kamu berani nggak duduk bersama, berdiskusi dgn mbuka wacana 
kepada mereka bhw semua agama sama? ... hiks


FR


________________________________
From: Alkhori M <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]
Sent: Sat, April 10, 2010 7:58:10 PM
Subject: [Is-lam] Jama'ah Tabligh Masjid Doha, 8 Orang Dari Indonesia, lanjutan2

 
Jama'ah Tabligh Masjid Doha , 8 Orang Dari Indonesia ,Lanjutan2
 
Mengintip kehidupan jama’ah Tabligh
ini sungguh terasa Damai, Indah & Khusyu’ sekali. Tidak ada perbincangan 
politik yang dilakukan, yang ada hanyalah Muslimun, Muslimun Dan Muslimun yaitu
orang-orang yang berserah diri hanya kepada Allah semata. Pada kamis itu
tanggal April 8, 2010, waktu shalat Magrib adalah 17:55 WQ (WQ Waktu Qatar , 
berbeda
sekitar 4 Jam dengan WIB). Jarak antara Al-Dhakira (rumah penulis) dengan 
Shina’iyah
Munthaqah (masjid Tabligh) mungkin sekitar 120 Km. Ketika waktu
sudah menunjukan jam 16:00 WQ saya berangkat menuju masjid Tabligh. Sekitar 90
menit waktu perjalanan tibalah ke tempat yang dituju. Walau waktu shalat maghrib
masih ada sekitar 30 menit lagi, ternyata tempat parkir disekitar masjid
Tabligh tersebut sudah penuh. Terpaksalah mobil saya parkirkan double parkir
semoga saja tidak ada Shurtah alias polisi lintas yang memberikan tilang, di
Qatar kalau salah parkir cukup mahal juga dendanya yaitu QR. 600/- (yaitu 1,5
juta rupiah).
 
Tidak lama berselang dikumandangilah adzan
Maghrib, Subhanallah, Masya Allah, sungguh
membludaknya jama’ah Tabligh yang terus berdatangan, masjid Tabligh yang Besar 
Dan Megah tersebut menjadi penuh dan padat
dengan para jama’ah Tabligh, semuanya mereka setelah ber-WUDHUK terus mengisi 
SHAF-SHAF yang kosong, mereka jama’ah
Tabligh dengan Damai, Khusyu’nya SUJUD untuk menyerahkan diri hanyalah untuk 
Allah semata. Mereka rata-rata berpakaian
putih bersih melambangkan Hati Yang Suci Dan
Bersih untuk bersujud dan menyerahkan diri hanyalah untuk Allah SWT.
Shalat maghrib yang berjama’ah sebanyak 3 raka’at dipimpin atau di-IMAM-i 
dengan suara yang jelas dan fasih
mengumandangkan asma Allah yang Agung sbb:
 
[1] Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah
lagi Maha Penyayang.
[2] Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,
[3] Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,
[4] Yang menguasai hari pembalasan.
[5] Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan
hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan
[6] Tunjukilah kami jalan yang lurus,
[7] (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau
anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan
(pula jalan) mereka yang sesat.
 
Setelah selesai shalat Maghrib 3 raka’at
secara berjama’ah, kemudian diikuti dengan ceramah Agama, bagaimana menjadi
seorang Muslim yang “Amal Ma’ruf dan
Nahi Munkar” para jama’ah dengan khusyu’nya
mendengarkan Thausyiah tersebut sambil terus berdzikir pada Allah dan pada jam
20:45 WQ dilanjutkan dengan shalat Isya 4 raka’at berjama’ah. Barulah
malamnya dilanjutkan dengan shalat Tahajjud. Begitulah jama’ah tabligh,
mereka punya kegiatan yang damai dan sejuk serta penuh kekhusyu’an,
malamnya mereka akan shalat Tahajjud dan I’tiqaf di Masjid Tabligh Doha , State 
of Qatar. Salam
cool selalu dari Qatar .
Insya Allah bersambung.
 
Alkhori M
Al-Dhakhira Area, Villa No. 2
Doha,
State of Qatar
==================================================================
Jama'ah Tabligh Masjid Doha , 8 Orang Dari Indonesia
 
Memang tidak sering saya berkunjung ke
Masjid Tabligh Doha ini. Tapi kalau ada waktu yang senggang maka saya sempatkan
untuk ke Masjid Tabligh Doha ini. Kalau hari kamis yaitu malam Jum’at
msya Allah dan Allah Karimm sungguh membludak jama’ah di Masjid Tabligh
ini. Mungkin lebih kurang ada 50 ribu jama’ah. Setelah shalat maghrib
berjama’ah maka dilanjutkan dengan ceramah agama. Ceramah agama tersebut
disetiap sudut ada kelompok jama’ah sesuai dengan bahasa yang dimengerti.
Maka saya bergabung dengan jama’ah Malaysia 
dan jama’ah Indonesia .
Ceramah yang diceramahkan dalam bahasa Arab oleh seorang ustadz diterjemahkan
kedalam bahasa Melayu. Ustadz yang menterjemahkan ini bagi rekan-rekan yang
ber-domisili di Qatar ,
oarngnya mirip dengan staff KBRI Doha, yaitu seketaris-I yaitu pak Gulfan
Afero. Kelihatannya beliau adalah berasal dari Malaysia ,
karena dialek bahasa beliau adalah Malaysia .
 
Setelah ceramah, biasanya kami para
jama’ah makan malam bersama. Pada sat itulah kita saling kenal.
Jama’ah tabligh Indonesia 
yang berada di Qatar ada 8
orang (5 dari Jakarta 
dan 3 dari Pekan Baru). Mereka sudah 45 hari berada di Qatar , dimana
perjalanan yang mereka rencanakan adalah selama 4 bulan. Bulan May baru mereka
akan kembali ke Indonesia .
3 orang jama’ah tabligh asal Indonesia semangat mereka sungguh luar
biasa, mereka berasal dari Kelapa Gading Jakarta pensiunan Marinir, seorang
sudah berumur 70 thn seorang lagi sudah berumur 63 tahun, tapi masih terlihat
sangat sehat. 
 
Sewaktu akan makan, memang untuk
jama’ah ini rezeki selalu mengalir, pada malam itu saya lihat ada 4 talam
makanan tradisional Arab. Talam tradisional tersebut berisikan biasanya 1 ekor
kambing atau ½ ekor kambing dan yang paling kecil adalah ¼ ekor kambing, dimana
kambing ini tidak dipotong-potong. Pada malam itu saya lihat ada 4 talam yang
satu talamnya yang terdiri dari ¼ yang termurah adalah sekitar QR. 350/-
(sekitar satu juta pertalam) begitulah keadaan malam itu. Walaupun bapak
pensiunan marinir tersebut sudah berumur 73 tahun, tapi beliau itu santai saja
duduk disamping saya sambil makan daging kambing tersebut.
 
Setelah siap makan, beliau bertanya mengapa
cepat sekali selesai makanya, saya katakan saya harus membatasi untuk memakan
daging apalagi kalau makan daging kambing. Beliau hanya tersenyum, maka kami
lanjutkan bicara soal agama, beliau katakan kami jama’ah tabligh hidup
ini sederhana saja, yaitu melaksanakan sunnatullah sesuai al-Qur’an dan
al-Hadits. Lagi kami asyik ber-celoteh, seorang jamma’ah tabligh asal
Pekan Baru, entah dari mana beliau dapat informasi, beliau mengatakan, wah
terima kasih pak, sungguh sedap saya makan tadi, enak sekali sambal TERASINYA
saya jadi teringat bahwa mamak saya sering buat sambal terasi. Jama’ah
pekan baru ini masih muda sekali, tapi sudah haji sekali dan dua kali umrah.
Sebelum meninggalkan saya, beliau masih mengatakan, enak sekali pak, terima
kasih. Saya katakan alhamdulillah.
 
Begitulah jama’ah tabligh, mereka
punya kegiatan yang damai dan sejuk serta penuh kekhusyu’an, malamnya
mereka akan shalat Tahajjud dan I’tiqaf di Masjid Tabligh Doha , State of Qatar.
 
Alkhori M
Al-Dhakhira Area, Villa No. 2
Doha,
State of Qatar


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke