Wah, keren, saya coba-coba konversi tulisannya Alkhory ke Font "AMGDT",. hasilnya memang menarik,....
----- Original Message ----- From: Alkhori M To: [email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; [email protected] Sent: Tuesday, March 23, 2010 12:42 AM Subject: [Is-lam] Salah METHODE Dalam Pemahaman Ajaran AGAMA, Menganggap DIRI SENDIRI PALING BENAR, Akhirnya Bisa Jadi TERORIS Karena di TV Indonesia lagi seru-seru-nya per-BURUAN teroris, maka topik ini dikirim ulang setelah diadakan sedikit koreksi redaksi. Timbul pertanyaan, yang manakah yang disebut TERORIS? Apakah POLISI sebagai TERORIS ataukah Rakyat yang dikejar alias DPO tersebut sebagai TERORIS? Merekalah yang tahu dan yang bisa menjawab secara pasti dan benar. Salah METHODE Dalam Pemahaman Ajaran AGAMA, Menganggap DIRI SENDIRI PALING BENAR, Akhirnya Bisa Jadi TERORIS Seorang rektor sebuah Perguruan Tinggi Islam, pada sebuah acara Silaturahmi pada acara PESANTREN KILAT pernah mengangkat sebuah issue, beliau mengatakan betapa pentingnya sebuah methode pengajaran yang BENAR sehingga tidak menimbulkan EKSES EKSTREMIS pada anak-anak DIDIK dalam proses BELAJAR - MENGAJAR terutama dalam kaitanya dengan PESANTREN KILAT. Sang Rektor tersebut specialisasinya adalah Tharbiyah alias Phd. dalam bidang Pendidikan sehingga beliau adalah ahli dalam bidang pendidikan. Sehingga methode yang digunakan adalah sangat menentukan arah dari sebuah pembentukan SIKAP dari anak didik tersebut. Apabila terjadi salah memilih methode ini akhirnya bisa bersikap FATAL yang akhirnya dari tahap awal bisa menganggap DIRI SENDIRI PALING BENAR akan bermuara pada SIKAP YANG EKSTREMIST dan akhirnya bisa MELETUP MELAHIRKAN TERORIS, Masya Allah demikian pentingnya sebuah methode dari sebuah proses belajar mengajar. Sehingga seorang Arief Rahman yang Prof. Dr. berlatang belakang pendidikan juga mengatakan, bedanya antara mengajar dan mendidik adalah mendidik akan terbentuk sebuah SIKAP atau mendidik akan terjadi perubahan SIKAP dari seorang anak didik. Kembali pada rektor Perguruan Tinggi Islam tersebut: Beliau mengatakan, jangan sampai terjadi setelah Pesantren Kilat "Jangan Sampai Terjadi Pada Anak Didik, Kalau Tidak Sama Dengan Apa Yang Dipelajari Akan Dianggap Musuh Semua". Sewaktu saya mempelajari FIQIH MUQARRAN disitu terlihat jelas bahwa, walau ayat al-Qur'an yang dipakai sebagai rujukan adalah AYAT YANG SAMA, TAPI HASIL FIQIHNYA BISA BERBEDA, contoh yang kontemporar adalah STATUS WUDHUK JIKA BERSENTUH LAKI & WANITA terdapat dua pendapat yaitu BATHAL dan TIDAK BATHAL. Kesimpulanya adalah HARGAI PERBEDAAN, jika ada yang selalu GRUSA-GRUSU itu mungkin penyebabnya adalah SALAH METHODE sewaktu belajar AGAMA, sehingga muncullah GENERASI YANG MENGANGGAP DIRI SENDIRI PALING BENAR, AKHIRNYA BISA MELETUP MENJADI TERORIS. Salam cool selalu dari Qatar, Iqra', Iqra' dan Iqralah lagi Al-Qur'an Dan As-Sunnah sesuai tuntunan Rasulullah. Alkhori M Al-Dhakhira Area, Villa No. 2 Doha, State of Qatar -------------------------------------------------------------------------------- _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
