Kalau dlm pandangan saya, kedua kelompok ini sebenarnya tidaklah terlihat
bernuansa sbg dua hal yg kontroversial Mas, keduanya justru menyatu dan
saling menguatkan impressi ke-Akbar-annya Sang AKU. Akbar disini bukan
berarti "besar" (dlm arti ukuran) tetapi "meliputi". Jadi, AKU meliputi
segala ciptaanKU. AKU lah yg membuatmu menendang bola, lari, teriak, tangkap
bola, girang, suka, duka, sedih, menang, kalah, dst.. dst.

 

Nah, dengan impressi yg sedemikian kuatnya sekalipun, apakah benar dlm
faktanya bhw kebanyakan makhluk ciptaan ini mudah mendeteksi keberadaan AKU
? ternyata tidak Mas. Seperti contoh yg sudah disinggung oleh Mas Fahru itu
memang betul, manusia seringnya terhijab oleh "aku" nya sendiri sehingga
ngaku-ngaku "kalo bukan krn gue.", "gue yg ngerjain nih.", dst.. dst..
sebagai pertanda keterhijaban dlm memandang Sang AKU. Ini bukanlah pandangan
2 biji mata di kepala, tetapi pandangan mata hati yg terhijab. Baru dikasih
menang bola aja sudah kelewat girang, baru dikasih kalah aja sudah kelewat
sedih, trus respon berikutnya adalah tawuran, penonton pun nimpuk pake batu,
wasit pun digebuk pemain.. ribut dah semua.. dan Sang AKU pun tersenyum liat
tingkah polah semuanya.. pada kafir semua, masing2 asik dengan "aku" nya
sendiri.

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Alkhori M
Sent: Saturday, March 27, 2010 2:01 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] Apakah TUHAN Seperti SUTRADARA Pada Sebuah MOVIE
aliasFilm?

 

Mas DGP, manis sekali komentarnya, memang itulah yang terjadi. Sementara
kelompok pertama dan kelompok kedua adalah gambaran jika diambil harga batas
yaitu antara titik kulminasi maka akan terlihat benang merahnya sbb yaitu
kelompok pertama yang ber-orientasi bahwa semuanya telah ditentukan oleh
tuhan. Sementara dalam kehidupan ini adalah dynamis dan terus bergerak, ada
bagian yang tuhan berikan FREE WILL pada manusia dan ada bagian lingkup
Tuhan, manusia tidak bisa masuk domain tersebut. Insya Allah judul diatas
akan dilanjutkan sehingga bisa TERANG BENDERANG, Insya Allah, salam cool
selalu dari Qatar. 

 

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

 

 

  _____  

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Dewa Gede
Permana
Sent: Friday, March 26, 2010 9:33 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] Apakah TUHAN Seperti SUTRADARA Pada Sebuah MOVIE
aliasFilm?

Kalo digabung kedua kelompok tsb kira2 menjadi seperti ini :

 

"AKU tetapkan hukum bhw siapapun yg lebih baik dan lebih unggul akan AKU
menangkan, dan yg lain AKU kalahkan".

 

 

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Alkhori M
Sent: Friday, March 26, 2010 11:56 PM
To: [email protected]; [email protected];
[email protected]; [email protected]
Subject: [Is-lam] Apakah TUHAN Seperti SUTRADARA Pada Sebuah MOVIE alias
Film?

 

Apakah TUHAN Seperti SUTRADARA Pada Sebuah MOVIE alias Film?

 

Sewaktu masih di Indonesia, kalau alm. Harun Nasution akan memberikan
ceramah, saya usahakan untuk hadir. Alhamdulillah banyak hal-hal menarik
yang beliau sampaikan. Suatu saat seorang peserta nyelutuk, sambil memegang
buku yang berjudul AKAL dan WAHYU yang mana buku tersebut adalah dikarang
oleh beliau. Peserta tersebut berkata pada pak Harun, refered pada halaman
ini, apakah ini tidak salah? Almarhum pada saat itu menjawab, memang itu
salah, tapi penerbit karena buku tersebut karena buku laku manis terus saja
dicetak tanpa mau di-edit dulu mana-mana yang masih salah. Itulah sekitar
buku AKAL dan WAHYU buku karangan alm. Harun Nasution.

 

Pada buku itu ada memang kelompok yang menganggap HIDUP INI IBARAT SEBUAH
FILM, YANG MANA SEMUANYA SUDAH DI-CASTING, walau diulang beberapa kali Film
tersebut, ALUR CERITA SUDAH SESUAI DENGAN PENULIS SCRIPT DAN OLEH SUTRADARA
TINGGAL DI-SHOOTING SESUAI ALUR CERITA. Tidak ada FREE WILL TITIK. Hidup ini
terus mengalir IBARAT AIR sesuai gaya GRAFITASI. Apakah memang demikian dan
apakah anda yakini dan percaya demikian, itu adalah hak ANDA, tapi yang
jelas itulah yang diyakini oleh kelompok ini.

 

Tapi lain pula sebaliknya untuk kelompok kedua, kelompok ini masih
menganggap TUHAN ITU ADIL DAN AKAN BERLAKU ADIL. Sedikit dipoles dengan
CONTOH YANG MENYIMPANG SBB:

Kelompok pertama, jika bertanding bola atau soccer, pemenang telah
ditentukan oleh Tuhan, ibarat sebuah Film, tentu alur cerita sudah
ditentukan. tapi lain dengan,

Kelompok kedua, jika dalam pertandingan tersebut, mereka bermain baik dan
memang mutu permainan lebih UNGGUL dari lawan, maka kemenangan AKAN JADI
KENYATAAN.

 

Salam coll selalu dari Qatar.

 

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke