Rupanya andalah situkang BECAK ITU, hemmm sudah saya duga sebelumnya, pantas
saja. Maaf buang buang waktu menanggapi anda. Tapi sebagai penutup, baca
copas dari artikel tsb pada alinea terakhir yang telah di BOLD. Kalimat
terakhir buat anda Si TUKANG BECAK, kalau ingin memberikan tanggapan, baca
dulu yang lengkap, kalau sudah paham, baru berikan tanggapan, Kasihan deh lu
si TUKANG BECAK.

 

Suatu hari, anak saya, entah mengapa, terpancing EMOSInya, anak saya sangat
MARAH. Lantas saya katakan eh,. rupanya dirumah ini sudah ada TUKANG BECAK.
Lantas anak saya bertanya mana TUKANG BECAK? Siapa lagi kalau bukan KAMU,
ingatkan KETIKA kita naik becak di Medan . Dia terdiam.

Tapi akhirnya, saya katakan pada anak saya: tidak semua TUKANG BECAK BODOH,
ada juga yang pintar, kalau yang PINTAR mereka juga sudah tahu apa yang
disebut dengan IQ & EQ.

 

 

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

  _____  

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of AFR
Sent: Monday, March 08, 2010 3:26 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara
KepadaKebrutalan --c|

 

dialog yg juga tak mendidik buat anaknya sendiri. apa iya setiap penarik
becak dgn rendah 

penghasilan akan selalu disebut bodoh? apa iya setiap tukang becak selalu
ditempeli nasibi 

pemarah? dan kalo mau pinter cukup tahu apa itu IQ & EQ, gak perlu Qur'an &
hadist sebab 

pelajaran shalat, zakat & akhlak ul-karim dari para nabi2 terdahulu gak
tercantum ada disana.

 

ehm, 

kasihan kau anak .. punya bapak penyesat begitu.

 

 

salam,

Fahru

  _____  

From: Alkhori M <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, March 8, 2010 12:08:44 AM
Subject: [Is-lam] Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada
Kebrutalan

Suatu hari saya dan anak saya kami berdua lagi naik BECAK di Medan. Entah
mengapa tukang BECAK ini sangat SEMBRONO. Maka terjadi dialog sbb:

Anak saya (AS): Papa, koq tukang becak ini bodoh sekali ?

Saya (S): Tentu saja tukang becak ini bodoh, jawab saya

AS: Koq papa tahu dia (makksudnya tukang becak) itu bodoh

S: Lha,kalau dia pandai, tentu dia tidak jadi tukang becak.

 

Lagi asyik, kami chatting, ternyata ada mobil yang NGEREM tiba-tiba,
terdengarlah TUKANG BECAK tadi berteriak memaki-maki supir mobil, terlihat
beliau itu sangat EMOSI keluar kata-kata indah dari mulut TUKANG BECAK
tersebut, dan terjadi lagi dialog saya bersama anak saya.

 

AS: Papa mengapa TUKANG BECAK ini terlalu emosi, kata-kata tidak sopan untuk
didengar

S: TUKANG BECAK memang begitu hari-hari EMOSI melulu

AS: Mengapa TUKANG BECAK emosi melulu

S: Orang bodoh, memang begitu belum bisa mengontrol emosinya, maka dia akan
tetap jadi TUKANG BECAK

 

Suatu hari, anak saya, entah mengapa, terpancing EMOSInya, anak saya sangat
MARAH. Lantas saya katakan eh,. rupanya dirumah ini sudah ada TUKANG BECAK.
Lantas anak saya bertanya mana TUKANG BECAK? Siapa lagi kalau bukan KAMU,
ingatkan KETIKA kita naik becak di Medan . Dia terdiam.

Tapi akhirnya, saya katakan pada anak saya: tidak semua TUKANG BECAK BODOH,
ada juga yang pintar, kalau yang PINTAR mereka juga sudah tahu apa yang
disebut dengan IQ & EQ.

 

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

 

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke