peduli amatlah dgn ada/tidak adanya kesempatan. yg gampang saja nyolong itu 
nggak boleh. 
kalo jadi pedagang, ngurangi timbangan juga nggak boleh. apalagi bicara suka 
mencla-mencle 
spt kebykan pengacara yg demi mbelain klien krn dibayar tinggi utk bantu lepas 
hukum duniawi.

lha kita shalat, zakat, sedekah sampai bernasihat ... apa ya yakin itu 
diterima? embuh-lah. 
apa kita sdh sangat pahlawan lbh dr para mujahid karena telah lakukan ini-itu 
dan merasa 
bermanfaat kemaslahatan umat? semua itu embuh. yang penting jalani saja yg kita 
mampu.
gak ngejar predikat, kehormatan, martabat apalagi martabak. 

di masyarakat manapun, kalo org masih perhatian dgn sayang pd kita. 
Alhmadulillah, sedikitnya 
kita bukan pembuat ulah yg nyleneh. kalo hati masih diberi rasa tentram, gak 
takut neraka, 
gak takut mati, tapi punya rindu ketemu Allah dgn ridha, insya Allah itu.


salam,
Fahru

________________________________
From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sat, February 13, 2010 6:13:48 PM
Subject: Re: [Is-lam] (Every day dan Everyday) di Masjid Tabligh Doha Qatar

Nah itu dia Mas AlKhori, sy juga tdk tahu kenapa tdk dibukakan
kesempatan utk berkarir dlm instansi publik. Selain memang dari dulu
tdk ada minat kearah sana, mungkin kesempatan juga memang tdk lewat.
Kog ndilalah saya ternyata lebih interest dgn berwiraswasta. Di
instansi swasta pun sebetulnya juga ada praktek korupsi internal, tapi
kog ndilalah sy juga tdk tertarik dgn bidang-bidang yg berurusan dgn
masalah uang dan kekuasaan. Artinya, sy sendiri tak terdorong utk
masuk ke wilayah tsb. Reasoningnya bagaimana? saya pun juga tdk bisa
menjelaskannya, pokoknya ya gitu aja kejadiannya.

Sekarang coba kita kaji lagi ya Mas, siapa kira2 manusia normal yg tdk
mengerti sedemikan terbukanya kesempatan korupsi yg ada dilembaga2
publik di indonesia? Hampir sebagian besar tentu bisa mengira-ngira
akan hal itu. Dan profil seperti apa pula yg tergiur dan kemudian
menggebu-gebu utk menduduki kursi empuk berikut mengajak-ajak dan
memaksakan diri nyemplung ke situ?

Jadi sy rasa ini bukan masalah prestatif, namun masalah cocok dan tdk
cocok antara profil manusia dgn profil lingkungan dimana ia
ditempatkan. Untuk sy mungkin cool dgn berwiraswasta sedangkan jika
ada di lembaga pemerintah mungkin akan malah stress. Sedangkan bagi yg
lain mungkin malah stress jika berwiraswasta namun enjoy dgn
kenegeriannya. Sampai disini tdk ada problem dgn aturan main seperti
itu. Hal yg kemudian perlu menjadi kajian lebih lanjut adalah apakah
dgn ditempatkannya seseorang kedalam lingkungan yg cocok baginya itu
maka lantas membuat perilakunya akan menjadi merusak ataukah
memperbaiki keadaan keseluruhannya?

Uang trilyunan rupiah hilang tdklah berarti apa-apa jika memang tdk
dibutuhkan, namun uang seratus ribu bisa sangat merusak ketika itu
digunakan utk membeli hak suara. Kira-kira seperti itu Mas, jadi
sesuatu itu berawal dari itikadnya dan dari itikad itulah manusia
ditempatkan dlm situasi yg sesuai dgn apa yg diitikadkan tsb.... :-)

:)
Wassalam



2010/2/13 Alkhori M <[email protected]>:
> Mas Dewa,
>
> Ini ada sebuah pertanyaan yang sangat sederhana, apakah jabatan anda
> sekarang, apakah posisi anda ada melibatkan duit milyaran dan malahan
> triliun rupiah? Kalau jawabanya adalah benar dan juga sejujurnya anda tidak
> tergoda korupsi, maka saya ucapkan salut pada anda. Tapi kalau jawabanya
> adalah posisi anda tidak memungkin untuk korupsi dan sekarang memang anda
> tidak korupsi, nah itu tidak ANEH, karena belum ada kesempatan KORUPSI maka
> tidak KORUPSI itu hanyalah soal waktu saja.
>
> Tapi kalau saya DOELOE masih di Indonesia, begitu selesai kuliah di teknik
> sipil saya langsung kerja. Mula-mula kerja memang belum ada apa-apa-nya,
> tapi setelah itu, maka saya bergelimang dengan BUDGET MILYARAN, dulu kalau
> milyaran masih sangat besar sekali, karena dolar pada saat itu adalah 415
> berubah 900 berubah lagi ribuan. Alhamdulillah sejak saat itu saya terlibat
> duit milyaran dan hingga sekarang juga terlibat duit project, tapi sekali
> lagi alhamdulillah saya belum pernah membawa duit haram untuk NAFKAH
> keluarga kerumah. Pernah satu hari mereka memberi saya DUIT HARAM, saya
> terima setelah itu saya bagi-bagi pada fakir miskin.
>
> Bagaimana anda dewa apakah ada terlibat duit milyaran tapi tidak tergoda,
> atau tidak ada terlibat dana-dana project sehingga tidak ada yang hrs
> dikorupsi. Salam cooolll selalu, maaf kalau pertanyaan saya sedikit
> menggelitik?
>
> Alkhori M
> Al-Dhakhira Area, Villa No. 2
> Doha, State of Qatar
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]] On Behalf Of Dewa Gede
> Permana
> Sent: Saturday, February 13, 2010 8:41 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [Is-lam] (Every day dan Everyday) di Masjid Tabligh Doha Qatar
>
> Indonesia memang ramah, bahkan super ramah... sehingga tak heran jika
> begitu mudahnya terjadi perampokan harta kekayaan negara maupun
> kehilangan nilai2 luhur dan harga diri bangsa. Everyday is korupsi..
> bravo indonesia !
>
>
>
> 2010/2/13 Alkhori M <[email protected]>:
>> (Every day dan Everyday) di Masjid Tabligh Doha Qatar
>>
>> Membuat Hidup Lebih Bermakna?
>>
>>
>>
>> Kalau di Indonesia khususnya di Jakarta, kegiatan jamaah Tabligh ini
> adalah
>> di Masjid Kebon Jeruk dan kalau di Doha, State of Qatar, sekarang telah
>> terbangun sebuah Masjid yang cukup besar dan Megah dengan yang
> berlantai-3.
>> Untuk mengetahui bagaimana kehidupan jamaah tabligh dengan kehidupan biasa
>> lainya adalah sangat mudah dan sangat sederhana sekali. Ini semudah
>> seseorang yang membedakan kata-kata berikut yaitu: EVERY DAY dimana kata
>> tersebut ditulis terpisah yaitu EVERY dan DAY. Sementara yang satu lagi
>> adalah tulisanya bersambung yaitu EVERYDAY, keduanya bermakna SAMA yaitu
>> EVERY DAY artinya SETIAP HARI dan juga EVERYDAY juga bermakna SETIAP HARI.
>> Mengapa berbeda walau ARTINYA SAMA dan juga mengapa ditulis berbeda walau
>> ARTINYA SAMA yaitu EVERY DAY dan EVERYDAY. Tentu karena tulisan ini
> bukanlah
>> ditujukan untuk mengupas ENGLISH GRAMAR, silahkan saja dibaca dibuku
>> pelajaran bahasa Ingris.
>>
>>
>>
>>  Di Masjid Tabligh Doha Qatar Membuat Hidup Lebih Bermakna?
>>
>> Kembali ke topik diatas, walaupun tidak terlalu sering, tapi kalau ada
> waktu
>> luang, saya sempatkan untuk berjamaah di Masjid Tabligh Doha, State of
>> Qatar. Masjid ini terletak di daerah Industrial Area. Pada shalat Magrib
>> tsb, saya memperkirakan ada sekitar 10 000 orang jamaah, masya Allah,
> Allah
>> karim. Karena saya adalah muslim Indonesia yang ber-mazhab Syafei, maka
>> penampilan saya sengaja menonjolkan specific muslim Indonesia, maka setiap
>> orang yang melihat saya, mereka dengan ramahnya dan sambil tersenyum,
>> mengucapkan Indonesiyi, ucapan tersebut terasa ramah dan bersahabat.
>> Alhamdulillah memang kita di Dunia Muslim cukup di Kenal, mereka mengenal
>> kita sebagai jamaah yang ramah dan sopan dan santun. Insya Allah
> bersambung,
>> salam cool selalu dari Doha, State of Qatar.
>>
>>
>>
>> Alkhori M
>>
>> Al-Dhakhira Area, Villa No. 2
>>
>> Doha, State of Qatar
>>
>>
>>
>> _______________________________________________
>> Is-lam mailing list
>> [email protected]
>> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>>
>>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke