itulah Mas, pemerintah via media lebih fokus gembar-gembor pada mslh 
datang-tidak nya, sedangkan isi/maksud kedatangannya, lantas apa topik2 utama 
yg hendak dinegoisasikan justru kurang mendapat sorotan dari media, entah ini 
disengaja ataupun tidak. Secara teoritis diketahui bhw informasi yg lebih detil 
dan akurat akan cenderung memudahkan publik dlm pembentukan homogenitas sikap 
sosial, sedangkan ketidak akuratan informasi akan dpt menghambat homogenitas 
sikap ini. Dan yg paling ditakuti oleh para pemimpin dimanapun adalah 
menggumpalnya sikap sosial sebagian besar rakyatnya ke satu kutub yang 
berseberangan dengan sikap yg diambil oleh para pemimpinnya. Barangkali 
teknik-teknik semacam ini yg digunakan oleh para pemimpin utk mengatasi 
gangguan, yaitu dengan membiarkan meluasnya sikap pro-kontra didlm 
masyarakatnya sehingga terhindar utk menjadi titik fokus utama, yg penting 
acaranya jalan terussss… J

 

Indonesia sudah kenyang dengan gelagat semacam ini sejak era orde baru, 
sehingga cukup pantas jika kita dilabel sbg bangsa yg pelupa, mudah melupakan 
masalah dan sekaligus pemaaf. Memang perbuatan memaafkan kesalahan orang lain 
adalah salah satu perbuatan mulia, akan tetapi perbuatan melupakan dan 
memaafkan kesalahan diri sendiri sy kira hanyalah sebuah bentuk pembodohan diri 
saja. Mudah2an dengan semakin terbukanya akses-akses sumber informasi akan 
semakin membuka mata bagi masyarakat utk tidak lagi mudah terjerumus dan 
tertipu oleh strategi para pemimpinnya utk berkutat dengan sikap pro-kontra 
saja lantas lupakan semua. “Jasmerah” kata Bung Karno…. Jangan sekali-kali 
melupakan sejarah.

 

btw, kalo gak salah dari 6 butir topik yg akan dibicarakan itu salah satunya 
memang masalah kerjasama bidang pertahanan seperti yg sampeyan bilang… J

 

From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of AFR
Sent: Saturday, March 20, 2010 8:11 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] RI pahami penundaan Obama

 

penuhanan terhadap taghut terlihat jelas. 
demi dibukanya boikot spare part peralatan tempur?


salam,
Fahru

  _____  

From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sat, March 20, 2010 2:59:28 AM
Subject: [Is-lam] RI pahami penundaan Obama

sulit kiranya utk tidak mempercayai bhw Obama telah dijadikan sbg sosok yg 
“sangat ruarrr biasa” bagi para pejabat pemerintah RI. Sampai2 SBY pun sibuk 
membangun opini positif ttg diri pribadi Obama demi menetralisir opini negatif 
yg muncul terkait arogansi dan heroisme amrik di berbagai wilayah berkonflik. 
Lantas bagaimana dengan tokoh perjuangan made in lokal seperti Soekarno, 
Soedirman, Kartini, Ki Hajar Dewantara, Dr. Soetomo, dst.. dst.. ? 

 

Sebagian org mungkin sdh tahu bhw Obama tdklah identik dgn amrik, dan sebagai 
presiden tentu sedikit-banyak akan tetap terwarisi oleh kebijakan politik dari 
presiden2 pendahulunya. Namun sebagai pribadi belia, dia cukup kuat dan 
tangguh, seorang pemimpin yg hebat bagi rakyat amrik sehingga urusan reformasi 
kesehatan dalam negeri tentu akan lebih diutamakan daripada mlancong 
kesana-kemari, termasuk ke Indonesia. Sedangkan SBY ? kalo kemarin milih 
menteri kesehatan aja pakai teknik bingung, apalagi ngurusi jaminan kesehatan 
rakyatnya sendiri, meskipun sudah punya pengalaman 1 periode sebelumnya tetep 
aja fokusnya blom begitu jelas. Cape deh punya presiden perlente, melow, 
citraistik (istilah baru neh), dan sensitif kayak ulat bulu, senggol dikit 
mengkerut... 

 

 

http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2010/03/100319_martyobama.shtml

 

RI pahami penundaan Obama

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan memahami pembatalan kunjungan 
resmi Presiden AS Barack Obama ke Indonesia.

Obama menjadwalkan kunjungan akan dilaksanakan bulan Juni.

Indonesia berhadap tertundanya kunjungan Obama tidak akan berdampak negatif 
bagi Indonesia.

Pemerintah Indonesia, lanjut Marty, sebenarnya sudah menawarkan perubahan 
jadwal kunjungan ke bulan Juni setelah sebelumnya terjadi perubahan jadwal.

Namun, saat itu pemerintah Amerika masih yakin kunjungan Obama masih bisa 
terlaksana.

Marty menambahkan batalnya kunjungan Obama ini tidak menimbulkan dampak negatif 
bagi Indonesia meski sejumlah dokumen kerja sama di bidang investasi dan 
teknologi juga urung ditandatangani kedua negara.

Menurut rencana, kunjungan Obama ke Indonesia dan Australia akan dilakukan pada 
bulan Juni mendatang.

Dan, karena saat itu berbarengan dengan liburan musim panas, maka diharapkan 
ibu negara Michelle Obama dan kedua putri sang presiden bisa ikut dalam 
kunjungan nanti.

Jurubicara Gedung Putih mengatakan Obama telah menelefon Presiden RI Susilo 
Yudhoyono dan akan menghubungi PM Australia Kevin Rudd mengenai penundaan.

"Kami sangat menyesalkan penangguhan kunjungan," kata jurubicara Gedung Putih 
Robert Gibss.

Gibbs menambahkan, "lolosnya asuransi reformasi kesehatan sangat penting dan 
presiden bertekad untuk memastikan perjuangan berhasil."

Obama semula dijadwalkan berada di Indonesia mulai 19 sampai 23 Maret kemudian 
diundur menjadi 22 sampai 24 Maret. Selama di Indonesia Obama akan bertemu 
dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta para tokoh agama dan bisnis 
serta anggota masyarakat lainnya.

 

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke