Terima kasih atas nasihatnya akhi Fahru...

Dan ini juga sekedar menambah wawasan kita

Iman kepada Qadar adalah termasuk Tauhid ArRububiyah.
Imam Ahmad rahimahullah berkata, Qadar adlah merupakan kekuasaan Allah dan 
termasuk qudrat dan kekuasaan-Nya yang menyeluruh. Qadar adalah rahasia Allah 
yang tersembunyi, tak ada seorangpun yang dapat mengetahuinya kecuali Dia. 
Qadar tertulis di lauh mahfuzh dan tak ada seoarangpun yang dapat melihatnya. 
Kita tidak tahu, takdir baik atau buruk yang telah ditentukan untuk kita maupun 
untuk mahluk lainnya, kecuali setelah terjadi atau berdasarkan nash yang shahih.

Sebagai orang yang beriman, kita harus berpijak diatas dalil syar'i dan dalil 
aqli.
Untuk itu perbuatan yang dijadikan Allah di alam semesta ini, dapat kita bagi 
kedlam 2 macam :

1. Perbuatan yang dilakukan Allah atas mahluk-Nya. Dalam hal ini tidak ada 
kekuasaan dan pilihan bagi siapaun. Seperti, turunnya hujan, kehidupan, 
kematian, sakit, sehat dan lainnya.

2. Perbuatan yang dilakukan semua mahluk yang mempunyai kehendak. Perbuatan ini 
terjadi atas dasar keinginan dan kemauan pelakunya, karena Allah menjadikannya 
untuk mereka. Sebagaimana firman Allah : 
"Bagi siapa diantara kamu yang menempuh jalan yang lurus". (At Takwir: 28)
"Diantara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang 
yang menghendaki akhirat". (Ali Imran: 152)
"Maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa 
yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". (Al Kahfi: 29)
Manusia bisa membedakan antara perbuatan yang terjadi karena kehendaknya 
sendiri dan yang terjadi karena terpaksa.
Sebagai contoh, orang yang dengan sadar turun dari atap rumah melalui tangga, 
ia tahu kalau perbuatannya atas dasar pilihan kehendaknya sendiri. Lain halnya 
kalau ia terjatuh dari atap rumah, ia tahu bahwa hal tersebut bukan karena 
kehendaknya.


  ----- Original Message ----- 
  From: AFR 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, March 25, 2010 11:39 AM
  Subject: Re: [Is-lam] Tuhan ... nasehat lembut saja buat kawans


  kawans,
  berikut yg saya ketahui dari belajar tafsir-menafsirkan al-Qur'an. 
  kalo ada ayat yg berbunyi: " .. jikalau ... " itu artinya Allah SWT tidak 
  menghendaki kejadian apa setelah kata 'jikalau' .

  ini bbrp contoh silahkan di-search di ayat lain ..

  a'udzubillahi min asyaithaani rajiim,

              Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya 
tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, 
              tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. 
Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) 
              hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat. (asy-Syuura:27)

  maksudnya, 
  kalau hamba2 Allah SWT yg shalih dikasih rizqi berlimpah ruah, niscaya hamba 
shalih ini akan berpaling. nabi Sulaiman as, 
  karena keinginannya agr terkesan benar-benar kaya dihadapan makhluk, pernah 
memohon utk bisa memberi makan seluruh 
  makhluk di bumi walau sehari saja. Allah SWT maha tahu karakter beliau dan 
dibuat tak sanggup menjamin makhluk bawah 
  laut. lalu beliau bertaubat memohon ampun Allah SWT.

              Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan di antara 
jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia 
              menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan 
yang benar). (an-Nahl:9)

  maksudnya,
  dengan diadakanNya jalan lurus & bengkok itu, Allah SWT tidak hendak memimpin 
semua manusia ke jalan yg lurus
  tapi ada yg disesatkanNya. itu haq Dia secara totally otoriter pd siapa org 
yg Dia kehendaki. mau manusia itu terpaksa 
  atw tidak harus diterima!
    
              Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang 
yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah 
              kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang 
yang beriman semuanya ?  (Yunus:99)
  maksudnya, 

  Allah SWT tidak menghendaki semua manusia di muka bumi ini beriman, tapi ada 
yg kafir, musyrik, murtad, munafik. 

  Allah SWT menyesatkan diantara manusia dgn merasa dirinya sdh mapan, Allah 
SWT juga yg menunjuki hambaNya 

  agar selalu dekat padaNya dgn perasaan yg selalu miskin, byk kekurangan, 
kerdil, picik .. walaupun jasmani-rohaninya 

  tidak demikian.

  ---


  kembali,
  mari kita evaluasi diri kita masing-masing masuk mana diri ini. kalo saya 
boleh nasehat, sebaiknya setiap muslim ini 
  meyakini mati akan beralamat di neraka Weil dari pada surga Firdaus. jadi 
kalau mau nangis menyesal sebab-sebab 
  kejahatan lalu yg terlupa/dilupa-lupakan, sekarang inilah saatnya memohon 
ampun. atw kejahatan masa depan yg 
  disengaja atw tidak akan dilakukan dikemudian hari, juga sekarang saatnya! 
kenapa? sebab kalo sdh mati gak ada 
  lagi ampunan.

  di 2 contoh terakhir itu, jgn menilai Allah SWT bukan tuhan yg baik karena 
dgn sengaja adakan hamba yg buruk citra.
  yakini yg buruk tak dpt dilakoni, ambillah pelajaran spt apa saja itu, lalu 
interospeksi apakah diri ini dijadikan tolok ukur

  buruk oleh orang lain? biasanya org yg buruk perangai kodratnya TIDAK AKAN 
merasa dijadikan contoh jelek oleh lain 

  padahal kelakuannya ...






  salam,
  Fahru

------------------------------------------------------------------------------
  From: Rochim_Abd <[email protected]>
  To: [email protected]
  Sent: Thu, March 25, 2010 9:14:15 AM
  Subject: Re: [Is-lam] Tuhan Mengatakan Agama Sama, Tapi Manusia Membantah 
Agama Berbeda, Maka Timbul Mala Petaka


  Konsep Allah yang jelas-jelas termaktub didalam AlQur'an tentang Agama, 
hakikatnya semuanya adalah Islam. Dan pada akhirnya di-ikrarkan kesempurnaannya 
oleh Yang Maha Sempurna Allah Azza wa Jalla pada masa kenabian Muhammad 
Rasulullah SAW dan diberi label "ISLAM".

  Nah, kenapa saya katakan bahwa kita mahluknya memandangnya (saat ini) berbeda?
  Karena Agama yang ada saat ini (kecuali Islam) keberadaannya tidak sesuai 
lagi dengan konsep Allah yang dijelaskan dalam Al-Qur'an didalam ayat-ayat yang 
Muhkamat yang sebenarnya didalam menafsirkannya salah satunya harus dilihat 
asbabunnuzulnya. 

  Ada yang sudah sempurna dan bahkan legalitas kesempurnaannyapun diberikan 
oleh Yang Maha Sempurna, kenapa lantas manusia dengan sombongnya memilih yang 
masih tidak sempurna...? Bahkan menyatakan kesempurnaannya atas sesuatu yang 
jelas-jelas ketidak sempurnaannya...? Dari sinilah perbedaan itu mulai terjadi. 
Karena Agama-Agama yang ada saat ini (kecuali Islam) keberadaannya tidak lagi 
mengikuti konsep Allah tetapi telah diciptakan konsep sendiri oleh para 
orang-orang sombong yang merasa paling pintar bahkan melebihi kepintaran dari 
Yang Maha Pintar.



  ----- Original Message ----- 
    From: Alkhori M 
    To: [email protected] 
    Sent: Wednesday, March 24, 2010 9:03 PM
    Subject: Re: [Is-lam] Tuhan Mengatakan Agama Sama, Tapi Manusia Membantah 
Agama Berbeda, Maka Timbul Mala Petaka



----------------------------------------------------------------------------

    From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Rochim_Abd
    Sent: Wednesday, March 24, 2010 7:46 AM
    To: [email protected]
    Subject: Re: [Is-lam] Tuhan Mengatakan Agama Sama,Tapi Manusia Membantah 
Agama Berbeda, Maka Timbul Mala Petaka 

    Justru karena kita bukan Allah lah kita maka Agama dimata kita itu satu 
sama lain berbeda.
    Buat Allah yang menciptakan Agama, mulai dari Agama Nabiyallah Adam AS 
hingga Agama Nabi Muhammad SAW, iya memang sama.
    Dan kesempurnaan ajaran-ajaran Nya, Allah sendirilah yang menyempurnakan 
semuanya kedalam Agamanya Nabi Muhammad SAW.

    Seolah Allah berkata, "Memang benar Agamanya Nabi Adam AS, memang benar 
Agama Nabi Musa AS, memang benar Agama Nabi Daud AS, memang benar Agama Nabi 
Isa AS... tetapi semua itu Aku sudah sempurnakan kedalam Agama Nabi Muhammad 
SAW, dan apakah kalian masih akan memilih juga yang belum sempurna padahal Aku 
sudah sempurnakan?"
    Sekali lagi, dan hati-hati, jangan kita berusaha menjadikan diri kita ini 
Tuhan... bahkan Iblis saja yang sombong tidak pernah berupaya sedikitpun 
menjadi Tuhan. Apalah kita ini...   
    ----- Original Message ----- 
      From: Alkhori M 
      To: [email protected] 
      Sent: Wednesday, March 24, 2010 11:00 AM
      Subject: Re: [Is-lam] Tuhan Mengatakan Agama Sama, Tapi Manusia Membantah 
Agama Berbeda, Maka Timbul Mala Petaka




--------------------------------------------------------------------------
      From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Rochim_Abd
      Sent: Wednesday, March 24, 2010 6:23 AM
      To: [email protected]
      Subject: Re: [Is-lam] Tuhan Mengatakan Agama Sama,Tapi Manusia Membantah 
Agama Berbeda, Maka Timbul Mala Petaka


      Lha, memang kalo bicara tentang Agamanya para Nabi iya memang bersumber 
dari sumber yang sama. Itu sih memang harus kita akui kebenarannya. Semua Nabi 
menyeru kepada Jalan Allah SWT, semua Nabi menyeru untuk mengesakan Allah SWT.

      Dan pada akhirnya Allah menetapkan, semua ajaran dari-Nya disempurnakan 
oleh Allah di masa kenabian Muhammad Rasulullah SAW, sekaligus menutup 
masa-masa kenabian dan kerasulan. Tidak ada Nabi dan Rasul setelah Nabi 
Muhammad Rasulullah SAW.

      Nah sekarang, pertanyaannya adalah...
      Kalau sekarang ada orang yang meyakini Agama Nabi Musa AS tetapi tidak 
mau mengakui Agama Nabi Muhammad SAW, atau meyakini Agama Nabi Daud AS tetapi 
tidak mau mengakui Agama Nabi Muhammad SAW, atau meyakini Nabi Isa AS tetapi 
juga tidak mau mengakui Agama Nabi Muhammad SAW, sementara semuanya telah 
disempurnakan oleh Allah (pencipta Agama-Agama yang mereka yakini) kedalam 
Agama Nabi Muhammad SAW, yaitu Islam. Apakah keyakinan mereka tersebut tidak 
keliru...?

      Ingat, saat ini kita hidup tidak pada masa kenabian. Masa kenabian sudah 
ribuan tahun lamanya dari masa kita saat ini. Masa kenabian sudah ditutup oleh 
Allah pada masa kenabian Muhammad SAW.

        ----- Original Message ----- 
        From: Alkhori M 
        To: [email protected] 
        Sent: Tuesday, March 23, 2010 9:49 PM
        Subject: [Is-lam] Tuhan Mengatakan Agama Sama, Tapi Manusia Membantah 
Agama Berbeda, Maka Timbul Mala Petaka





------------------------------------------------------------------------


        _______________________________________________
        Is-lam mailing list
        [email protected]
        http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



--------------------------------------------------------------------------


      _______________________________________________
      Is-lam mailing list
      [email protected]
      http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



----------------------------------------------------------------------------


    _______________________________________________
    Is-lam mailing list
    [email protected]
    http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam





------------------------------------------------------------------------------


  _______________________________________________
  Is-lam mailing list
  [email protected]
  http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke