Keywordnya : PALSU.

Ternyata hampir semua orang tdk suka dengan yg palsu-palsu ato blasteran,
maunya yang asli-tulen.

Believe it or not, yg beredar disekitar kita banyak yg palsu, karena palsu
itu sekilas tampak indah dan memikat.

Sedangkan yg asli seperti terpendam dalam lumpur, mungkin cenderung
kelihatan biasa2 saja bungkus luarnya, tetapi enggan menampakkan diri.

 

 

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Alkhori M
Sent: Monday, March 08, 2010 10:14 AM
To: [email protected]
Subject: [Is-lam] Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada
Kebrutalan, lanjutan 2.

 

Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan, lanjutan 2.

Kalau bercerita tentang TUKANG BECAK adalah cukup menarik. Suatu waktu saya
juga di Medan, pada saat itu saya menginap di Darma Deli, Hotel. Dipilihnya
hotel tersebut sebagai tempat penginapan, karena lokasi yang mudah
kemana-mana. Pada saat itu saya terbelenggu di Hotel tersebut hampir
seminggu. Memang hampir setiap tahun karena tugas, seminggu lamanya,
pagi-pagi saya harus berpenampilan rapi, lengkap dengan DASI & JAS, maka
saya harus berada dan tampil di ruang seminar, untuk sharing pengalaman yang
cukup berat yaitu "Speedtronic MK-II & MK-IV Gas Control System" maklumlah
namanya seminar sharing pengalaman, maka cukup banyak pertanyaan-pertanyaan
yang menarik yang harus saya coba jawab, sehingga kalau sudah sore cukup
kelelahan. Maka untuk me-release kebosanan ini, lagi-lagi si TUKANG BECAK
adalah kawan yang setia untuk sekedar berjalan-jalan. Sehingga pada sore
hari, kalau saya sudah berada didepan atau dipinggir jalan didepan hotel, si
TUKANG BECAK yang sering saya gunakan, dengan gaya BATAK-nya mulai bertanya,
KEMANA BANG KITA SORE INI JALAN-JALAN, saya melompat kedalam becak, saya
katakan "BAWA SAJA KEMANA KAU SUKA" nanti kalau sudah maghrib usahakan kita
balik atau dekat dengan Masjid. Begitulah kadang-kadang saya hingga larut
malam bersama-sama TUKANG BECAK, macamlah kegiatan mereka ketika mangkal
selagi menunggu datangnya REZEKI. Jadi kehidupan yang bertolak belakang itu
ada beberapa kali dalam setahun saya lalui. Kalau pagi ber JAS & berDASI,
kalau malamnya saya cari pengalaman dengan ikut nimbrung dengan si TUKANG
BECAK.

Suatu siang, didepan Darma Deli Hotel itu terdapat kantor pos dan lapangan
merdeka medan. Waktu itu saya lagi berdiri-diri melihat FREE TRADING, wah
rame sekali kalau siang mereka menjajakan dagangan mereka. Saya dekati ada
yang lagi menjual jam, selintas saya tahu kalau jam tersebut adalah palsu.
Saya katakan pada pembeli jangan beli itu jam palsu. Rupanya sipenjual 2 org
anak muda, kelihatan EMOSI dan sangat marah pada saya, maka mereka berdua
mendekati saya serta ingin menyerang, tapi entah dari mana tiba-tiba datang
TUKANG BECAK dan langsung berhenti, mendorong 2 anak muda tadi. Melihat itu
saya tersenyum, si TUKANG BECAK datang menghampiri saya, saya tidak kenal
beliau, TUKANG BECAK berkata dengan logat MEDAN-nya "ABANG TIDAK APA APA
BUKAN" sambil berkata pada kedua pemuda itu, AWAS KALIAN KALAU BERANI LAGI
MENGGANGGU ABANG INI, tahu rasa nanti kalian. Alhamdulillah, rupanya si
TUKANG BECAK yang tidak saya kenal tersebut adalah salah seorang tukang
becak yang selalu mangkal di Darma Deli Hotel. Sehingga beliau kenal dengan
saya dan berusaha memberikan bantuan. Frind in need is a friend in deed.
Sipenjual kedua orang pemuda itu terlalu cepat EMOSI dan PANIK juga sesuai
dengan judul diatas.

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

============================================================

Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan,

Suatu hari saya dan anak saya kami berdua lagi naik BECAK di Medan. Entah
mengapa tukang BECAK ini sangat SEMBRONO. Maka terjadi dialog sbb:

Anak saya (AS): Papa, koq tukang becak ini bodoh sekali ?

Saya (S): Tentu saja tukang becak ini bodoh, jawab saya

AS: Koq papa tahu dia (makksudnya tukang becak) itu bodoh

S: Lha,kalau dia pandai, tentu dia tidak jadi tukang becak.

 

Lagi asyik, kami chatting, ternyata ada mobil yang NGEREM tiba-tiba,
terdengarlah TUKANG BECAK tadi berteriak memaki-maki supir mobil, terlihat
beliau itu sangat EMOSI keluar kata-kata indah dari mulut TUKANG BECAK
tersebut, dan terjadi lagi dialog saya bersama anak saya.

 

AS: Papa mengapa TUKANG BECAK ini terlalu emosi, kata-kata tidak sopan untuk
didengar

S: TUKANG BECAK memang begitu hari-hari EMOSI melulu

AS: Mengapa TUKANG BECAK emosi melulu

S: Orang bodoh, memang begitu belum bisa mengontrol emosinya, maka dia akan
tetap jadi TUKANG BECAK

 

Suatu hari, anak saya, entah mengapa, terpancing EMOSInya, anak saya sangat
MARAH. Lantas saya katakan eh,. rupanya dirumah ini sudah ada TUKANG BECAK.
Lantas anak saya bertanya mana TUKANG BECAK? Siapa lagi kalau bukan KAMU,
ingatkan KETIKA kita naik becak di Medan. Dia terdiam.

Tapi akhirnya, saya katakan pada anak saya: tidak semua TUKANG BECAK BODOH,
ada juga yang pintar, kalau yang PINTAR mereka juga sudah tahu apa yang
disebut dengan IQ & EQ.

 

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke