Jama'ah Tabligh Masjid Doha, 8 Orang Dari Indonesia & Sambal Terasi,
Memang tidak sering saya berkunjung ke Masjid Tabligh Doha ini. Tapi kalau ada waktu yang senggang maka saya sempatkan untuk ke Masjid Tabligh Doha ini. Kalau hari kamis yaitu malam Jumat msya Allah dan Allah Karimm sungguh membludak jamaah di Masjid Tabligh ini. Mungkin lebih kurang ada 50 ribu jamaah. Setelah shalat maghrib berjamaah maka dilanjutkan dengan ceramah agama. Ceramah agama tersebut disetiap sudut ada kelompok jamaah sesuai dengan bahasa yang dimengerti. Maka saya bergabung dengan jamaah Malaysia dan jamaah Indonesia. Ceramah yang diceramahkan dalam bahasa Arab oleh seorang ustadz diterjemahkan kedalam bahasa Melayu. Ustadz yang menterjemahkan ini bagi rekan-rekan yang ber-domisili di Qatar, oarngnya mirip dengan staff KBRI Doha, yaitu seketaris-I yaitu pak Gulfan Afero. Kelihatannya beliau adalah berasal dari Malaysia, karena dialek bahasa beliau adalah Malaysia. Setelah ceramah, biasanya kami para jamaah makan malam bersama. Pada sat itulah kita saling kenal. Jamaah tabligh Indonesia yang berada di Qatar ada 8 orang (5 dari Jakarta dan 3 dari Pekan Baru). Mereka sudah 45 hari berada di Qatar, dimana perjalanan yang mereka rencanakan adalah selama 4 bulan. Bulan May baru mereka akan kembali ke Indonesia. 3 orang jamaah tabligh asal Indonesia semangat mereka sungguh luar biasa, mereka berasal dari Kelapa Gading Jakarta pensiunan Marinir, seorang sudah berumur 70 thn seorang lagi sudah berumur 63 tahun, tapi masih terlihat sangat sehat. Sewaktu akan makan, memang untuk jamaah ini rezeki selalu mengalir, pada malam itu saya lihat ada 4 talam makanan tradisional Arab. Talam tradisional tersebut berisikan biasanya 1 ekor kambing atau ½ ekor kambing dan yang paling kecil adalah ¼ ekor kambing, dimana kambing ini tidak dipotong-potong. Pada malam itu saya lihat ada 4 talam yang satu talamnya yang terdiri dari ¼ yang termurah adalah sekitar QR. 350/- (sekitar satu juta pertalam) begitulah keadaan malam itu. Walaupun bapak pensiunan marinir tersebut sudah berumur 73 tahun, tapi beliau itu santai saja duduk disamping saya sambil makan daging kambing tersebut. Setelah siap makan, beliau bertanya mengapa cepat sekali selesai makanya, saya katakan saya harus membatasi untuk memakan daging apalagi kalau makan daging kambing. Beliau hanya tersenyum, maka kami lanjutkan bicara soal agama, beliau katakan kami jamaah tabligh hidup ini sederhana saja, yaitu melaksanakan sunnatullah sesuai al-Quran dan al-Hadits. Lagi kami asyik ber-celoteh, seorang jammaah tabligh asal Pekan Baru, entah dari mana beliau dapat informasi, beliau mengatakan, wah terima kasih pak, sungguh sedap saya makan tadi, enak sekali sambal TERASINYA saya jadi teringat bahwa mamak saya sering buat sambal terasi. Jamaah pekan baru ini masih muda sekali, tapi sudah haji sekali dan dua kali umrah. Sebelum meninggalkan saya, beliau masih mengatakan, enak sekali pak, terima kasih. Saya katakan alhamdulillah. Begitulah jamaah tabligh, mereka punya kegiatan yang damai dan sejuk serta penuh kekhusyuan, malamnya mereka akan shalat Tahajjud dan Itiqaf di Masjid Tabligh Doha, State of Qatar. Alkhori M Al-Dhakhira Area, Villa No. 2 Doha, State of Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
