Makanya keliru jika kita berharap banyak pada orang2 kafir.
Sebaiknya kita fokus pada diri sendiri dan berusaha membangun kekuatan dan
persaudaraan di antara kita.
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi
dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu)
kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang
kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu
nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu
tidak akan dianiaya (dirugikan)." [Al Anfaal 60]
===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id
Milis Ekonomi Nasional: [email protected]
--- Pada Kam, 18/3/10, Saidi <[email protected]> menulis:
Dari: Saidi <[email protected]>
Judul: [Is-lam] Fw: Obama: AS dan Israel Punya Ikatan Khusus yang Tak Akan
Hilang
Kepada: "[is-lam]" <[email protected]>
Tanggal: Kamis, 18 Maret, 2010, 7:01 PM
-----
Original Message -----
From: DR Kurniawan
Sent: Friday, March 19, 2010 8:12 AM
Subject: Obama: AS dan Israel Punya Ikatan Khusus yang Tak
Akan Hilang
Obama: AS dan Israel Punya Ikatan Khusus yang Tak Akan Hilang
Washington - Rencana Israel untuk membangun pemukiman
Yahudi di dekat Yerusalem Timur mengundang kecaman dari sekutu terdekatnya,
Amerika Serikat (AS). Namun ditegaskan Presiden AS Barack Obama, masalah itu
tidak sampai menimbulkan krisis dengan Israel.
“Israel merupakan salah satu sekutu terdekat kami. Kami dan rakyat Israel
memiliki ikatan khusus yang tak akan hilang,” kata Obama dalam wawancara di
Fox News seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis
(18/3/2010).
“Namun teman akan berselisih kadang-kadang,” imbuh Obama.
Israel sempat menimbulkan ketegangan dengan pemerintahan Obama pekan lalu
ketika mengumumkan rencananya untuk membangun 1.600 rumah baru untuk warga
Yahudi di dekat Yerusalem timur.
Rencana yang menimbulkan kemarahan rakyat Palestina itu diumumkan Kementerian
Dalam Negeri Israel saat Wakil Presiden AS Joe Biden sedang berkunjung ke
Israel.
Saat itu Biden langsung mengecam keras pemerintah Israel. Pejabat kementerian
Israel pun kemudian meminta maaf atas hal itu.
Dikatakan Obama, dirinya mengutus Biden untuk mencoba memulai kembali
pembicaraan damai antara Israel dan Palestina. “Namun ada perselisihan
menyangkut bagaimana kita bisa melanjutkan proses perdamaian ini,” tutur
Obama.
“Tindakan yang diambil menteri dalam negeri di Israel itu tidak berguna untuk
proses itu. Perdana Menteri (Benjamin) Netanyahu mengakui hal itu dan meminta
maaf untuk itu,” kata Obama.
Pemerintah Israel menganggap seluruh Yerusalem termasuk sektor timur yang
dikuasainya 43 tahun silam, sebagai ibukota negeri Yahudi itu. Namun Palestina
menginginkan Yerusalem Timur menjadi ibukota negara yang mereka harapkan untuk
didirikan di Tepi Barat dan Jalur Gaza. (detik.com, 18/3/2010)
-----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
"Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!
http://id.mail.yahoo.com"_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam