member isnet yg shalih/shalihah, jujur saja saya gak pengen admin menendangnya keluar dgn cela, biarkan dia aja keluar dgn sendirinya. saya ingin amalkan saja bgmana hukum qishash berlaku: nyawa balas nyawa ---> hasud balas hasud. terutama pd tulisan2 yg nyeleneh.
hmm, psycho war ... salam, Fahru ________________________________ From: A Nizami <[email protected]> To: [email protected]; [email protected] Sent: Sat, March 20, 2010 8:37:39 PM Subject: Re: [Is-lam] Salah METHODE Dalam Pemahaman Ajaran AGAMA, Menganggap DIRI SENDIRI PALING BENAR, AkhirnyaJadi TERORIS Sepertinya Ulil mengirim "duta besarnya" ke milis Is-lam ini...:) === Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id Milis Ekonomi Nasional: [email protected] --- Pada Sab, 20/3/10, AFR <[email protected]> menulis: >Dari: AFR <[email protected]> >Judul: Re: [Is-lam] Salah METHODE Dalam Pemahaman Ajaran AGAMA, Menganggap >DIRI SENDIRI PALING BENAR, AkhirnyaJadi TERORIS >Kepada: [email protected], [email protected] >Tanggal: Sabtu, 20 Maret, 2010, 6:14 AM > > >kalo meguru sama sampeyan ya pasti salah mas ... > >Fahru > > ________________________________ From: Alkhori M <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Sat, March 20, 2010 11:38:25 AM >Subject: [Is-lam] Salah METHODE Dalam Pemahaman Ajaran AGAMA, Menganggap DIRI >SENDIRI PALING BENAR, AkhirnyaJadi TERORIS > > > > > >> >Salah METHODE Dalam >Pemahaman Ajaran AGAMA, Menganggap DIRI SENDIRI PALING BENAR, >Akhirnya Jadi Teroris > >Seorang rektor sebuah Perguruan Tinggi >Islam, pada sebuah acara Silaturahmi pada acara PESANTREN KILAT pernah >mengangkat sebuah issue, beliau >mengatakan betapa pentingnya methode pengajaran yang BENAR sehingga tidak >menimbulkan EKSES EKSTREMIS pada anak-anak DIDIK dalam proses BELAJAR – >MENGAJAR terutama dalam kaitanya dengan PESANTREN KILAT. Sang Rektor tersebut >specialisasinya adalah Tharbiyah >alias Phd. dalam bidang Pendidikan sehingga beliau adalah ahli dalam bidang >pendidikan. Sehingga methode yang digunakan adalah sangat menentukan arah dari >sebuah pembentukan SIKAP dari anak >didik tersebut. Apabila terjadi salah methode adalah bisa bersikap FATAL yang >akhirnya dari tahap awal bisa menganggap >DIRI SENDIRI PALING BENAR akan >bermuara pada SIKAP YANG EKSTREMIST >dan akhirnya MELETUP MELAHIRKAN TERORIS, >Masya Allah demikian penting methode dari sebuah proses belajar mengajar. >Sehingga >seorang Andi Arief yang Prof. Dr. berlatang belakang pendidikan juga >mengatakan, bedanya mengajar dan mendidik adalah mendidik akan terbentuk sebuah >SIKAP atau mendidik akan terjadi >perubahan SIKAP dari seorang anak >didik. > >Kembali pada rektor Perguruan Tinggi Islam >tersebut: Beliau mengatakan, jangan sampai terjadi setelah Pesantren Kilat >“Jangan Sampai Terjadi Pada Anak Didik, Kalau >Tidak Sama Dengan Apa Yang Dipelajari Akan Dianggap Musuh Semua”. >Sewaktu saya mempelajari FIQIH MUQARRAN disitu >terlihat jelas bahwa, walau ayat al-Qur’an yang dipakai sebagai rujukan >adalah AYAT YANG SAMA, TAPI HASIL FIQIHNYA >BERBEDA, contoh yang kontemporar adalah STATUS WUDHUK JIKA BERSENTUH LAKI & >WANITA terdapat dua >pendapat yaitu BATHAL dan TIDAK BATHAL. > >Kesimpulanya adalah HARGAI PERBEDAAN, jika ada yang selalu GRUSA-GRUSU itu >mungkin penyebabnya adalah SALAH METHODE sewaktu belajar AGAMA, sehingga >muncullah GENERASI YANG MENGANGGAP DIRI SENDIRI PALING BENAR, AKHIRNYA >MELETUP MENJADI TERORIS. > >Salam cool selalu dari Qatar, Iqra’, Iqra’ dan >Iqralah lagi Al-Qur’an Dan As-Sunnah sesuai tuntunan Rasulullah. > >Alkhori M >Al-Dhakhira Area, Villa No. 2 >Doha, >State of Qatar > > >-----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan----- > > >_______________________________________________ >Is-lam mailing list >[email protected] >http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > ________________________________ Wajib militer di Indonesia? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
