Kalau SMA di mana siswa sudah berumur 16 tahun dan aqidah Islam sudah tertanam 
masih mending.
Tapi bagaimana dengan anak SD umur 6 tahun kemudian setiap pagi sebelum belajar 
membaca doa yang tentunya secara Kristen?

Anak kecil itu tabiatnya suka meniru. Jadi kalau guru dan teman2 di depan, 
samping, dan belakangnya berdoa dengan cara Kristen, dia bisa ikut2an menirunya 
dengan berdoa kepada Tuhan Bapa, Tuhan Anak, dan Roh Kudus.

Jika itu yang terjadi, syiriklah anak tersebut. Berdosalah orang tua yang 
menyekolahkan anaknya. Syirik adalah dosa terbesar yang tidak diampuni oleh 
Allah. Sayang banyak ummat Islam yang menganggapnya remeh.

SesungguhnyaAllah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, 
dan
dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka
sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An Nisaa’:116]


 ===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id



----- Pesan Asli ----
> Dari: Setyo Wibowo <[email protected]>
> Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
> Terkirim: Kam, 14 Januari, 2010 15:18:38
> Judul: Re: [Is-lam] Haram Ummat Islam Menyekolahkan Anaknya di Sekolah 
> Kristen/Katholik
> 
> Temans,
> 
> * Saya setuju dengan Fatwa MUI tsb. Kalau ada sekolah Islam kenapa juga ke 
> sekolah Kristen. Sudah pasti banyak mudharatnya.
> * Tapi berdasarkan pengalaman pribadi, saya belum yakin betul dengan 
> efektivitas 
> sekolah sebagai lembaga kristenisasi. Ketika SMA dulu, saya di sekolah Jesuit 
> terkenal di Semarang. Dari informasi via facebook sekarang ini, 
> alhamdulillah, 
> belum terdengar temen2 Muslim yang saya kenal di sekolah tersebut menjadi 
> murtadin. Sebaliknya, saya malah mendengar beberapa teman katolik menjadi 
> Muslim.
> * Tentu saya tidak ingin menggeneralisasi pengalaman saya ini terjadi juga 
> pada 
> tempat dan waktu yg lain. Tapi saya kira kita juga perlu lebih cermat 
> menghubungkan sekolah kristen dengan penurunan jumlah populasi Muslim.
> 
> Wassalam,
> SW
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected] 
> [mailto:[email protected]] On Behalf Of A Nizami
> Sent: Thursday, January 14, 2010 2:29 PM
> To: Is-lam
> Subject: [Is-lam] Haram Ummat Islam Menyekolahkan Anaknya di Sekolah 
> Kristen/Katholik
> 
> Assalamu'alaikum wr wb,
> Sekedar mengingatkan.
> Baca juga FATWA MUI TENTANG HUKUM MENYEKOLAHKAN ANAK-ANAK MUSLIM DI 
> SEKOLAH-SEKOLAH KRISTEN :
> http://media-islam.or.id/2008/04/16/fatwa-mui-tentang-hukum-menyekolahkan-anak-anak-muslim-di-sekolah-sekolah-kristen
>  
> 
> 
> Kalau tulisan di bawah formatnya kurang enak dibaca, silahkan baca langsung 
> di:
> http://media-islam.or.id/2008/04/10/haram-ummat-islam-menyekolahkan-anaknya-di-sekolah-kristenkatholik
>  
> 
> 
> Bagi Sekolah Islam seperti SDIT kita berharap biayanya bisa terjangkau
> oleh ummat. Seandainya pun mahal semoga bisa dicicil atau ada
> keringanan bagi yang mampu. Sebab kenapa banyak orang Islam
> menyekolahkan anaknya di situ di antaranya karena ada fasilitas
> keringanan biaya. Bagi para aghniya Muslim yang punya kelebihan semoga
> mau membantu sekolah atau siswa Muslim yang kesulitan. Insya Allah,
> Allah juga akan memudahkan mereka di akhirat nanti.
> 
> Haram Ummat Islam Menyekolahkan Anaknya di Sekolah Kristen/Katholik
> Saat ini banyak orang Islam yang masih menyekolahkan anaknya di sekolah
> Kristen/Katholik meski ada sekolah Umum/Negeri dan Sekolah Islam Terpadu yang 
> mutunya baik.
> 
> Bagi orang Kristen/Katholik menyekolahkan anaknya di sekolah
> Kristen/Katholik wajar karena mereka ingin agar anaknya mendapat ilmu
> agama Kristen/Katholik yang cukup sehingga bisa jadi orang
> Kristen/Katholik
> yang baik. Nah kalau ada orang Islam yang menyekolahkan anaknya di
> situ, apa mereka ingin anaknya jadi orang Kristen/Katholik?
> Kalau
> sampai kejadian begitu, maka orang tuanyalah yang paling berdosa karena
> sengaja menaruh anaknya di sekolah Kristen/Katholik sehingga dididik
> sesuai ajaran agama tersebut..
> Umumnya
> orang Islam yang menyekolahkan anaknya di situ karena ingin anaknya
> disiplin atau berhasil dalam kehidupan dunia. Padahal di situ ajaran
> Kristen/Katholik diajarkan dengan intensif sehingga jadi norma,
> standar, dan roh sekolah tersebut. Dari situs Sabda.org dalam artikel
> ”Memaknai Relasi Gereja dengan Sekolah” yang ditulis Weinata Sairin
> disebut:
> ===
> Gereja
> juga harus terus-menerus memantau agar sekolah Kristen tidak terpenjara
> pada kekristenan simbolik, kekristenan ornamental.
> Artinya,
> sebuah kekristenan yang hanya dipresentasi melalui pengadaan kebaktian
> dan doa, pada hiasan-hiasan ayat Alkitab yang terpampang di dinding;
> tapi kekristenan yang menjadi norma, standar, roh dari kehidupan dalam
> sekolah tersebut..
> http://www.sabda.org/artikel/memaknai_relasi_gereja_dengan_sekolah 
> ===
> Di
> sekolah itu setiap hari para murid diajarkan dan disuruh berdoa. Doanya
> tentu ditujukan kepada Tuhan mereka: Tuhan Bapa, Tuhan Yesus, dan Roh
> Kudus.
> Padahal dalam Islam dijelaskan bahwa orang yang menganggap Isa itu Tuhan 
> adalah 
> kafir:
> “Sesungguhnya
> telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al
> Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani
> Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang
> mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan
> kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi
> orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” [Al Maa-idah:72]
> Syirik
> atau mempersekutukan Tuhan itu adalah dosa yang tidak terampuni. Ini
> adalah perkataan Allah SWT sendiri yang tertulis di dalam kitab suci Al
> Qur’an:
> “Sesungguhnya
> Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa
> yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
> Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat
> dosa yang besar.” [An Nisaa’:48]
> “Sesungguhnya
> Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan
> Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang
> dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan
> Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An
> Nisaa’:116]
> Di
> Majalah Gatra, Juni 2003 Sekjen MUI Din Syamsuddin menyatakan bahwa
> Sekolah-sekolah Kristen/Katholik merupakan alat pemurtadan siswa Muslim
> yang sekolah di sana. Dan ternyata menurut data statistik jumlah ummat
> Islam memang mengalami penurunan. Siswa Muslim yang sekolah di sekolah
> Kristen/Katholik mengaku terbiasa mendengar kebaktian dan misa:
> ===
> Aturan Lonjong Penangkal Murtad
> Muncul
> tuduhan, sekolah-sekolah itu menjadi media bagi pemurtadan siswa muslim
> yang bersekolah di sana. Tudingan ini secara gamblang diutarakan Din
> Syamsuddin, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia. Ia menyebut
> ada 1.300 anak muslim yang pindah agama di Yogyakarta karena bersekolah
> di sekolah katolik. ”Itu baru hasil penelitian di Yogya. Di tempat
> lain, saya tidak tahu,” katanya.
> Data
> statistik memang menunjukkan jumlah penganut Islam di beberapa daerah
> mengalami penurunan. Di Sulawesi Tenggara, misalnya, berdasarkan data
> di Badan Pusat Statistik, turunnya mencapai 1,88% dalam kurun waktu 10
> tahun. Jika tahun 1990 jumlah penduduk muslim mencapai 96,21 %, maka
> pada 2000 menjadi 94,33%.
> Pola
> pengajaran itu pula yang membuat Putri Werdiningsih, siswa muslimah di
> SMU Bopkri I Yogya, tak canggung mengikuti pelajaran religiusitas.
> Pelajar kelas dua beruisa 17 tahun ini juga mengaku terbiasa keluar
> masuk gereja untuk mendengar kebaktian dan misa.
> http://www.gatra.com/2003-06-17/artikel.php?id=29308 
> ===
> Inginkah orang tua itu anaknya menjadi murtad?
> Dalam Al Qur’an ummat Islam dilarang menjadikan orang kafir sebagai 
> wali/pemimpin mereka:
> ”Hai
> orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir
> menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu
> mengadakan alasan yang nyata bagi Allah untuk menyiksamu?” [An
> Nisaa’:144]
> Orang
> Islam yang menyekolahkan anaknya di sekolah Kristen/Katholik tentu
> sengaja mengambil orang-orang kafir sebagai wali bagi anak-anak mereka.
> Inginkah mereka disiksa oleh Allah?
> Seharusnya
> orang Islam sebagaimana orang Kristen dan Katholik mendidik anaknya
> dengan ajaran agamanya sendiri. Bukan ajaran agama lain. Dalam Islam
> para orang tua dianjurkan untuk mendidik anaknya dengan ajaran Islam...
> Luqman yang saleh pun dalam Al Qur’an mendidik anaknya ilmu Tauhid agar tidak 
> mempersekutukan Allah dengan yang lain:
> “Dan
> (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi
> pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan
> (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar
> kezaliman yang besar”.” [Luqman:13]
> Janganlah
> karena kita menghendaki dunia akhirnya kita sengsara mendapat siksa di
> neraka padahal akhirat itu lebih baik dan kekal.
> ”Kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” [Al A’laa:17]
> Mungkin
> ada yang beranggapan Sekolah Umum dan Sekolah Islam kurang baik (meski
> sebetulnya banyak juga yang baik). Kan ada POMG (Persatuan Orang Tua
> Murid dan Guru). Dia bisa mengusulkan perbaikan misalnya mengadakan
> Laboratorium Komputer dan Bahasa serta Ensiklopedi Digital dan Software
> Edukasi lainnya untuk peningkatan mutu pendidikan. Dia juga bisa
> mengusulkan pengadaan CCTV di sekolah untuk meningkatkan keamanan
> sekolah dari murid pengganggu atau pun penculik anak yang berkeliaran.
> Kalau
> dia punya uang lebih, misalnya pengusaha dengan penghasilan Rp 50 juta
> per bulan, jika iuran SPP hanya Rp 100 ribu dia jangan bayar segitu.
> Minimal dia harus bisa membayar 1% dari penghasilannya yaitu Rp 500
> ribu per bulan sehingga sekolah punya cukup dana untuk melakukan
> perbaikan sesuai usulannya. Dengan uang itu sekolah juga bisa memberi
> beasiswa anak miskin yang cerdas sehingga bisa jadi tempat bertanya
> bagi anaknya. Kalau perlu dia tidak cuma mengusulkan, tapi langsung
> membeli berbagai fasilitas yang diperlukan sekolah seperti Laboratorium
> Komputer dan sebagainya.
> ===
> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> http://media-islam.or.id 
> 
> 
> 
>       Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
> cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
> Dapatkan IE8 di sini!
> http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/ 
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard 
Pembuat Pingbox Online.. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke