Kaum Muslimin Indonesia, hususnya para ' ulama teologinya atau kyai dan 
ajengan, harus mewaspadai adu-domba antara golongan politik dalam masyarakat 
Muslimin. Pengalaman yang lalu telah menunjukkan bagaimana pemerintah negara 
adikuasa abad 20 telah memperlambat perkembangan alami masyarakat Muslimin 
Indonesia melalui sistim kolonial dan setengah-kolonial yang hingga detik ini 
masih berlangsung. Realitas ini secara gamblang dijelaskan oleh Brad Simpson, 
asisten Prof Sejarah dan Peristiwa Internasional pada Princeton University dan 
penulis buku "Economist with Guns: Authoritarian Development and US-Indonesian 
Relations 1960-1968" (Stanford 2008) dan para ilmuwan sos-pol di Barat. Kita 
sendiri sangat perlu membaca Al-Quranu al-Karim kembali dan sunnah rasulullah 
Muhammad saw dalam membangun masyarakat Muslim di Madinah dengan referensi 
ijtihad abad 21.   


From: Dewa Gede Permana 
Sent: Thursday, March 18, 2010 3:23 AM
To: [email protected] 
Subject: Re: [Is-lam] Pesantren Jadi Benteng Antiterorisme


Semakin terorisme - antiterorisme secara frekwentif dimunculkan bersandingan 
dengan pembahasan agama, dlm ruang publik; apalagi oleh pejabat publik; maupun 
oleh tokoh-tokoh publik yg dianggap memiliki kharisma agama apapun, maka 
konsekwensi logisnya adalah semakin kuatnya pembentukan opini publik mengenai 
hubungan asosiatif antara tindakan terorisme dengan tindakan keberagamaan, 
meskipun secara esensial belum dapat ditemukan bukti2 absah dan kuat mengenai 
keterkaitan langsung antara kedua hal tersebut.

 

Didalam realitas kehidupan banyak sekali fenomena sosial yg senada dengan 
kejadian diatas, silahkan saja secara berjamaah memborbardir isu BBM akan naik, 
maka tak lama kemudian harga BBM akan naik beneran meskipun kajian ekonomi 
belum tentu mengisyaratkan akan hal itu. Begitupun ketika awal-awal diisukan 
bhw pansus century akan masuk angin, maka wajarlah jika kemudian muncul usaha2 
utk membuat pansus menjadi banjir kipas angin, media massa pun ikutan 
kipas-kipas. Begitu pula dgn isu-isu penggembosan KPK; semakin sebuah isu itu 
diperkuat oleh tokoh2 terkait maka peluang akan pembenaran terjadinya isu itu 
akan semakin meningkat, dan masyarakat luas pun, suka-tak suka, kemudian akan 
menerima begitu saja. Ternyata isu seringkali membentuk warna kehidupan 
manusia, dan dlm bahasa yg berbeda tdklah terlalu berlebihan jika isu-isu ini 
tak ubahnya dianggap sebagai TAHYUL, yaitu produk-produk pikiran yg masih belum 
terbukti namun kemudian dipercaya sebagai BENAR (WAJAR) dan kemudian 
terterapkan secara beramai-ramai dan akhirnya dapat diterima secara 
beramai-ramai pula.

 

JIka demikian, maka bangsa yg menyukai isu-isu atau yg mudah menerima isu tiada 
lain adalah bangsa yg masih akrab dengan tahyul. Rasio akan diwarnai oleh 
tahyul-tahyul, entah tahyul terorisme ataupun tahyul agama, atau kedua-duanya. 
Tentu saja ini hanya pendapat dari otak kadal saya saja, jadi ga usah diambil 
ati.. krn komentar inipun juga dipengaruhi oleh tahyul-tahyul di pikiran saya 
juga.

 

 

 

From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Alkhori M
Sent: Sunday, March 14, 2010 10:10 PM
To: [email protected]
Subject: [Is-lam] Pesantren Jadi Benteng Antiterorisme

 

Minggu, 14/03/2010 19:39 WIB
Menag: Pesantren Jadi Benteng Antiterorisme
Anwar Khumaini - detikNews

Magelang - Menteri Agama Suryadharma Ali mengharap seluruh pesantren dan 
madrasah di Indonesia menjadi benteng pencegah masuknya paham terorisme ke 
lembaga pendidikan Islam. Untuk merealisasikanya, Kementerian Agama terus 
melakukan pendekatan ke sejumlah pesantren. 
"Kita melakukan berbagai cara termasuk pendekatan ke pondok pesantren dan 
madrasah agar menjadi benteng pencegah masuknya terorisme," katanya Surya saat 
menghadiri peringatan maulid nabi di Ponpes Watucongol Muntilan, Jawa Tengah, 
dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (14/3/2010).
Menurut Surya,  Islam bertentangan dengan paham terorisme karena tidak 
mengajarkan perjuangan dengan cara kekerasan. Sedangkan, terorisme menghalalkan 
segala cara dalam perjuangan termasuk menghilangkan nyawa warga tak berdosa. 
Selain itu, dalam konsep perjuangan Islam, musuh dihadapi nyata dan jelas, 
sementara terorisme memiliki musuh tak jelas.
Karena itu, gerakan terorisme di Indonesia juga tidak mencerminkan aspirasi 
seluruh masyarakat muslim tanah air. Jumlah pendukung gerakan anarkis itu 
diperkirakan kurang dari setengah persen dari total populasi. "Tapi memang 
menjadi kelihatan karena menarik perhatian, maka jadi (isu) besar," kata Surya.
Pendidikan Agama Antiterorisme
Pemerintah tengah menyusun program pendidikan agama antiterorisme bagi 
narapidana. Hal itu dilakukan untuk memberantas tersebarnya paham terorisme 
yang bertentangan dengan ajaran Islam. Penyusunan program pendidikan juga 
bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama bagi narapidana. 
"Kami sedang membuat pendidikan agama di penjara untuk anak-anak, perempuan, 
dan laki-laki termasuk teroris," kata Surya.
Penyusunan program pendidikan agama bagi Napi penting dilakukan agar Napi 
pelaku tindak terorisme bisa kembali meyakini ajaran Islam sebenarya yang 
damai. Selain itu, memang terdapat kebutuhan mendalami agama bagi Napi. 
"Idealnya mereka harus kembali (ke ajaran Islam)," katanya.
Surya juga menyebutkan, pelaksanaan pendidikan agama di penjara menjadi semakin 
penting untuk mengatasi penyebaran pemahaman ajaran Islam sempalan. Saat ini, 
terdapat sejumlah kelompok mengatasnamakan Islam, tapi ajaran dijalankan 
bertentangan dengan Islam. "Antara lain di Kuningan ada aliran yang kalau kaum 
ibu mau suci harus mau ditiduri oleh imamnya. Ini jelas aliran sesat. Ada juga 
yang mengaku Islam, tapi salat cukup satu kali sehari, kiblatnya ke selatan, 
dan bayar Rp 4 juta untuk masuk surga," pungkas Menag. (anw/anw) 
Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

 



--------------------------------------------------------------------------------


_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke