Din Akui Warganya Juga Salah Paham Prinsip Muhammadiyah

Minggu, 4 April 2010 | 20:36 WIB

Din Syamsuddin

CILACAP, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din
Syamsuddin, mengatakan, prinsip lembaganya banyak disalahpahami oleh
masyarakat. "Akhir-akhir ini banyak disalahpahami tidak hanya oleh orang
luar Muhammadiyah, tetapi juga oleh warga Muhammadiyah sendiri," katanya
kepada wartawan di Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu
(4/4/2010).

Bahkan, kata dia, kesalahpahaman terhadap prinsip tersebut juga dijadikan
isu menjelang muktamar terutama mengenai hubungan Muhammadiyah dengan
pemerintah. Ia mengatakan, prinsip atau watak sejati Muhammadiyah adalah
gerakan amar ma'ruf atau menyerukan kebaikan dan nahi munkar atau mencegah
kemungkaran. 

Menurut dia, hal itu berarti Muhammadiyah dalam melakoni aktivitas politik
berdasarkan khittah, bukan kepartaian karena Muhammadiyah tidak memiliki
hubungan dengan partai politik manapun.

Akan tetapi, kata dia, Muhammadiyah tak mungkin tidak berpolitik karena
politik merupakan bagian dari ajaran Islam dan tidak ada pemisahan antara
politik dengan agama dalam pandangan Islam.

"Kalau pemerintah baik dan benar, kita dukung dan Muhammadiyah berada di
barisan terdepan. Namun kalau pemerintah menyimpang dari konstitusi dan
nilai-nilai agama, Muhammadiyah tidak segan-segan menjadi kekuatan
pengoreksi," tegasnya.

Ia mengatakan, selama ini hubungan Muhammadiyah dan pemerintah berjalan
dengan baik karena organisasi ini banyak membantu pemerintah, salah satunya
dalam bidang pendidikan.
Kendati demikian, kata dia, Muhammadiyah tetap mengkritisi pemerintah, salah
satunya terkait kasus Bank Century.

"Kami diyakinkan oleh fakta-fakta, sebagian telah terungkap di panitia
khusus (pansus), sebagian belum terungkap. Kami yakini itu sebuah
kemungkaran yang serius, yakni kejahatan kepada masyarakat dan negara,"
katanya.

Oleh sebab itu, kata dia, dari awal Muhammadiyah selalu meminta kasus
tersebut diusut secara hukum. Selain itu, lanjutnya, Muhammadiyah selalu
turut tampil bersama kekuatan-kekuatan rakyat lainnya untuk menyuarakan
gerakan moral antikorupsi maupun terkait kasus lainnya, seperti makelar
kasus (markus) dan kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke