Akhi AFR yang dimuliakan Allah swt, hanya sekedar berbagi ilmu, kalau menurut saya
Macam perbuatan manusia dapat diklasifikasikan menjadi dua macam : 1. Musayyar yaitu perbuatan-perbuatan yang didalamnya seorang manusia tidak memiliki kebebasan atau pilihan lain kecuali ia menerimanya, seperti kehadirannya di dunia ini maupun kematiannya, kelahirannya di suatu daerah dan tidak di daerah lainnya, perkembangan tubuhnya baik tinggi atau pendek, bentuk rambutnya, warna kulitnya dan sebagainya. Bisa diibaratkan bahwa sifat musayyar ini sama dengan sifat sebuah benda, tanaman dan hewan. 2. Mukhoyyar yaitu bahwa manusia memiliki kebebasan terhadap suatu perkara untuk menerima atau menolaknya. Untuk itu Allah swt memberikan kepadanya akal, pemahaman dan kemampuan untuk membedakan apakah sesuatu itu baik atau buruk, terpuji atau tercela. Inilah yang membedakan manusia dengan benda, tumbuhan maupun hewan sehingga manusia menjadi makhluk Allah swt yang mukallaf (mempunyai berbagai kewajiban) bila ia sudah sampai pada usia baligh. Karena itu orang gila, anak kecil maupun orang yang tertidur tidaklah terbebankan oleh kewajiban dikarenakan mereka semua tidak memiliki kebebasan untuk menerima atau menolak suatu perkara. Memang dari kedua macam perbuatan tersebut tidaklah ada yang keluar dari takdir dan ketentuan Allah swt. Semuanya telah dituliskan Allah swt di Lauh Mahfuzh, telah diketahui, diciptakan dan dikehendaki oleh-Nya, sebagaimana firman-Nya : "Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (Tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (Al Hadid : 22) "Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu." (Al Ankabut : 62) "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (Al Qomar : 49) "(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam." (At Takwir : 28 - 29) Syeikh 'Athiyah Saqar mengatakan bahwa Allah swt telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang akan terjadi berupa kebaikan atau keburukan dan menjadikannya dapat menerima ketaatan maupun kemaksiatan serta membebankannya dengan berbagai perkara yang diperintahkan maupun dilarang dan dibebaskan baginya untuk melaksanakannya atau tidak melaksanakannya dan kelak dia akan dihisab dihadapan Allah swt atas apa yang dilakukannya dengan kebebasannya dan pilihannya kepada ketaatan atau kemaksiatan. Manusia tidaklah mengetahui apa yang telah ditetapkan didalam ilmu Allah swt kecuali setelah hal yang ditakdirkan itu terjadi. Beliau juga mengatakan bahwa sesungguhnya Allah swt mengetahui bahwa Abu Lahab tidaklah mengimani Muhammad saw namun demikian Allah swt memerintahkan nabi-Nya untuk mengajaknya beriman agar beriman atau tidak berimannya dia atas dasar kebebasan dan pilihan-Nya, maka Abu Lahab pun memilih untuk kufur (tidak beriman) dan hal itu terus berlangsung hingga dirinya mati dalam keadaan kafir, disinilah diketahui secara jelas bahwa Allah swt telah menetapkan didalam ilmu-Nya bahwa Abu Lahab akan memilih kekufuran dan mati dalam keadaan kafir. (Fatawa Al Azhar juz X hal 125) Menurut saya, ilmu Allah swt hanyalah bersifat inkisyaf (menyingkap) sesuatu yang lalu, saat ini atau akan datang, artinya bahwa Allah swt mengetahui bahwa seseorang akan melakukan ini dan itu, kebaikan atau keburukan, ketaatan atau kemaksiatan, mati dalam keadaan mukmin atau kafir sejak azali. Dan ilmu Allah ini tidaklah memiliki sifat ijbar (memaksa) ataupun ta'tsir (mempengaruhi), sebagaimana yang ada pada kehendak-Nya. Karena Allah swt adalah Maha Bijaksanan didalam setiap urusan dan ciptaan-Nya. Dia juga Maha Menyayangi hamba-hamba-Nya dengan mengutus para rasul-Nya, memberikan kepada mereka kitab-kitab-Nya, menetapkan syariat-Nya agar manusia bisa membedakan perkara-perkara yang baik dari perkara-perkara yang buruk untuk kemudian memilih perkara-perkara yang baik itu dan meninggalkan yang buruk. Dengan demikian setiap manusia bebas atas pilihan yang diambilnya dan kelak akan diminta pertanggungjawaban dihadapan Allah swt atas hal tersebut. ----- Original Message ----- From: AFR To: [email protected] Sent: Friday, March 26, 2010 8:14 AM Subject: Re: [Is-lam] Tuhan ... nasehat lembut saja buat kawans yang kedua enggak juga. apa yg nurut kita terjadi karena kehendak kita, ya kehendakNya juga. tidak ada satupun kehendak manusia yang dapat berdiri sendiri kecuali itu hal yg tidak terjadi. saat ini saja, apa kita sadar bahwa kita ini sdg 'tracking' mengikuti kemahuanNya? jarang dan sedkit sekali org yg menyadari ini. oleh karenanya, pada suatu kasus/permasalahan, munculnya org yg berpikiran, "kalau tidak ada saya ... ", "untung ada saya ...", "gara-gara kamu sih ..", "karena kebaikan dia ... ", itu adlh gambaran org yg tidak menyadari bhw apa yg terjadi itu karena hanya sekedar perantaraan terjadinya hal itu. pastinya itupun kehendak Allah SWT. makin byk org berpikiran spt itu, makin sedikit org yg tawadlu' ttg peran dirinya, makin sedikit org menghayati bhw hidup di alam ini cuma lewat saja, makin jarang org merasa peran ini cuma perantara ... dstnya, dstnya. oleh karenanya, mumpung masih dikarunia ni'mati Islam, dan apabila kita syukuri kesanggupan berbuat baik bersama Islam, insya Allah, akan ditambah & ditambah. entah wujudnya seperti apa ... Allah SWT yg ngatur. --- ayat2 yg disampaikan pd poin 2 itu adlh hukum qath'i, yg niscaya berlaku tanpa pilah-pilah siapapun pelakunya. hukum adalah hukum, suatu sunatullah yg pasti terjadi jika ssorg atw kelompok melakukan amalan mengikuti hukum itu + lengkap dengan seluruh konsekuensinya. kafirin harbi yg sangat kafir sekalipun, karena mematuhi hukum Allah SWT pd sisi tertentu utk niat salah, mereka dpt gunakan untuk merusak ummat ini. a'udzubillahi min asyaithaani rajiim Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (asy-Syuura:13) --- dari ayat itu yg bisa 'ditangkap', 1. org kafir dgn kekafirannya akan berat Islam (mereka akan senantiasa benci Islam) 2. dlm upayanya merusak Islam, yg akan mereka lakukan adlh pecah-belah ummat terbukti, ummat ini kisruh karena pecah belah itu. dan Allah SWT telah menuliskan itu telah akan terjadi pada masa-masa tertentu, di tempat tertentu, oleh kafirin dari bangsa tertentu, menimpa segolongan ummat Islam tertentu, dlm keadaan yg sdh ditentukan, hingga waktu tertentu pula. salam, Fahru ------------------------------------------------------------------------------ From: Rochim_Abd <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, March 25, 2010 3:46:43 PM Subject: Re: [Is-lam] Tuhan ... nasehat lembut saja buat kawans Terima kasih atas nasihatnya akhi Fahru... Dan ini juga sekedar menambah wawasan kita Iman kepada Qadar adalah termasuk Tauhid ArRububiyah. Imam Ahmad rahimahullah berkata, Qadar adlah merupakan kekuasaan Allah dan termasuk qudrat dan kekuasaan-Nya yang menyeluruh. Qadar adalah rahasia Allah yang tersembunyi, tak ada seorangpun yang dapat mengetahuinya kecuali Dia. Qadar tertulis di lauh mahfuzh dan tak ada seoarangpun yang dapat melihatnya. Kita tidak tahu, takdir baik atau buruk yang telah ditentukan untuk kita maupun untuk mahluk lainnya, kecuali setelah terjadi atau berdasarkan nash yang shahih. Sebagai orang yang beriman, kita harus berpijak diatas dalil syar'i dan dalil aqli. Untuk itu perbuatan yang dijadikan Allah di alam semesta ini, dapat kita bagi kedlam 2 macam : 1. Perbuatan yang dilakukan Allah atas mahluk-Nya. Dalam hal ini tidak ada kekuasaan dan pilihan bagi siapaun. Seperti, turunnya hujan, kehidupan, kematian, sakit, sehat dan lainnya. 2. Perbuatan yang dilakukan semua mahluk yang mempunyai kehendak. Perbuatan ini terjadi atas dasar keinginan dan kemauan pelakunya, karena Allah menjadikannya untuk mereka. Sebagaimana firman Allah : "Bagi siapa diantara kamu yang menempuh jalan yang lurus". (At Takwir: 28) "Diantara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat". (Ali Imran: 152) "Maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". (Al Kahfi: 29) Manusia bisa membedakan antara perbuatan yang terjadi karena kehendaknya sendiri dan yang terjadi karena terpaksa. Sebagai contoh, orang yang dengan sadar turun dari atap rumah melalui tangga, ia tahu kalau perbuatannya atas dasar pilihan kehendaknya sendiri. Lain halnya kalau ia terjatuh dari atap rumah, ia tahu bahwa hal tersebut bukan karena kehendaknya. ----- Original Message ----- From: AFR To: [email protected] Sent: Thursday, March 25, 2010 11:39 AM Subject: Re: [Is-lam] Tuhan ... nasehat lembut saja buat kawans kawans, berikut yg saya ketahui dari belajar tafsir-menafsirkan al-Qur'an. kalo ada ayat yg berbunyi: " .. jikalau ... " itu artinya Allah SWT tidak menghendaki kejadian apa setelah kata 'jikalau' . ini bbrp contoh silahkan di-search di ayat lain .. a'udzubillahi min asyaithaani rajiim, Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat. (asy-Syuura:27) maksudnya, kalau hamba2 Allah SWT yg shalih dikasih rizqi berlimpah ruah, niscaya hamba shalih ini akan berpaling. nabi Sulaiman as, karena keinginannya agr terkesan benar-benar kaya dihadapan makhluk, pernah memohon utk bisa memberi makan seluruh makhluk di bumi walau sehari saja. Allah SWT maha tahu karakter beliau dan dibuat tak sanggup menjamin makhluk bawah laut. lalu beliau bertaubat memohon ampun Allah SWT. Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar). (an-Nahl:9) maksudnya, dengan diadakanNya jalan lurus & bengkok itu, Allah SWT tidak hendak memimpin semua manusia ke jalan yg lurus tapi ada yg disesatkanNya. itu haq Dia secara totally otoriter pd siapa org yg Dia kehendaki. mau manusia itu terpaksa atw tidak harus diterima! Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? (Yunus:99) maksudnya, Allah SWT tidak menghendaki semua manusia di muka bumi ini beriman, tapi ada yg kafir, musyrik, murtad, munafik. Allah SWT menyesatkan diantara manusia dgn merasa dirinya sdh mapan, Allah SWT juga yg menunjuki hambaNya agar selalu dekat padaNya dgn perasaan yg selalu miskin, byk kekurangan, kerdil, picik .. walaupun jasmani-rohaninya tidak demikian. --- kembali, mari kita evaluasi diri kita masing-masing masuk mana diri ini. kalo saya boleh nasehat, sebaiknya setiap muslim ini meyakini mati akan beralamat di neraka Weil dari pada surga Firdaus. jadi kalau mau nangis menyesal sebab-sebab kejahatan lalu yg terlupa/dilupa-lupakan, sekarang inilah saatnya memohon ampun. atw kejahatan masa depan yg disengaja atw tidak akan dilakukan dikemudian hari, juga sekarang saatnya! kenapa? sebab kalo sdh mati gak ada lagi ampunan. di 2 contoh terakhir itu, jgn menilai Allah SWT bukan tuhan yg baik karena dgn sengaja adakan hamba yg buruk citra. yakini yg buruk tak dpt dilakoni, ambillah pelajaran spt apa saja itu, lalu interospeksi apakah diri ini dijadikan tolok ukur buruk oleh orang lain? biasanya org yg buruk perangai kodratnya TIDAK AKAN merasa dijadikan contoh jelek oleh lain padahal kelakuannya ... salam, Fahru ---------------------------------------------------------------------------- From: Rochim_Abd <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, March 25, 2010 9:14:15 AM Subject: Re: [Is-lam] Tuhan Mengatakan Agama Sama, Tapi Manusia Membantah Agama Berbeda, Maka Timbul Mala Petaka Konsep Allah yang jelas-jelas termaktub didalam AlQur'an tentang Agama, hakikatnya semuanya adalah Islam. Dan pada akhirnya di-ikrarkan kesempurnaannya oleh Yang Maha Sempurna Allah Azza wa Jalla pada masa kenabian Muhammad Rasulullah SAW dan diberi label "ISLAM". Nah, kenapa saya katakan bahwa kita mahluknya memandangnya (saat ini) berbeda? Karena Agama yang ada saat ini (kecuali Islam) keberadaannya tidak sesuai lagi dengan konsep Allah yang dijelaskan dalam Al-Qur'an didalam ayat-ayat yang Muhkamat yang sebenarnya didalam menafsirkannya salah satunya harus dilihat asbabunnuzulnya. Ada yang sudah sempurna dan bahkan legalitas kesempurnaannyapun diberikan oleh Yang Maha Sempurna, kenapa lantas manusia dengan sombongnya memilih yang masih tidak sempurna...? Bahkan menyatakan kesempurnaannya atas sesuatu yang jelas-jelas ketidak sempurnaannya...? Dari sinilah perbedaan itu mulai terjadi. Karena Agama-Agama yang ada saat ini (kecuali Islam) keberadaannya tidak lagi mengikuti konsep Allah tetapi telah diciptakan konsep sendiri oleh para orang-orang sombong yang merasa paling pintar bahkan melebihi kepintaran dari Yang Maha Pintar. ----- Original Message ----- From: Alkhori M To: [email protected] Sent: Wednesday, March 24, 2010 9:03 PM Subject: Re: [Is-lam] Tuhan Mengatakan Agama Sama, Tapi Manusia Membantah Agama Berbeda, Maka Timbul Mala Petaka -------------------------------------------------------------------------- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Rochim_Abd Sent: Wednesday, March 24, 2010 7:46 AM To: [email protected] Subject: Re: [Is-lam] Tuhan Mengatakan Agama Sama,Tapi Manusia Membantah Agama Berbeda, Maka Timbul Mala Petaka Justru karena kita bukan Allah lah kita maka Agama dimata kita itu satu sama lain berbeda. Buat Allah yang menciptakan Agama, mulai dari Agama Nabiyallah Adam AS hingga Agama Nabi Muhammad SAW, iya memang sama. Dan kesempurnaan ajaran-ajaran Nya, Allah sendirilah yang menyempurnakan semuanya kedalam Agamanya Nabi Muhammad SAW. Seolah Allah berkata, "Memang benar Agamanya Nabi Adam AS, memang benar Agama Nabi Musa AS, memang benar Agama Nabi Daud AS, memang benar Agama Nabi Isa AS... tetapi semua itu Aku sudah sempurnakan kedalam Agama Nabi Muhammad SAW, dan apakah kalian masih akan memilih juga yang belum sempurna padahal Aku sudah sempurnakan?" Sekali lagi, dan hati-hati, jangan kita berusaha menjadikan diri kita ini Tuhan... bahkan Iblis saja yang sombong tidak pernah berupaya sedikitpun menjadi Tuhan. Apalah kita ini... ----- Original Message ----- From: Alkhori M To: [email protected] Sent: Wednesday, March 24, 2010 11:00 AM Subject: Re: [Is-lam] Tuhan Mengatakan Agama Sama, Tapi Manusia Membantah Agama Berbeda, Maka Timbul Mala Petaka ------------------------------------------------------------------------ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Rochim_Abd Sent: Wednesday, March 24, 2010 6:23 AM To: [email protected] Subject: Re: [Is-lam] Tuhan Mengatakan Agama Sama,Tapi Manusia Membantah Agama Berbeda, Maka Timbul Mala Petaka Lha, memang kalo bicara tentang Agamanya para Nabi iya memang bersumber dari sumber yang sama. Itu sih memang harus kita akui kebenarannya. Semua Nabi menyeru kepada Jalan Allah SWT, semua Nabi menyeru untuk mengesakan Allah SWT. Dan pada akhirnya Allah menetapkan, semua ajaran dari-Nya disempurnakan oleh Allah di masa kenabian Muhammad Rasulullah SAW, sekaligus menutup masa-masa kenabian dan kerasulan. Tidak ada Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Nah sekarang, pertanyaannya adalah... Kalau sekarang ada orang yang meyakini Agama Nabi Musa AS tetapi tidak mau mengakui Agama Nabi Muhammad SAW, atau meyakini Agama Nabi Daud AS tetapi tidak mau mengakui Agama Nabi Muhammad SAW, atau meyakini Nabi Isa AS tetapi juga tidak mau mengakui Agama Nabi Muhammad SAW, sementara semuanya telah disempurnakan oleh Allah (pencipta Agama-Agama yang mereka yakini) kedalam Agama Nabi Muhammad SAW, yaitu Islam. Apakah keyakinan mereka tersebut tidak keliru...? Ingat, saat ini kita hidup tidak pada masa kenabian. Masa kenabian sudah ribuan tahun lamanya dari masa kita saat ini. Masa kenabian sudah ditutup oleh Allah pada masa kenabian Muhammad SAW. ----- Original Message ----- From: Alkhori M To: [email protected] Sent: Tuesday, March 23, 2010 9:49 PM Subject: [Is-lam] Tuhan Mengatakan Agama Sama, Tapi Manusia Membantah Agama Berbeda, Maka Timbul Mala Petaka ---------------------------------------------------------------------- _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam ------------------------------------------------------------------------ _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam -------------------------------------------------------------------------- _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam ---------------------------------------------------------------------------- _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam ------------------------------------------------------------------------------ _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
