Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan, lanjutan 3

Seorang ibu tiba-tiba terkaget, karena didalam rumahnya entah darimana
muncul seekor ular, ular tersebut kecil saja. Maklumlah seorang ibu, belum
punya pengalaman dan belum tahu bagaimana cara terbaik jika menghadapi
situasi semacam itu, maka beliau panic dan berteriak-teriak,ULAR-ULAR
sehingga se-isi rumah jadi terkejut, maka ramai-ramai mengambil alat apa
saja dan memburu ular tersebut, maka dengan KEBRUTALAN matilah ular yang
malang tersebut. Taqdir memang, nasib seekor ular, entah mengapa tersesat
sehingga salah masuk kerumah seorang ibu dan menyebakan: Kepanikan Berasal
Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan, ya sudah nasibmulah oh ular
kecil. Jadi jika container kita kecil, maka baru diisi sedikit saja dengan
AIR maka container itu akan tumpah. Begitulah manusia karena KEBODOHAN tapi
OVER ACTING kadang-kadang bertindak apa yang disebut dengan PANIC
MANAGEMENT.

Pengalaman Dengan Tukang Becak di Kuala Simpang.

Hari dan tahunya sudah lupa, pada saat itu kami serombongan dengan tumpangan
Bus Perusahaan baru balik dari Medan menuju PTA, ketika itu kami baru
mengantarkan kawan yang baru kawin (KAWAN KAWIN) karena kelelahan saya duduk
dibelakang biar bisa TIDUR. Sopanya orang timur, saya berpikir kalau saya
duduk dibelakang kalau TERTIDUR dan SNORING tidak akan mengganggu orang
lain. Sewaktu melewati gunung-gunung kecil di Kuala Simpang, Bus kami hampir
menyerempet sebuah BECAK. (Becak Kuala Simpang biasa di loading kadang
sampai 4 orang). Bus berhenti dan pengemudi becak marah-marah alias EMOSI.
Karena bus berhenti saya jadi terbangun, saya tanyakan pada teman disamping
ada apa, itu dibawah Tukang Becak mengamuk dan marah-marah, sopir Bus jadi
tidak bisa melanjutkan Bus karena dihalangi tukang becak. Saya tanya apa
sudah lama, iya lama juga sudah beberapa menit, tukang becak marah terus dan
becaknya melintang di jalan.

Saya turun, saya juga sudah lupa apa yang saya UCAPKAN pada tukang becak
itu, tapi yang jelas Tukang becak tadi menjadi tenang dan tidak emosi lagi
setelah mendengarkan kata-kata yang saya ucapkan dan kami melanjutkan lagi
perjalanan kami. Kawan-kawan jadi bertanya, koq Tukang Becak jadi penurut
pada saya dan bertanya, pakai ilmu apa untuk menjinakan tukang becak. Simple
saja saya jawab, saya pakai teori sederhana dari "POSITIVE POWER INFLUENCE"
saya katakan lagi kehidupan tukang becak itu sederhana dan apa adanya, kalau
kita katakan FAKTA mereka akan TERIMA, lain dengan orang yang yang yang yang
serba TANGGUNG yang terus MENGGONGGONG menyalak tanpa ARAH karena terefleksi
sesuai dengan judul diatas "Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara
Kepada Kebrutalan", salam cool selalu dari AlDhakira.

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

=======================================================================

Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan, lanjutan 2.

Kalau bercerita tentang TUKANG BECAK adalah cukup menarik. Suatu waktu saya
juga di Medan, pada saat itu saya menginap di Darma Deli, Hotel. Dipilihnya
hotel tersebut sebagai tempat penginapan, karena lokasi yang mudah
kemana-mana. Pada saat itu saya terbelenggu di Hotel tersebut hampir
seminggu. Memang hampir setiap tahun karena tugas, seminggu lamanya,
pagi-pagi saya harus berpenampilan rapi, lengkap dengan DASI & JAS, maka
saya harus berada dan tampil di ruang seminar, untuk sharing pengalaman yang
cukup berat yaitu "Speedtronic MK-II & MK-IV Gas Control System" maklumlah
namanya seminar sharing pengalaman, maka cukup banyak pertanyaan-pertanyaan
yang menarik yang harus saya coba jawab, sehingga kalau sudah sore cukup
kelelahan. Maka untuk me-release kebosanan ini, lagi-lagi si TUKANG BECAK
adalah kawan yang setia untuk sekedar berjalan-jalan. Sehingga pada sore
hari, kalau saya sudah berada didepan atau dipinggir jalan didepan hotel, si
TUKANG BECAK yang sering saya gunakan, dengan gaya BATAK-nya mulai bertanya,
KEMANA BANG KITA SORE INI JALAN-JALAN, saya melompat kedalam becak, saya
katakan "BAWA SAJA KEMANA KAU SUKA" nanti kalau sudah maghrib usahakan kita
balik atau dekat dengan Masjid. Begitulah kadang-kadang saya hingga larut
malam bersama-sama TUKANG BECAK, macamlah kegiatan mereka ketika mangkal
selagi menunggu datangnya REZEKI. Jadi kehidupan yang bertolak belakang itu
ada beberapa kali dalam setahun saya lalui. Kalau pagi ber JAS & berDASI,
kalau malamnya saya cari pengalaman dengan ikut nimbrung dengan si TUKANG
BECAK.

Suatu siang, didepan Darma Deli Hotel itu terdapat kantor pos dan lapangan
merdeka medan. Waktu itu saya lagi berdiri-diri melihat FREE TRADING, wah
rame sekali kalau siang mereka menjajakan dagangan mereka. Saya dekati ada
yang lagi menjual jam, selintas saya tahu kalau jam tersebut adalah palsu.
Saya katakan pada pembeli jangan beli itu jam palsu. Rupanya sipenjual 2 org
anak muda, kelihatan EMOSI dan sangat marah pada saya, maka mereka berdua
mendekati saya serta ingin menyerang, tapi entah dari mana tiba-tiba datang
TUKANG BECAK dan langsung berhenti, mendorong 2 anak muda tadi. Melihat itu
saya tersenyum, si TUKANG BECAK datang menghampiri saya, saya tidak kenal
beliau, TUKANG BECAK berkata dengan logat MEDAN-nya "ABANG TIDAK APA APA
BUKAN" sambil berkata pada kedua pemuda itu, AWAS KALIAN KALAU BERANI LAGI
MENGGANGGU ABANG INI, tahu rasa nanti kalian. Alhamdulillah, rupanya si
TUKANG BECAK yang tidak saya kenal tersebut adalah salah seorang tukang
becak yang selalu mangkal di Darma Deli Hotel. Sehingga beliau kenal dengan
saya dan berusaha memberikan bantuan. Frind in need is a friend in deed.
Sipenjual kedua orang pemuda itu terlalu cepat EMOSI dan PANIK juga sesuai
dengan judul diatas.

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

============================================================

Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan,

Suatu hari saya dan anak saya kami berdua lagi naik BECAK di Medan. Entah
mengapa tukang BECAK ini sangat SEMBRONO. Maka terjadi dialog sbb:

Anak saya (AS): Papa, koq tukang becak ini bodoh sekali ?

Saya (S): Tentu saja tukang becak ini bodoh, jawab saya

AS: Koq papa tahu dia (makksudnya tukang becak) itu bodoh

S: Lha,kalau dia pandai, tentu dia tidak jadi tukang becak.

 

Lagi asyik, kami chatting, ternyata ada mobil yang NGEREM tiba-tiba,
terdengarlah TUKANG BECAK tadi berteriak memaki-maki supir mobil, terlihat
beliau itu sangat EMOSI keluar kata-kata indah dari mulut TUKANG BECAK
tersebut, dan terjadi lagi dialog saya bersama anak saya.

 

AS: Papa mengapa TUKANG BECAK ini terlalu emosi, kata-kata tidak sopan untuk
didengar

S: TUKANG BECAK memang begitu hari-hari EMOSI melulu

AS: Mengapa TUKANG BECAK emosi melulu

S: Orang bodoh, memang begitu belum bisa mengontrol emosinya, maka dia akan
tetap jadi TUKANG BECAK

 

Suatu hari, anak saya, entah mengapa, terpancing EMOSInya, anak saya sangat
MARAH. Lantas saya katakan eh,. rupanya dirumah ini sudah ada TUKANG BECAK.
Lantas anak saya bertanya mana TUKANG BECAK? Siapa lagi kalau bukan KAMU,
ingatkan KETIKA kita naik becak di Medan. Dia terdiam.

Tapi akhirnya, saya katakan pada anak saya: tidak semua TUKANG BECAK BODOH,
ada juga yang pintar, kalau yang PINTAR mereka juga sudah tahu apa yang
disebut dengan IQ & EQ.

 

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke