Karena di TV Indonesia lagi seru-seru-nya per-BURUAN teroris, maka topik ini
dikirim ulang setelah diadakan sedikit koreksi redaksi. Timbul pertanyaan,
yang manakah yang disebut TERORIS? Apakah POLISI sebagai TERORIS ataukah
Rakyat yang dikejar alias DPO tersebut sebagai TERORIS? Merekalah yang tahu
dan yang bisa menjawab secara pasti dan benar.

 

Salah METHODE Dalam Pemahaman Ajaran AGAMA, Menganggap DIRI SENDIRI PALING
BENAR, Akhirnya Bisa Jadi TERORIS

 

Seorang rektor sebuah Perguruan Tinggi Islam, pada sebuah acara Silaturahmi
pada acara PESANTREN KILAT pernah mengangkat sebuah issue, beliau mengatakan
betapa pentingnya sebuah methode pengajaran yang BENAR sehingga tidak
menimbulkan EKSES EKSTREMIS pada anak-anak DIDIK dalam proses BELAJAR -
MENGAJAR terutama dalam kaitanya dengan PESANTREN KILAT. Sang Rektor
tersebut specialisasinya adalah Tharbiyah alias Phd. dalam bidang Pendidikan
sehingga beliau adalah ahli dalam bidang pendidikan. Sehingga methode yang
digunakan adalah sangat menentukan arah dari sebuah pembentukan SIKAP dari
anak didik tersebut. Apabila terjadi salah memilih methode ini akhirnya bisa
bersikap FATAL yang akhirnya dari tahap awal bisa menganggap DIRI SENDIRI
PALING BENAR akan bermuara pada SIKAP YANG EKSTREMIST dan akhirnya bisa
MELETUP MELAHIRKAN TERORIS, Masya Allah demikian pentingnya sebuah methode
dari sebuah proses belajar mengajar. Sehingga seorang Arief Rahman yang
Prof. Dr. berlatang belakang pendidikan juga mengatakan, bedanya antara
mengajar dan mendidik adalah mendidik akan terbentuk sebuah SIKAP atau
mendidik akan terjadi perubahan SIKAP dari seorang anak didik.

 

Kembali pada rektor Perguruan Tinggi Islam tersebut: Beliau mengatakan,
jangan sampai terjadi setelah Pesantren Kilat "Jangan Sampai Terjadi Pada
Anak Didik, Kalau Tidak Sama Dengan Apa Yang Dipelajari Akan Dianggap Musuh
Semua". Sewaktu saya mempelajari FIQIH MUQARRAN disitu terlihat jelas bahwa,
walau ayat al-Qur'an yang dipakai sebagai rujukan adalah AYAT YANG SAMA,
TAPI HASIL FIQIHNYA BISA BERBEDA, contoh yang kontemporar adalah STATUS
WUDHUK JIKA BERSENTUH LAKI & WANITA terdapat dua pendapat yaitu BATHAL dan
TIDAK BATHAL.

 

Kesimpulanya adalah HARGAI PERBEDAAN, jika ada yang selalu GRUSA-GRUSU itu
mungkin penyebabnya adalah SALAH METHODE sewaktu belajar AGAMA, sehingga
muncullah GENERASI YANG MENGANGGAP DIRI SENDIRI PALING BENAR, AKHIRNYA BISA
MELETUP MENJADI TERORIS.

 

Salam cool selalu dari Qatar, Iqra', Iqra' dan Iqralah lagi Al-Qur'an Dan
As-Sunnah sesuai tuntunan Rasulullah.

 

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke