kalau nanti rakyat makmur kagak ada bahan kampanye Pak, bayangkan tema-tema aktual , pendidikan, kesehatan dan ekonomi. kalo ini dah selesai mau tema apa lagi ?
perlu meniru bhutan dengan http://en.wikipedia.org/wiki/Gross_national_happiness terima kasih mawan --- On Wed, 1/6/10, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote: > From: Dewa Gede Permana <[email protected]> > Subject: Re: [Is-lam] Mobil Mewah Pejabat Rp 1, 3 Milyar dan Jutaan Rakyat > yang Kelaparan > To: [email protected] > Date: Wednesday, January 6, 2010, 10:29 AM > Selama ini rakyat kebagian kendaraan > bekas mlulu, bus bekas, kereta api bekas, pesawat bisa jadi > juga bekas. > Saya sarankan para pejabat itu pake mobil bekas saja. Blas > gak mau hidup prihatin, boros dan merendahkan martabat > sendiri, gak malu dibanding mobil pejabat Malaysia yg gak > sampai seharga 200 jt. > > Kekuasaan tertinggi ada di rakyat, jadi acuan simbol > bukanlah negaranya, tetapi ya kondisi riil rakyatnya dunk. > Ini jelas kebijakan tak tau adat, tak tau jati diri bangsa, > petentang-petenteng dgn dalih tetek-bengek hukum dan > kesepakatan segala macam, bahkan gak malu menyandang > pakaian2 kesantunan, slogan2 agamis yg membuat sebagian > besar telinga ini pekak, mengaburkan persepsi masyarakat > thdp keluhuran nilai-nilai agama itu sendiri. Inilah penipu > yg sesungguhnya dan bukan mereka2 yg suka mabok atau main di > meja judi atau berzina krn dipaksa oleh keadaan sosial yg > seringkali menjadi bahan pergunjingan mereka-mereka itu. > > :) > wassalam > > > -----Original Message----- > From: [email protected] > [mailto:[email protected]] > On Behalf Of A Nizami > Sent: Wednesday, January 06, 2010 9:27 AM > To: Is-lam > Subject: [Is-lam] Mobil Mewah Pejabat Rp 1, 3 Milyar dan > Jutaan Rakyat yang Kelaparan > > Assalamu'alaikum wr wb, > > Data WHO menyebutkan, selama tiga tahun terakhir > (2005-2007) > sedikitnya 50 ribu orang Indonesia melakukan bunuh diri > akibat kemiskinan dan himpitan ekonomi (Harian SIB). Di > Yahukimo, Papua, dikabarkan 113 orang meninggal dunia > karena kelaparan > (Okezone.com). Berdasarkan data statistik kesehatan > Departemen Kesehatan tahun > 2005, dari 241.973.879 penduduk Indonesia sebanyak enam > persen atau sekitar 14.500.000 orang menderita gizi buruk > (baca: > kelaparan). Sebagian besar penderita gizi buruk tersebut > berusia di bawah lima tahun (Kompas.com). > Sepertiga Balita di Indonesia mengalami kurang gizi/busung > lapar akibat > kelaparan. > > Sementara hutang Indonesia setiap tahun terus > bertambah hingga saat ini melebihi Rp 1.600 trilyun. > > Toh di tengah kemiskinan rakyat dan juga hutang yang kian > menggunung, para pejabat membagi-bagi mobil mewah Toyota > Crown senilai Rp 1,3 > milyar! Segelintir pejabat seperti pimpinan KPK menolak > mobil mewah tersebut > dengan alas an mobil lama sudah mencukupi. Sementara Wakil > Ketua DPR, Pramono > Anung dari PDIP masih punya nurani untuk menolak mobil > mewah tersebut dengan > alas an sudah punya mobil pribadi. > > Namun > sayangnya banyak pejabat yang masih belum punya kepekaan > sosial. Seorang > menteri berkata bahwa mobil senilai Rp 1,3 milyar itu tidak > mewah. “Toh itu > merupakan simbol negara dan uangnya juga ada kan?”, > begitu katanya. > > Mungkin menteri itu tidak sadar jika para pejabat rela > dengan mobil dinas sebelumnya seharga Rp 350 juta, maka > bisa dihemat uang > sebesar hampir Rp 1 milyar untuk setiap mobilnya. Hutang > Indonesia bisa ditekan, dan uang tersebut bisa > digunakan untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari > kelaparan. > > Seandainya ada Rp 132 milyar yang seharusnya untuk mobil > mewah Rp 1,3 milyar bagi para pejabat, maka jika para > pejabat puas dengan mobil > seharga Rp 300 juta, bisa dihemat uang sebesar Rp 100 > milyar lebih. Uang > tersebut bisa menyelamatkan 100 ribu rakyat Indonesia dari > bahaya kelaparan > selama setahun! > > Bahkan jika dipikir, dengan gaji bersih total sekitar Rp > 20 > juta per bulan, para pejabat bisa mencicil mobil sebesar Rp > 10 juta per bulan > tanpa harus mengambil uang rakyat. Mayoritas rakyat > Indonesia lainnya toh begitu. > Menabung dari sisa gaji untuk beli rumah dan mobil. > > Seharusnya uang rakyat itu diutamakan untuk > mensejahterakan > rakyat atau minimal menyelamatkan rakyat dari bahaya > kelaparan. Bukan justru > dihamburkan untuk kemewahan para pejabat. > > “…Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya > dengan > disedekahkan kepada fakir miskin; dan janganlah kamu > berlebih-lebihan. > Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang > berlebih-lebihan.” [Al An’aam 141] > > Mari kita berdoa mudah-mudahan tidak ada pejabat/pemimpin > menuding > rakyat sebagai boros untuk alasan menaikkan harga kebutuhan > rakyat. Tapi > kenyataan menunjukkan justru merekalah yang boros dan > menaikkan harga barang > karena ketamakan mereka kepada harta. Mudah-mudahan kita > memiliki pemimpin yang > sederhana, zuhud, qana’ah, dan gemar bersedekah untuk > rakyatnya. > > Sesungguhnya Allah mencela orang yang suka bermegah-megahan > meski > dengan dalih “Simbol Negara” > > ”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At > Takatsuur:1] > > Mobil dinas pejabat senilai Rp 1,3 milyar tidak akan dapat > menyelamatkan rakyat Indonesia dari kelaparan. Akan lebih > bermanfaat jika uang tersebut diberikan kepada > ribuan fakir miskin agar mereka tidak kelaparan. > > Harta/kekayaan tidak ada manfaatnya jika dari yang haram > atau tidak digunakan untuk membantu fakir miskin: > > ”Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang > ia > usahakan.” [Al Lahab:2] > > Rasulullah SAW berkata: ”Demi Allah, bukan kefakiran > yang > aku khawatirkan terhadap kalian, tetapi yang aku > khawatirkan adalah jika > kekayaan dunia dilimpahkan kepada kalian sebagaimana telah > dilimpahkan kepada > orang-orang sebelum kalian, kemudian kalian akan > berlomba-lomba mendapatkannya > sebagaimana mereka berlomba-lomba dan akhirnya dunia itu > membinasakan kalian > sebagaimana ia telah membinasakan mereka.” (Shahih Muslim > No.5261) > > Dalam surat Al Maa’uun disebut bahwa orang yang enggan > menolong anak yatim dan fakir miskin > dengan barang berguna sebagai pendusta agama meski dia > sholat: > > ”Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? > Itulah orang yang menghardik anak yatim, > dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. > Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, > (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, > orang-orang yang berbuat ria. > dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” [Al > Maa’uun:1-7] > > Allah melarang kita menghambur-hamburkan harta secara > boros. > Sebaliknya memerintahkan kita untuk bersedekah: > > ”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan > haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam > perjalanan; dan janganlah kamu > menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. > > Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara > setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada > Tuhannya.” [Al Israa’:26-27] > > Nabi Muhammad sendiri selaku Nabi dan pimpinan negara di > mana kerajaan Romawi dan Persia sudah hampir jatuh di > tangannya meski kaya menolak hidup mewah. Pada zaman > Sahabat kedua kerajaan besar itu takluk di tangan Islam. > Tidak seperti Raja > Romawi dan Persia yang hidup mewah bergelimang harta, > beliau hidup sederhana. Nabi tidur hanya > beralaskan pelepah kurma sementara perabot rumahnya sedikit > sekali sehingga > membuat Umar ra menangis terharu: > > Kisah Umar ra: Aku (Umar) lalu segera masuk menemui > Rasulullah saw.. yang sedang berbaring di atas sebuah > tikar. Aku duduk di > dekatnya lalu beliau menurunkan kain sarungnya dan tidak > ada sesuatu lain yang > menutupi beliau selain kain itu. Terlihatlah tikar telah > meninggalkan bekas di > tubuh beliau. Kemudian aku melayangkan pandangan ke sekitar > kamar beliau. > Tiba-tiba aku melihat segenggam gandum kira-kira seberat > satu sha‘ dan daun > penyamak kulit di salah satu sudut kamar serta sehelai > kulit binatang yang > belum sempurna disamak. Seketika kedua mataku meneteskan > air mata tanpa dapat > kutahan. Rasulullah bertanya: Apakah yang membuatmu > menangis, wahai putra > Khathab? Aku menjawab: Wahai Rasulullah, bagaimana aku > tidak menangis, tikar > itu telah membekas di pinggangmu dan tempat ini aku tidak > melihat yang lain > dari apa yang telah aku lihat. Sementara kaisar (raja > Romawi) dan kisra (raja Persia) > bergelimang buah-buahan dan sungai-sungai sedangkan engkau > adalah utusan Allah > dan hamba pilihan-Nya hanya berada dalam sebuah kamar > pengasingan seperti ini. > Rasulullah saw. lalu bersabda: Wahai putra Khathab, apakah > kamu tidak rela, > jika akhirat menjadi bagian kita dan dunia menjadi bagian > mereka? [Muslim] > > Keluarga Nabi tidak pernah 3 hari berturut-turut makan > dengan kenyang. Selalu ada saat kelaparan setiap 3 hari. > > ‘Aisyah melaporkan: Tidak pernah keluarga Muhammad (SAW) > makan sampai kenyang dengan roti gandum untuk tiga malam > berturut-turut sejak > kedatangan mereka di Medina hingga wafatnya” [Muslim] > > Inilah sunnah Nabi kita. Kaya, tapi memilih menyumbangkan > kekayaannya untuk kejayaan Islam. Bukan menumpuk-numpuk > kekayaannya untuk > bermegah-megahan seperti dalam surat At Takatsuur. > > Itulah sunnah Nabi. Hidup sederhana dan gemar bersedekah > untuk menolong fakir miskin. > > Wakil Ketua KPK, pak Bibit menyatakan bahwa, “Gaji > kecil/besar itu relatif. Meski gaji kecil, jika hidup > sederhana dengan makan > nasi dan ikan asin, 2 bulan juga gaji masih ada. Tapi kalau > makan tiap hari di > Hyatt, maka 2 hari pun sudah habis.” Begitu katanya. > > Yang terpenting adalah tidak tamak atau serakah. > > Lihatlah bagaimana presiden Iran, Ahmadinejad, hidup > sederhana > dengan mobil Peugeot 504. Dia duduk di > lantai. Tidur dan shalat di karpet biasa. Makanannya > roti biasa dengan sedikit lauk. Kesederhanaan itu justru > membuat banyak orang kagum akan dirinya. Kesederhanaan itu > tidak membuatnya > rendah diri untuk berani melawan presiden AS, George W Bush > mau pun Barak Obama > untuk berdebat dengannya. > > Semoga kita semua bisa hidup sederhana seperti itu dan > juga > bisa memiliki pemimpin yang sederhana dan tidak boros serta > gemar > bermewah-mewahan. > > Saat ini kita butuh pemimpin yang sederhana seperti Nabi > Muhammad SAW namun rajin bersedekah agar rakyatnya > kelaparan. Bukan pemimpin > yang bermewah-mewahan dengan memakai uang rakyat dengan > alasan itu simbol > negara sementara jutaan rakyatnya dilanda kelaparan. > > Silahkan baca selengkapnya berikut foto-foto di: > http://kabarislam.wordpress.com/2010/01/06/mobil-mewah-pejabat-rp-13-milyar-dan-jutaan-rakyat-yang-kelaparan/ > > 50 Ribu Orang Indonesia Bunuh Diri Akibat > Kemiskinan > Jakarta(SIB) > Fakta kesehatan jiwa di ibukota Jakarta semakin > memprihatinkan, di mana dari delapan juta penduduk > Indonesia, dua juta di > antaranya atau satu banding empat, menderita gangguan > neurotik atau gangguan > kecemasan. > “Gangguan ini tidak berbahaya namun mengurangi > produktivitas,” kata Staf Ahli Menteri Kesehatan, Rahmi > Kuntoro saat memberi > sambutan pada Seminar “Kesehatan Jiwa Menjadi Prioritas > global di Indonesia di Jakarta, Rabu. > Sementara itu 8.000 dari dua juta penduduk Jakarta > terdeteksi mengalami gangguan jiwa > skizofrenia, yang pada level ini gangguan jiwa sudah dalam > kategori berat. > Data WHO menyebutkan, selama tiga tahun terakhir > (2005-2007) > sedikitnya 50 ribu orang Indonesia melakukan bunuh diri > akibat kemiskinan dan himpitan ekonomi. > Faktor ekonomi ini, ujarnya memang membuat seseorang > menjadi > rentan terhadap stress, cemas, ketergantungan pada zat > psikoaktif serta > berperilaku menyimpang. (Ant/k) > http://hariansib.com/?p=44698 > > Ibu Ajak Anak Bunuh Diri Karena Kemiskinan > Jumat, 11 Sept 2009 19:53:41 > Blitar - WU (29) seorang ibu rumah tangga asal Dusun > Minggirsari, Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, > Kabupaten Blitar, Jawa > Timur, nekat mengajak anak kandungnya, Danang (9), untuk > bunuh diri, diduga > karena alasan kemiskinan. > > Aksi nekat seorang ibu tersebut diduga kuat lantaran beban > hidup yang selama ini melekat kepada keluarganya, dirasa > semakin berat, > sehingga nekat bunuh diri. > http://www.antarajatim.com/lihat/berita/16777/Ibu-Ajak-Anak-Bunuh-Diri-Karena-Kemiskinan > > Bunuh Diri karena Kemiskinan > Kamis, 2 Juli 2009 | 8:58 WIB > > CILEGON | SURYA.CO.ID — Seorang ibu rumah tangga bernama > Dasty (50) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung > diri. Warga Kelurahan > Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Cilegon, Banten, itu diduga > tertekan karena > kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. > http://www.surya.co.id/2009/07/02/bunuh-diri-karena-kemiskinan.html > > Korban Tewas Akibat Kelaparan di Yahukimo Bertambah > Jum'at, 4 September 2009 - 16:38 wib > Nur Rahmatika Adriyati - Okezone > > JAYAPURA - Musibah kelaparan yang melanda Kabupaten > Yahukimo, Papua memakan korban lagi. Dikabarkan, saat ini > korban tewas > bertambah 21 orang. Jadi total warga yang tewas karena > kelaparan menjadi 113 > orang, dari semula 92 orang. > > Seperti yang dikatakan Koordinator Yayasan Kristen > Pelayanan > Sosial Masyarakat Indonesia, > Izak Kipka ketika dihubungi okezone, Jumat > (4/9/2009). > > "Ini berdasarkan penelusuran kami di lapangan, yakni di > sejumlah distrik yang dilanda kelaparan," ujarnya. > http://news.okezone.com/read/2009/09/04/1/254564/1/korban-tewas-akibat-kelaparan-di-yahukimo-bertambah > > http://infoindonesia.wordpress.com/2008/03/17/dari-sabang-sampai-merauke-rakyat-indonesia-mati-kelaparan/ > > Kontroversi Mobil Pejabat > Tifatul: Mobil Baru Menteri Tak Mewah Banget > Mobil yang merupakan fasilitas mobil dinas untuk pejabat > negara adalah simbol negara. > Senin, 4 Januari 2010, 17:54 WIB > Heri Susanto, Nur Farida Ahniar > > VIVAnews - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul > Sembiring mengaku belum menggunakan mobil Toyota Crown > Royal Saloon yang kini > menjadi kontroversi. > > "Lihat mobil itu, saya rasa modelnya nggak terlalu wah > banget," ujar Tifatul di Jakarta, Senin, 4 Januari 2009. > "Saya saja > belum memakainya. Saya masih pakai Fortuner." > > Menurut dia, mobil yang merupakan fasilitas mobil dinas > untuk pejabat negara tersebut merupakan simbol negara. "Itu > bukan milik > pribadi, nggak boleh dipakai untuk bangga-banggain di > kampung, nggak > boleh." > > Dia menekankan untuk simbol-simbol negara, menggunakan > uang > negara untuk membeli mobil yang bagus semestinya tidak > dipersoalkan. > "Nggak ada masalah, toh uangnya ada kan?" > > Bahwa impor mobil itu dianggap bermasalah, Tifatul mengaku > tidak tahu. "Kalau itu tanya kepada Menteri Sekretaris > Negara." > > Fasilitas mobil dinas pejabat negara, terutama yang > diberikan kepada menteri menimbulkan kontroversi dianggap > telah melanggar > peraturan yang berlaku. Para Menteri mendapatkan mobil baru > jenis Toyota Crown > Royal Saloon yang diperkirakan harganya Rp 1,3 miliar. > > Menurut temuan Indonesia Corruption Watch (ICW), fasilitas > mobil itu bertentangan dengan Keputusan Menteri Keuangan > sendiri. Sebab, > ketentuan Menkeu menyebutkan harga fasilitas mobil dinas > jauh di bawah harga > tersebut. > http://nasional.vivanews.com/news/read/118398-tifatul__mobil_baru_menteri_tak_mewah_banget > > KESEDERHANAAN > PRESIDEN IRAN AHMADINEJAD > Makan > roti biasa, duduk di lantai, tidur dan shalat di karpet > biasa. > Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika > diwawancara oleh TV Fox (AS) soal > kehidupan pribadinya: > TV > Fox (AS) : “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa > yang anda katakan pada > diri anda?” > Presiden : “Saya melihat orang di cermin itu dan > mengatakan padanya, “Ingat, > kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh > dengan tanggung jawab > yang berat, yaitu melayani bangsa Iran.” > > Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang mungkin > dapat memberi contoh teladan : > * Saat pertama kali menduduki kantor > kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran > yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran > dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah > dibersihkan. > * Ia mengamati bahwa ada ruangan yang > sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP,lalu ia > memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan > pada protokoleruntuk menggantinya dengan ruangan biasa > dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat > impresive. > * Di banyak kesempatan ia bercengkerama > dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor > kepresidenannya. > * Di bawah kepemimpinannya, saat ia > meminta menteri2 nya untuk datang kepadanyadan menteri2 tsb > akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang > berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali > menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhanadan > disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya > akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa > jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala > tegak. > * Langkah pertamanya adalah ia > mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari > Peugeot 504 tahun 1977,sebuah rumah sederhana warisan > ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di > Teheran.Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang > masuk adalah uang gaji bulanannya. > * Gajinya sebagai dosen di sebuah > universitas hanya senilai US$ 250. > * Sebagai tambahan informasi, Presiden > masih tinggal di rumahnya.Hanya itulah yang dimilikinya > seorang presiden dari negara yang penting baik secara > strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan > pertahanan.Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya > adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia > bertugas untuk menjaganya. > * Satu hal yang membuat kagum staf > kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap > hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang > disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,ia juga > menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan > untuk presiden. > * Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan > Pesawat Terbang Kepresidenan,ia mengubahnya menjadi pesawat > kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk > dirinya,ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa > dengan kelas ekonomi. > * Ia kerap mengadakan rapat dengan > menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan > efisiensi yang sdh dilakukan,dan ia memotong protokoler > istana sehingga menteri2nya dapat masuk langsung ke > ruangannya tanpa ada hambatan.Ia juga menghentikan kebiasaan > upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi > pribadi,atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat > di negaranya. > * Saat harus menginap di hotel, ia > meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu > besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih > suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.Apakah > perilaku tersebut merendahkan posisi presiden? Presiden Iran > tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya > yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi.Menurut koran Wifaq, > foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian > dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk > Amerika. > > * Sepanjang sholat, anda dapat melihat > bahwa ia tidak duduk di baris paling muka. > > * Bahkan ketika suara azan berkumandang, > ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun > hanya beralaskan karpet biasa. > > * Baru-baru ini dia baru saja mempunyai > Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan > putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. > Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden. > Makanannya hanya ada Pisang,Jeruk, Apel. > Akankah > kita di Indonesia mempunyai seorang Pemimpin seperti beliau > ? > Mudah-mudahan > di Pemilu yang akan datang nanti kita akan memiliki > Presiden seperti ini. > Amin > http://yepiye..wordpress.com/2009/03/04/presiden-yang-miskin-harta-namun-kaya-iman/ > > > Foto-foto Anak > Korban Busung Lapar di Indonesia > Alami > Gizi Buruk, 5 Juta Anak Indonesia Terancam Kehilangan Daya > Saing > Jum’at, 28 > April 2006 07:30 WIB > JAKARTA–MIOL: > Dalam 15 tahun mendatang sebanyak lima juta anak Indonesia > terancam kehilangan daya saingnya bila kasus gizi buruk di > Tanah Air tidak segera > ditanggulangi. > Data dari > Departemen Kesehatan menyebutkan pada 2004 masalah gizi > masih terjadi di 77,3 > persen kabupaten dan 56 persen kota di Indonesia. Data > tersebut juga > menyebutkan bahwa pada 2003 sebanyak lima juta anak balita > (27,5 persen) kurang gizi dimana 3,5 juta (19,2 persen) > diantaranya berada pada tingkat gizi kurang dan 1,5 juta > (8,3 persen) sisanya > mengalami gizi buruk. > Sementara > menurut pengelompokkan prevalensi gizi kurang Organisasi > Kesehatan Dunia (WHO), > Indonesia tergolong sebagai negara dengan status kekurangan > gizi yang tinggi > pada 2004 karena 5.119.935 balita dari 17.983.244 balita > Indonesia (28,47 > persen) termasuk kelompok gizi kurang dan gizi buruk. > http://www.litbang.depkes.go.id/aktual/anak/giziburuk280406.htm > Busung > Lapar, Cermin Kemiskinan Nasional > Indonesiaterkenal gemah ripah loh jinawi > karta raharja. Namun, ungkapan itu rasanya patut dikaji > ulang terkait > meledaknya kasus busung lapar yang identik dengan kurang > gizi. > http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=2030 > http://infoindonesia.wordpress.com/2008/03/17/foto-foto-anak-korban-busung-lapar-di-indonesia/ > > > 14 Juta Lebih Penduduk Indonesia Menderita Gizi Buruk > Jakarta, Kamis > Berdasarkan data statistik kesehatan Departemen Kesehatan > (Depkes) tahun 2005, dari 241.973.879 penduduk Indonesia > sebanyak enam persen atau > sekitar 14.500.000 orang menderita gizi buruk. Sebagian > besar penderita gizi > buruk tersebut berusia di bawah lima tahun (Balita). > > "Jumlah itu lebih sedikit dari jumlah tahun-tahun > sebelumnya, sehingga meskipun sekarang hampir setiap hari > terjadi gizi buruk, > namun tidak setinggi kasus gizi buruk pada tahun 2003-2004 > sebagai imbas dari > krisis moneter," kata Kepala Pusat Kajian Pembangunan > Kesehatan Depkes, > Abdurachman, di Jakarta, Kamis (2/3). > > Abdurachman membenarkan kesehatan masyarakat Indonesia yang > semestinya menjadi prioritas pembangunan, baik di tingkat > nasional maupun > lokal, namun hingga kini pemerintah masih > mengesampingkannya. "Dalam tujuh > prioritas pembangunan tahun 2006, aspek kesehatan bangsa > tidak tersusun dengan > jelas, apalagi dalam rencana pembangunan jangka panjang > nasional (RPJPN) > 2005-2025," ujarnya. > > Menurut dia, aspek kesehatan memang belum berada di posisi > peringkat atas, meski derajat kesehatan masyarakat > Indonesia masih berada pada derajat > memprihatinkan. Hal tersebut dapat dilihat dari minimnya > alokasi anggaran untuk > bidang kesehatan. Alokasi anggaran kesehatan dalam APBN > 2006 sebesar Rp10,8 triliun, atau 2,9 persen dari > APBN. > > "Jumlah anggaran tersebut berada pada urutan ke enam di > bawah sektor lainnya seperti pendidikan, ekonomi, dan > layanan umum. Padahal > seharusnya alokasi anggaran kesehatan sekurang-kurangnya > lima persen dari APBN sesuai anjuran > WHO," jelasnya. > > Korban bertambah > > Sementara itu, jumlah penderita penyakit gizi buruk di > Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, sejak akhir > Desember 2005 hingga saat > ini terus bertambah dan dua orang penderita meninggal > dunia. Dua korban meninggal > merupakan bagian dari 12 orang bayi balita yang dipastikan > menderita gizi buruk > di Kotabaru. > > Kedua korban meninggal dunia yaitu Khusnul Khotimah (8) > warga jalan Wiramartas Rt.7 No.8 meninggal akhir 2005 dan > Hikmah (2) warga > Rampak meninggal dunia akhir Februari 2006 setelah sempat > dirawat di RSUD > Kotabaru kemudian dibawa paksa pulang oleh pihak keluarga. > > Sumber: > Ant > Penulis: > Nik > http://www.infoanda.com/linksfollow.php?lh=VgBRWlQBUA9f > > === > Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits > http://media-islam.or.id > > > > Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih > Bersih. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail.yahoo.com > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
