Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan, lanjutan 2.
Kalau bercerita tentang TUKANG BECAK adalah cukup menarik. Suatu waktu saya juga di Medan, pada saat itu saya menginap di Darma Deli, Hotel. Dipilihnya hotel tersebut sebagai tempat penginapan, karena lokasi yang mudah kemana-mana. Pada saat itu saya terbelenggu di Hotel tersebut hampir seminggu. Memang hampir setiap tahun karena tugas, seminggu lamanya, pagi-pagi saya harus berpenampilan rapi, lengkap dengan DASI & JAS, maka saya harus berada dan tampil di ruang seminar, untuk sharing pengalaman yang cukup berat yaitu "Speedtronic MK-II & MK-IV Gas Control System" maklumlah namanya seminar sharing pengalaman, maka cukup banyak pertanyaan-pertanyaan yang menarik yang harus saya coba jawab, sehingga kalau sudah sore cukup kelelahan. Maka untuk me-release kebosanan ini, lagi-lagi si TUKANG BECAK adalah kawan yang setia untuk sekedar berjalan-jalan. Sehingga pada sore hari, kalau saya sudah berada didepan atau dipinggir jalan didepan hotel, si TUKANG BECAK yang sering saya gunakan, dengan gaya BATAK-nya mulai bertanya, KEMANA BANG KITA SORE INI JALAN-JALAN, saya melompat kedalam becak, saya katakan "BAWA SAJA KEMANA KAU SUKA" nanti kalau sudah maghrib usahakan kita balik atau dekat dengan Masjid. Begitulah kadang-kadang saya hingga larut malam bersama-sama TUKANG BECAK, macamlah kegiatan mereka ketika mangkal selagi menunggu datangnya REZEKI. Jadi kehidupan yang bertolak belakang itu ada beberapa kali dalam setahun saya lalui. Kalau pagi ber JAS & berDASI, kalau malamnya saya cari pengalaman dengan ikut nimbrung dengan si TUKANG BECAK. Suatu siang, didepan Darma Deli Hotel itu terdapat kantor pos dan lapangan merdeka medan. Waktu itu saya lagi berdiri-diri melihat FREE TRADING, wah rame sekali kalau siang mereka menjajakan dagangan mereka. Saya dekati ada yang lagi menjual jam, selintas saya tahu kalau jam tersebut adalah palsu. Saya katakan pada pembeli jangan beli itu jam palsu. Rupanya sipenjual 2 org anak muda, kelihatan EMOSI dan sangat marah pada saya, maka mereka berdua mendekati saya serta ingin menyerang, tapi entah dari mana tiba-tiba datang TUKANG BECAK dan langsung berhenti, mendorong 2 anak muda tadi. Melihat itu saya tersenyum, si TUKANG BECAK datang menghampiri saya, saya tidak kenal beliau, TUKANG BECAK berkata dengan logat MEDAN-nya "ABANG TIDAK APA APA BUKAN" sambil berkata pada kedua pemuda itu, AWAS KALIAN KALAU BERANI LAGI MENGGANGGU ABANG INI, tahu rasa nanti kalian. Alhamdulillah, rupanya si TUKANG BECAK yang tidak saya kenal tersebut adalah salah seorang tukang becak yang selalu mangkal di Darma Deli Hotel. Sehingga beliau kenal dengan saya dan berusaha memberikan bantuan. Frind in need is a friend in deed. Sipenjual kedua orang pemuda itu terlalu cepat EMOSI dan PANIK juga sesuai dengan judul diatas. Alkhori M Al-Dhakhira Area, Villa No. 2 Doha, State of Qatar ============================================================ Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan, Suatu hari saya dan anak saya kami berdua lagi naik BECAK di Medan. Entah mengapa tukang BECAK ini sangat SEMBRONO. Maka terjadi dialog sbb: Anak saya (AS): Papa, koq tukang becak ini bodoh sekali ? Saya (S): Tentu saja tukang becak ini bodoh, jawab saya AS: Koq papa tahu dia (makksudnya tukang becak) itu bodoh S: Lha,kalau dia pandai, tentu dia tidak jadi tukang becak. Lagi asyik, kami chatting, ternyata ada mobil yang NGEREM tiba-tiba, terdengarlah TUKANG BECAK tadi berteriak memaki-maki supir mobil, terlihat beliau itu sangat EMOSI keluar kata-kata indah dari mulut TUKANG BECAK tersebut, dan terjadi lagi dialog saya bersama anak saya. AS: Papa mengapa TUKANG BECAK ini terlalu emosi, kata-kata tidak sopan untuk didengar S: TUKANG BECAK memang begitu hari-hari EMOSI melulu AS: Mengapa TUKANG BECAK emosi melulu S: Orang bodoh, memang begitu belum bisa mengontrol emosinya, maka dia akan tetap jadi TUKANG BECAK Suatu hari, anak saya, entah mengapa, terpancing EMOSInya, anak saya sangat MARAH. Lantas saya katakan eh,. rupanya dirumah ini sudah ada TUKANG BECAK. Lantas anak saya bertanya mana TUKANG BECAK? Siapa lagi kalau bukan KAMU, ingatkan KETIKA kita naik becak di Medan. Dia terdiam. Tapi akhirnya, saya katakan pada anak saya: tidak semua TUKANG BECAK BODOH, ada juga yang pintar, kalau yang PINTAR mereka juga sudah tahu apa yang disebut dengan IQ & EQ. Alkhori M Al-Dhakhira Area, Villa No. 2 Doha, State of Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
