seliar-liarnya hewan mereka masih punya naluri utk menghindari komunitas manusia yg memang sdh ditaqdirkan perusak alam ini. namun kalo ular itu 'memaksa' memasuki habitat manusia lalu mati terbunuh, itu salah ular sendiri kenapa tidak menuruti instinct-nya? demikian analoginya ketika manusia memasuki wilayah yg liar itu dan tidak berpegang pd aturan baku (Islam), ya salah sendiri kalo tersesat & binasa. semua itu berjalan sesuai dgn sunatullah, TIDAK ADA yg bodoh! --- kalo perhatikan sisa2 fosil, konon dulu byk sekali makhluk2 besar ...-suarus2 gitulah. kenapa mereka musnah/dimusnahkan seblm Adam as?? cerita tafsiran. diasumsikan dimusnahkan sblm Adam a.s --> sebab pembentukan migas itu butuh waktu puluhan juta tahun (kata org geologi) shg tidak mungkin manusia ada bersamaan dgn mereka? apa mungkin makhluk2 yg besar masa itu juga musnah oleh tangan2 manusia? dgn modal batu? atw benacana alam yg sdh diskenariokan sedemikian rupa?
boleh jadi paparan org geologi & arkeologi benar ttg bencana alam apakah itu jatuhnya meteor atw yg lain. sementara dlm Islam hal spt itu disederhanakan sbg 'pewaris' alam. maksudnya penerima sesuatu yg mesti tersimpan duluyg dpt dimanfaatkan manusia. skrg tinggal yg hewan2 'kecil' seukuran gajah, paus .. dstnya dgn sifat keberingasan ala hewani. namun manusia, selian ditaqdirkan sbg penerima amanah, kekhalifahan di muka bumi ini, juga perusak. konsekuensinya hewan2 'kecil' itu pun dpt ditundukannya. cuma dongeng ... salam, Fahru ________________________________ From: Alkhori M <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, March 9, 2010 5:23:13 AM Subject: [Is-lam] Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan, lanjutan 3. Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan, lanjutan 3 Seorang ibu tiba-tiba terkaget, karena didalam rumahnya entah darimana muncul seekor ular, ular tersebut kecil saja. Maklumlah seorang ibu, belum punya pengalaman dan belum tahu bagaimana cara terbaik jika menghadapi situasi semacam itu, maka beliau panic dan berteriak-teriak,ULAR-ULAR sehingga se-isi rumah jadi terkejut, maka ramai-ramai mengambil alat apa saja dan memburu ular tersebut, maka dengan KEBRUTALAN matilah ular yang malang tersebut. Taqdir memang, nasib seekor ular, entah mengapa tersesat sehingga salah masuk kerumah seorang ibu dan menyebakan: Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan, ya sudah nasibmulah oh ular kecil. Jadi jika container kita kecil, maka baru diisi sedikit saja dengan AIR maka container itu akan tumpah. Begitulah manusia karena KEBODOHAN tapi OVER ACTING kadang-kadang bertindak apa yang disebut dengan PANIC MANAGEMENT. Pengalaman Dengan Tukang Becak di Kuala Simpang. Hari dan tahunya sudah lupa, pada saat itu kami serombongan dengan tumpangan Bus Perusahaan baru balik dari Medan menuju PTA, ketika itu kami baru mengantarkan kawan yang baru kawin (KAWAN KAWIN) karena kelelahan saya duduk dibelakang biar bisa TIDUR. Sopanya orang timur, saya berpikir kalau saya duduk dibelakang kalau TERTIDUR dan SNORING tidak akan mengganggu orang lain. Sewaktu melewati gunung-gunung kecil di Kuala Simpang, Bus kami hampir menyerempet sebuah BECAK. (Becak Kuala Simpang biasa di loading kadang sampai 4 orang). Bus berhenti dan pengemudi becak marah-marah alias EMOSI. Karena bus berhenti saya jadi terbangun, saya tanyakan pada teman disamping ada apa, itu dibawah Tukang Becak mengamuk dan marah-marah, sopir Bus jadi tidak bisa melanjutkan Bus karena dihalangi tukang becak. Saya tanya apa sudah lama, iya lama juga sudah beberapa menit, tukang becak marah terus dan becaknya melintang di jalan. Saya turun, saya juga sudah lupa apa yang saya UCAPKAN pada tukang becak itu, tapi yang jelas Tukang becak tadi menjadi tenang dan tidak emosi lagi setelah mendengarkan kata-kata yang saya ucapkan dan kami melanjutkan lagi perjalanan kami. Kawan-kawan jadi bertanya, koq Tukang Becak jadi penurut pada saya dan bertanya, pakai ilmu apa untuk menjinakan tukang becak. Simple saja saya jawab, saya pakai teori sederhana dari “POSITIVE POWER INFLUENCE” saya katakan lagi kehidupan tukang becak itu sederhana dan apa adanya, kalau kita katakan FAKTA mereka akan TERIMA, lain dengan orang yang yang yang yang serba TANGGUNG yang terus MENGGONGGONG menyalak tanpa ARAH karena terefleksi sesuai dengan judul diatas ”Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan”, salam cool selalu dari AlDhakira. Alkhori M Al-Dhakhira Area, Villa No. 2 Doha, State of Qatar ======================================================================= Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan, lanjutan 2. Kalau bercerita tentang TUKANG BECAK adalah cukup menarik. Suatu waktu saya juga di Medan , pada saat itu saya menginap di Darma Deli, Hotel. Dipilihnya hotel tersebut sebagai tempat penginapan, karena lokasi yang mudah kemana-mana. Pada saat itu saya terbelenggu di Hotel tersebut hampir seminggu. Memang hampir setiap tahun karena tugas, seminggu lamanya, pagi-pagi saya harus berpenampilan rapi, lengkap dengan DASI & JAS, maka saya harus berada dan tampil di ruang seminar, untuk sharing pengalaman yang cukup berat yaitu “Speedtronic MK-II & MK-IV Gas Control System” maklumlah namanya seminar sharing pengalaman, maka cukup banyak pertanyaan-pertanyaan yang menarik yang harus saya coba jawab, sehingga kalau sudah sore cukup kelelahan. Maka untuk me-release kebosanan ini, lagi-lagi si TUKANG BECAK adalah kawan yang setia untuk sekedar berjalan-jalan. Sehingga pada sore hari, kalau saya sudah berada didepan atau dipinggir jalan didepan hotel, si TUKANG BECAK yang sering saya gunakan, dengan gaya BATAK-nya mulai bertanya, KEMANA BANG KITA SORE INI JALAN-JALAN, saya melompat kedalam becak, saya katakan “BAWA SAJA KEMANA KAU SUKA” nanti kalau sudah maghrib usahakan kita balik atau dekat dengan Masjid. Begitulah kadang-kadang saya hingga larut malam bersama-sama TUKANG BECAK, macamlah kegiatan mereka ketika mangkal selagi menunggu datangnya REZEKI. Jadi kehidupan yang bertolak belakang itu ada beberapa kali dalam setahun saya lalui. Kalau pagi ber JAS & berDASI, kalau malamnya saya cari pengalaman dengan ikut nimbrung dengan si TUKANG BECAK. Suatu siang, didepan Darma Deli Hotel itu terdapat kantor pos dan lapangan merdeka medan . Waktu itu saya lagi berdiri-diri melihat FREE TRADING, wah rame sekali kalau siang mereka menjajakan dagangan mereka. Saya dekati ada yang lagi menjual jam, selintas saya tahu kalau jam tersebut adalah palsu. Saya katakan pada pembeli jangan beli itu jam palsu. Rupanya sipenjual 2 org anak muda, kelihatan EMOSI dan sangat marah pada saya, maka mereka berdua mendekati saya serta ingin menyerang, tapi entah dari mana tiba-tiba datang TUKANG BECAK dan langsung berhenti, mendorong 2 anak muda tadi. Melihat itu saya tersenyum, si TUKANG BECAK datang menghampiri saya, saya tidak kenal beliau, TUKANG BECAK berkata dengan logat MEDAN-nya “ABANG TIDAK APA APA BUKAN” sambil berkata pada kedua pemuda itu, AWAS KALIAN KALAU BERANI LAGI MENGGANGGU ABANG INI, tahu rasa nanti kalian. Alhamdulillah, rupanya si TUKANG BECAK yang tidak saya kenal tersebut adalah salah seorang tukang becak yang selalu mangkal di Darma Deli Hotel. Sehingga beliau kenal dengan saya dan berusaha memberikan bantuan. Frind in need is a friend in deed. Sipenjual kedua orang pemuda itu terlalu cepat EMOSI dan PANIK juga sesuai dengan judul diatas. Alkhori M Al-Dhakhira Area, Villa No. 2 Doha, State of Qatar ============================================================ Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan, Suatu hari saya dan anak saya kami berdua lagi naik BECAK di Medan. Entah mengapa tukang BECAK ini sangat SEMBRONO. Maka terjadi dialog sbb: Anak saya (AS): Papa, koq tukang becak ini bodoh sekali ? Saya (S): Tentu saja tukang becak ini bodoh, jawab saya AS: Koq papa tahu dia (makksudnya tukang becak) itu bodoh S: Lha,kalau dia pandai, tentu dia tidak jadi tukang becak. Lagi asyik, kami chatting, ternyata ada mobil yang NGEREM tiba-tiba, terdengarlah TUKANG BECAK tadi berteriak memaki-maki supir mobil, terlihat beliau itu sangat EMOSI keluar kata-kata indah dari mulut TUKANG BECAK tersebut, dan terjadi lagi dialog saya bersama anak saya. AS: Papa mengapa TUKANG BECAK ini terlalu emosi, kata-kata tidak sopan untuk didengar S: TUKANG BECAK memang begitu hari-hari EMOSI melulu AS: Mengapa TUKANG BECAK emosi melulu S: Orang bodoh, memang begitu belum bisa mengontrol emosinya, maka dia akan tetap jadi TUKANG BECAK Suatu hari, anak saya, entah mengapa, terpancing EMOSInya, anak saya sangat MARAH. Lantas saya katakan eh,… rupanya dirumah ini sudah ada TUKANG BECAK. Lantas anak saya bertanya mana TUKANG BECAK? Siapa lagi kalau bukan KAMU, ingatkan KETIKA kita naik becak di Medan . Dia terdiam. Tapi akhirnya, saya katakan pada anak saya: tidak semua TUKANG BECAK BODOH, ada juga yang pintar, kalau yang PINTAR mereka juga sudah tahu apa yang disebut dengan IQ & EQ. Alkhori M Al-Dhakhira Area, Villa No. 2 Doha, State of Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
