai Rasulullah, bagaimana aku tidak menangis, tikar
itu telah membekas di pinggangmu dan tempat ini aku tidak melihat yang lain
dari apa yang telah aku lihat. Sementara kaisar (raja Romawi) dan kisra (raja 
Persia)
bergelimang buah-buahan dan sungai-sungai sedangkan engkau adalah utusan Allah
dan hamba pilihan-Nya hanya berada dalam sebuah kamar pengasingan seperti ini.
Rasulullah saw. lalu bersabda: Wahai putra Khathab, apakah kamu tidak rela,
jika akhirat menjadi bagian kita dan dunia menjadi bagian mereka? [Muslim]
 
Keluarga Nabi tidak pernah 3 hari berturut-turut makan
dengan kenyang. Selalu ada saat kelaparan setiap 3 hari.
 
‘Aisyah melaporkan: Tidak pernah keluarga Muhammad (SAW)
makan sampai kenyang dengan roti gandum untuk tiga malam berturut-turut sejak
kedatangan mereka di Medina hingga wafatnya” [Muslim]
 
Inilah sunnah Nabi kita. Kaya, tapi memilih menyumbangkan
kekayaannya untuk kejayaan Islam. Bukan menumpuk-numpuk kekayaannya untuk
bermegah-megahan seperti dalam surat At Takatsuur.
 
Itulah sunnah Nabi. Hidup sederhana dan gemar bersedekah
untuk menolong fakir miskin.
 
Wakil Ketua KPK, pak Bibit menyatakan bahwa, “Gaji
kecil/besar itu relatif. Meski gaji kecil, jika hidup sederhana dengan makan
nasi dan ikan asin, 2 bulan juga gaji masih ada. Tapi kalau makan tiap hari di
Hyatt, maka 2 hari pun sudah habis.” Begitu katanya.
 
Yang terpenting adalah tidak tamak atau serakah.
 
Lihatlah bagaimana presiden Iran, Ahmadinejad, hidup sederhana
dengan mobil Peugeot 504.  Dia duduk di
lantai. Tidur dan shalat di karpet biasa.  Makanannya roti biasa dengan sedikit 
lauk. Kesederhanaan itu justru
membuat banyak orang kagum akan dirinya. Kesederhanaan itu tidak membuatnya
rendah diri untuk berani melawan presiden AS, George W Bush mau pun Barak Obama
untuk berdebat dengannya.
 
Semoga kita semua bisa hidup sederhana seperti itu dan juga
bisa memiliki pemimpin yang sederhana dan tidak boros serta gemar
bermewah-mewahan.
 
Saat ini kita butuh pemimpin yang sederhana seperti Nabi
Muhammad SAW namun rajin bersedekah agar rakyatnya kelaparan. Bukan pemimpin
yang bermewah-mewahan dengan memakai uang rakyat dengan alasan itu simbol
negara sementara jutaan rakyatnya dilanda kelaparan.
 
Silahkan baca selengkapnya berikut foto-foto di:
http://kabarislam.wordpress.com/2010/01/06/mobil-mewah-pejabat-rp-13-milyar-dan-jutaan-rakyat-yang-kelaparan/
 
50 Ribu Orang Indonesia Bunuh Diri Akibat
Kemiskinan
Jakarta(SIB)
Fakta kesehatan jiwa di ibukota Jakarta semakin
memprihatinkan, di mana dari delapan juta penduduk Indonesia, dua juta di
antaranya atau satu banding empat, menderita gangguan neurotik atau gangguan
kecemasan.
“Gangguan ini tidak berbahaya namun mengurangi
produktivitas,” kata Staf Ahli Menteri Kesehatan, Rahmi Kuntoro saat memberi
sambutan pada Seminar “Kesehatan Jiwa Menjadi Prioritas global di Indonesia di 
Jakarta, Rabu.
Sementara itu 8.000 dari dua juta penduduk Jakarta terdeteksi mengalami 
gangguan jiwa
skizofrenia, yang pada level ini gangguan jiwa sudah dalam kategori berat.
Data WHO menyebutkan, selama tiga tahun terakhir (2005-2007)
sedikitnya 50 ribu orang Indonesia melakukan bunuh diri akibat kemiskinan dan 
himpitan ekonomi.
Faktor ekonomi ini, ujarnya memang membuat seseorang menjadi
rentan terhadap stress, cemas, ketergantungan pada zat psikoaktif serta
berperilaku menyimpang. (Ant/k)
http://hariansib.com/?p=44698
 
Ibu Ajak Anak Bunuh Diri Karena Kemiskinan
Jumat, 11 Sept 2009 19:53:41
Blitar - WU (29) seorang ibu rumah tangga asal Dusun
Minggirsari, Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa
Timur, nekat mengajak anak kandungnya, Danang (9), untuk bunuh diri, diduga
karena alasan kemiskinan.
 
Aksi nekat seorang ibu tersebut diduga kuat lantaran beban
hidup yang selama ini melekat kepada keluarganya, dirasa semakin berat,
sehingga nekat bunuh diri.
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/16777/Ibu-Ajak-Anak-Bunuh-Diri-Karena-Kemiskinan
 
Bunuh Diri karena Kemiskinan
Kamis, 2 Juli 2009 | 8:58 WIB 
 
CILEGON | SURYA.CO.ID — Seorang ibu rumah tangga bernama
Dasty (50) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Warga Kelurahan
Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Cilegon, Banten, itu diduga tertekan karena
kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
http://www.surya.co.id/2009/07/02/bunuh-diri-karena-kemiskinan.html
 
Korban Tewas Akibat Kelaparan di Yahukimo Bertambah
Jum'at, 4 September 2009 - 16:38 wib
Nur Rahmatika Adriyati - Okezone
 
JAYAPURA - Musibah kelaparan yang melanda Kabupaten
Yahukimo, Papua memakan korban lagi. Dikabarkan, saat ini korban tewas
bertambah 21 orang. Jadi total warga yang tewas karena kelaparan menjadi 113
orang, dari semula 92 orang.
 
Seperti yang dikatakan Koordinator Yayasan Kristen Pelayanan
Sosial Masyarakat Indonesia,
Izak Kipka ketika dihubungi okezone,  Jumat (4/9/2009).
 
"Ini berdasarkan penelusuran kami di lapangan, yakni di
sejumlah distrik yang dilanda  kelaparan," ujarnya.
http://news.okezone.com/read/2009/09/04/1/254564/1/korban-tewas-akibat-kelaparan-di-yahukimo-bertambah
 
http://infoindonesia.wordpress.com/2008/03/17/dari-sabang-sampai-merauke-rakyat-indonesia-mati-kelaparan/
 
Kontroversi Mobil Pejabat
Tifatul: Mobil Baru Menteri Tak Mewah Banget
Mobil yang merupakan fasilitas mobil dinas untuk pejabat
negara adalah simbol negara.
Senin, 4 Januari 2010, 17:54 WIB
Heri Susanto, Nur Farida Ahniar
 
VIVAnews - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul
Sembiring mengaku belum menggunakan mobil Toyota Crown Royal Saloon yang kini
menjadi kontroversi.
 
"Lihat mobil itu, saya rasa modelnya nggak terlalu wah
banget," ujar Tifatul di Jakarta, Senin, 4 Januari 2009. "Saya saja
belum memakainya. Saya masih pakai Fortuner."
 
Menurut dia, mobil yang merupakan fasilitas mobil dinas
untuk pejabat negara tersebut merupakan simbol negara. "Itu bukan milik
pribadi, nggak boleh dipakai untuk bangga-banggain di kampung, nggak
boleh."
 
Dia menekankan untuk simbol-simbol negara, menggunakan uang
negara untuk membeli mobil yang bagus semestinya tidak dipersoalkan.
"Nggak ada masalah, toh uangnya ada kan?"
 
Bahwa impor mobil itu dianggap bermasalah, Tifatul mengaku
tidak tahu. "Kalau itu tanya kepada Menteri Sekretaris Negara."
 
Fasilitas mobil dinas pejabat negara, terutama yang
diberikan kepada menteri menimbulkan kontroversi dianggap telah melanggar
peraturan yang berlaku. Para Menteri mendapatkan mobil baru jenis Toyota Crown
Royal Saloon yang diperkirakan harganya Rp 1,3 miliar.
 
Menurut temuan Indonesia Corruption Watch (ICW), fasilitas
mobil itu bertentangan dengan Keputusan Menteri Keuangan sendiri. Sebab,
ketentuan Menkeu menyebutkan harga fasilitas mobil dinas jauh di bawah harga
tersebut.
http://nasional.vivanews.com/news/read/118398-tifatul__mobil_baru_menteri_tak_mewah_banget
 
KESEDERHANAAN
PRESIDEN IRAN AHMADINEJAD
Makan
roti biasa, duduk di lantai, tidur dan shalat di karpet biasa.
Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika diwawancara oleh TV Fox 
(AS) soal
kehidupan pribadinya:
TV
Fox (AS) : “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada
diri anda?”
Presiden : “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya, “Ingat,
kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab
yang berat, yaitu melayani bangsa Iran.”

Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang mungkin dapat  memberi contoh teladan 
:
        * Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan 
seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di 
Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
        * Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan 
menghormati tamu VIP,lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan 
menanyakan pada protokoleruntuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 
kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
        * Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di 
sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.
        * Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang 
kepadanyadan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang 
berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para 
menteri2nya untuk tetap hidup sederhanadan disebutkan bahwa rekening pribadi 
maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir 
masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
        * Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya 
yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977,sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 
40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.Rekening banknya bersaldo 
minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.
        * Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.
        * Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.Hanya 
itulah yang dimilikinya seorang presiden dari negara yang penting baik secara 
strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan.Bahkan ia 
tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah 
milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
        * Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu 
dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti 
keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,ia juga menghentikan 
kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
        * Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang 
Kepresidenan,ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat 
pajak masyarakat dan untuk dirinya,ia meminta terbang dengan pesawat terbang 
biasa dengan kelas ekonomi.
        * Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info 
tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan,dan ia memotong protokoler 
istana sehingga menteri2nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada 
hambatan.Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi 
foto, atau publikasi pribadi,atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat 
di negaranya.
        * Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat 
tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi 
lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.Apakah perilaku 
tersebut merendahkan posisi presiden? Presiden Iran tidur di ruang tamu 
rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia 
pergi.Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian 
dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk Amerika.
 
        * Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris 
paling muka.
 
        * Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat 
dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa.
 
        * Baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan 
Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum 
Buruh.
Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden.
Makanannya hanya ada Pisang,Jeruk, Apel. 
Akankah
kita di Indonesia mempunyai seorang Pemimpin seperti beliau ?
Mudah-mudahan
di Pemilu yang akan datang nanti kita akan memiliki Presiden seperti ini.
Amin
http://yepiye..wordpress.com/2009/03/04/presiden-yang-miskin-harta-namun-kaya-iman/
 
 
Foto-foto Anak
Korban Busung Lapar di Indonesia
Alami
Gizi Buruk, 5 Juta Anak Indonesia Terancam Kehilangan Daya Saing 
Jum’at, 28
April 2006 07:30 WIB 
JAKARTA–MIOL:
Dalam 15 tahun mendatang sebanyak lima juta anak Indonesia terancam kehilangan 
daya saingnya bila kasus gizi buruk di Tanah Air tidak segera
ditanggulangi.
Data dari
Departemen Kesehatan menyebutkan pada 2004 masalah gizi masih terjadi di 77,3
persen kabupaten dan 56 persen kota di Indonesia. Data tersebut juga
menyebutkan bahwa pada 2003 sebanyak lima juta anak balita (27,5 persen) kurang 
gizi dimana 3,5 juta (19,2 persen)
diantaranya berada pada tingkat gizi kurang dan 1,5 juta (8,3 persen) sisanya
mengalami gizi buruk.
Sementara
menurut pengelompokkan prevalensi gizi kurang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),
Indonesia tergolong sebagai negara dengan status kekurangan gizi yang tinggi
pada 2004 karena 5.119.935 balita dari 17.983.244 balita Indonesia (28,47
persen) termasuk kelompok gizi kurang dan gizi buruk.
http://www.litbang.depkes.go.id/aktual/anak/giziburuk280406.htm
Busung
Lapar, Cermin Kemiskinan Nasional
Indonesiaterkenal gemah ripah loh jinawi
karta raharja. Namun, ungkapan itu rasanya patut dikaji ulang terkait
meledaknya kasus busung lapar yang identik dengan kurang gizi. 
http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=2030
http://infoindonesia.wordpress.com/2008/03/17/foto-foto-anak-korban-busung-lapar-di-indonesia/
 
 
14 Juta Lebih Penduduk Indonesia Menderita Gizi Buruk
Jakarta, Kamis
Berdasarkan data statistik kesehatan Departemen Kesehatan
(Depkes) tahun 2005, dari 241.973.879 penduduk Indonesia sebanyak enam persen 
atau
sekitar 14.500.000 orang menderita gizi buruk. Sebagian besar penderita gizi
buruk tersebut berusia di bawah lima tahun (Balita).
 
"Jumlah itu lebih sedikit dari jumlah tahun-tahun
sebelumnya, sehingga meskipun sekarang hampir setiap hari terjadi gizi buruk,
namun tidak setinggi kasus gizi buruk pada tahun 2003-2004 sebagai imbas dari
krisis moneter," kata Kepala Pusat Kajian Pembangunan Kesehatan Depkes,
Abdurachman, di Jakarta, Kamis (2/3).
 
Abdurachman membenarkan kesehatan masyarakat Indonesia yang semestinya menjadi 
prioritas pembangunan, baik di tingkat nasional maupun
lokal, namun hingga kini pemerintah masih mengesampingkannya. "Dalam tujuh
prioritas pembangunan tahun 2006, aspek kesehatan bangsa tidak tersusun dengan
jelas, apalagi dalam rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN)
2005-2025," ujarnya.
 
Menurut dia, aspek kesehatan memang belum berada di posisi
peringkat atas, meski derajat kesehatan masyarakat Indonesia masih berada pada 
derajat
memprihatinkan. Hal tersebut dapat dilihat dari minimnya alokasi anggaran untuk
bidang kesehatan. Alokasi anggaran kesehatan dalam APBN 2006 sebesar  Rp10,8 
triliun, atau 2,9 persen dari APBN.
 
"Jumlah anggaran tersebut berada pada urutan ke enam di
bawah sektor lainnya seperti pendidikan, ekonomi, dan layanan umum. Padahal
seharusnya alokasi anggaran kesehatan sekurang-kurangnya lima persen dari APBN 
sesuai anjuran
WHO," jelasnya.
 
Korban bertambah
 
Sementara itu, jumlah penderita penyakit gizi buruk di
Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, sejak akhir Desember 2005 hingga saat
ini terus bertambah dan dua orang penderita meninggal dunia. Dua korban 
meninggal
merupakan bagian dari 12 orang bayi balita yang dipastikan menderita gizi buruk
di Kotabaru.
 
Kedua korban meninggal dunia yaitu Khusnul Khotimah (8)
warga jalan Wiramartas Rt.7 No.8 meninggal akhir 2005 dan Hikmah (2) warga
Rampak meninggal dunia akhir Februari 2006 setelah sempat dirawat di RSUD
Kotabaru kemudian dibawa paksa pulang oleh pihak keluarga.
 
Sumber:             Ant
Penulis:             Nik
http://www.infoanda.com/linksfollow.php?lh=VgBRWlQBUA9f
 
 ===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id



      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke