Adnan Buyung: Kenapa Harus Takut sama SBY?

Laporan wartawan Persda Network Rachmat Hidayat

Minggu, 7 Februari 2010 | 14:04 WIB



Adnan Buyung Nasution.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden
(Wantimpres) Adnan Buyung Nasution secara tegas menyatakan tidak takut
dengan siapa pun dalam mengungkap kebenaran.

Dalam diskusi di Rumah Perubahan bertajuk "Memprediksi Rekomendasi Pansus
Century Apakah Demokrasi Terancam?", Minggu (7/2/2010), dirinya juga secara
tegas menyatakan tak pernah merasa takut dengan Presiden SBY, bahkan saat
masih menjabat anggota Wantimpres.

Apa yang diungkapkan Adnan Buyung terlontar saat salah seorang pengamat
politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens bertanya, apakah Pansus
Angket Kasus Bank Century DPR harus berani memanggil Presiden SBY. "Bisa
saja mengapa tidak?" kata Adnan Buyung.

"Kalau mau jujur, harus berani. Kenapa mesti takut dengan SBY. Saat menjadi
Wantimpres, saya tidak takut dengan SBY. Yang penting tujuannya buat bangsa
dan negara," katanya lagi.

Dalam diskusi, Adnan menyatakan setuju bahwa kebijakan memang tidak bisa
dipidanakan. Akan tetapi, bila kebijakan itu dipakai sebagai bungkus atau
cover niat untuk kepentingan-kepentingan tertentu, tentu menjadi lain. "Jika
benar untuk kepentingan Presiden SBY dan tim suksesnya, maka hal itu menjadi
haram dan salah," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Adnan Buyung juga menyindir institusi Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terkesan masih loyo. Dengan alasan, KPK
tidak pro-aktif terhadap Pansus.

"Kalau KPK melihat adanya pelanggaran dari hasil penyelidikan Pansus, maka
usut dan tangkap Sri Mulyani dan Boediono. Itu (pelanggaran) terlihat dari
periode merger dan rapat KSSK," imbuhnya.

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

 

<<attachment: image001.jpg>>

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke