Hehe… asal Mas Saidi mau bayar mahal aja ya. Saya kan dah ga kuat ngengkol, 
jadi hrs bikin mesin yg gegas dan ramah lingkungan; dan sampeyan yg mbiayai 
riset & development nya…. J

 

From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Saidi
Sent: Tuesday, March 09, 2010 9:19 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] Kepanikan Berasal Dari Kebodohan& 
BermuaraKepadaKebrutalan --c|

 

saya jadi penumpangnya, Kang Dewa jadi tukang becaknya yak...  hehehehe...  

----- Original Message ----- 

From: Dewa Gede Permana <mailto:[email protected]>  

To: [email protected] 

Sent: Monday, March 08, 2010 5:49 PM

Subject: Re: [Is-lam] Kepanikan Berasal Dari Kebodohan& 
BermuaraKepadaKebrutalan --c|

 

Usul, gimana kalo diadain becak antar propinsi…. Jakarta-Medan bisa brapa hari 
tuh.. hihii…

 

From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Syarif Hidayat
Sent: Monday, March 08, 2010 2:04 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & 
BermuaraKepadaKebrutalan --c|

 

Padahal kalau gak ada tukang becak, tidak akan ada pabrik becak dan 
karyawannya, tidak ada ibu2 belanja kepasar, tidak pasar, dst, dst, . Apa 
jadinya dunia ini tanpa tukang becak?!? Masih kah dibilang mereka bodoh, wah 
mungkin justru tukang becak lebih pintar dari Alkori.
Tukang becak menggunakan kendaraan tanpa polusi, ramah lingkungan. Sehat, tidak 
bising, tidak mahal. Coba bayangkan. Kalau seisi jakarta saja semua kendaraan 
bermotornya diganti becak! Tentu jalarta akan lebih sehat untuk kita dan anak 
cucu kita.

----- Original Message ----- 

From: AFR <mailto:[email protected]>  

To: [email protected] 

Sent: Monday, March 08, 2010 1:50 PM

Subject: Re: [Is-lam] Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & 
BermuaraKepadaKebrutalan --c|

 

tukang becak juga realistis cing, spt kata mas Saidi.

Alkhori pengen ta' gonceng pa piye?? ...   
<http://mail.yimg.com/a/i/mesg/tsmileys2/18.gif> 

 

 

sampeyan iku tuwek gak ngregani awake dewe, mas-mas.

mesakno aku ...

 

 

salam,
Fahru


  _____  


From: Alkhori M <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, March 8, 2010 9:33:30 AM
Subject: Re: [Is-lam] Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara 
KepadaKebrutalan --c|

Rupanya andalah situkang BECAK ITU, hemmm sudah saya duga sebelumnya, pantas 
saja. Maaf buang buang waktu menanggapi anda. Tapi sebagai penutup, baca copas 
dari artikel tsb pada alinea terakhir yang telah di BOLD. Kalimat terakhir buat 
anda Si TUKANG BECAK, kalau ingin memberikan tanggapan, baca dulu yang lengkap, 
kalau sudah paham, baru berikan tanggapan, Kasihan deh lu si TUKANG BECAK.

 

Suatu hari, anak saya, entah mengapa, terpancing EMOSInya, anak saya sangat 
MARAH. Lantas saya katakan eh,… rupanya dirumah ini sudah ada TUKANG BECAK. 
Lantas anak saya bertanya mana TUKANG BECAK? Siapa lagi kalau bukan KAMU, 
ingatkan KETIKA kita naik becak di Medan . Dia terdiam.

Tapi akhirnya, saya katakan pada anak saya: tidak semua TUKANG BECAK BODOH, ada 
juga yang pintar, kalau yang PINTAR mereka juga sudah tahu apa yang disebut 
dengan IQ & EQ.

 

 

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

  _____  

From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of AFR
Sent: Monday, March 08, 2010 3:26 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara 
KepadaKebrutalan --c|

 

dialog yg juga tak mendidik buat anaknya sendiri. apa iya setiap penarik becak 
dgn rendah 

penghasilan akan selalu disebut bodoh? apa iya setiap tukang becak selalu 
ditempeli nasibi 

pemarah? dan kalo mau pinter cukup tahu apa itu IQ & EQ, gak perlu Qur'an & 
hadist sebab 

pelajaran shalat, zakat & akhlak ul-karim dari para nabi2 terdahulu gak 
tercantum ada disana.

 

ehm, 

kasihan kau anak .. punya bapak penyesat begitu.

 

 

salam,

Fahru


  _____  


From: Alkhori M <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, March 8, 2010 12:08:44 AM
Subject: [Is-lam] Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan

Suatu hari saya dan anak saya kami berdua lagi naik BECAK di Medan. Entah 
mengapa tukang BECAK ini sangat SEMBRONO. Maka terjadi dialog sbb:

Anak saya (AS): Papa, koq tukang becak ini bodoh sekali ?

Saya (S): Tentu saja tukang becak ini bodoh, jawab saya

AS: Koq papa tahu dia (makksudnya tukang becak) itu bodoh

S: Lha,kalau dia pandai, tentu dia tidak jadi tukang becak.

 

Lagi asyik, kami chatting, ternyata ada mobil yang NGEREM tiba-tiba, 
terdengarlah TUKANG BECAK tadi berteriak memaki-maki supir mobil, terlihat 
beliau itu sangat EMOSI keluar kata-kata indah dari mulut TUKANG BECAK 
tersebut, dan terjadi lagi dialog saya bersama anak saya.

 

AS: Papa mengapa TUKANG BECAK ini terlalu emosi, kata-kata tidak sopan untuk 
didengar

S: TUKANG BECAK memang begitu hari-hari EMOSI melulu

AS: Mengapa TUKANG BECAK emosi melulu

S: Orang bodoh, memang begitu belum bisa mengontrol emosinya, maka dia akan 
tetap jadi TUKANG BECAK

 

Suatu hari, anak saya, entah mengapa, terpancing EMOSInya, anak saya sangat 
MARAH. Lantas saya katakan eh,… rupanya dirumah ini sudah ada TUKANG BECAK. 
Lantas anak saya bertanya mana TUKANG BECAK? Siapa lagi kalau bukan KAMU, 
ingatkan KETIKA kita naik becak di Medan . Dia terdiam.

Tapi akhirnya, saya katakan pada anak saya: tidak semua TUKANG BECAK BODOH, ada 
juga yang pintar, kalau yang PINTAR mereka juga sudah tahu apa yang disebut 
dengan IQ & EQ.

 

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

 

 

 

  _____  

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

  _____  

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke