Wah sy malah blom tahu tuh.. J

Tadi di metrotv ngikuti sekilas pendapat dari komnasham dan dari pihak
pengacara ahli waris. Anehnya kog analisa orang komnasham malah menitik
beratkan aspek ekonomi nilai tanahnya, mirip juragan tanah aja. Justru pihak
pengacara ahli waris yg lebih memperhatikan "ham" daripada orang komnasham
itu sendiri.

 

Yang jelas dari apa yg sy lihat di tv kuat sekali kesan bhw perlawanan warga
koja bukanlah sesuatu yg direkayasa dan itu terekspresikan scr spontan. Ini
bisa mengindikasikan bhw memang ada "alasan yg sangat kuat dan itu muncul
dari dalam diri mereka" utk tetap mempertahankan diri; hal ekspresi natural
seperti ini tak terlihat ada pada kerumunan satpol pp, polri.  ataupun FBR
mania cs yg datang berikutnya. J

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Teddy Setiady
Sent: Thursday, April 15, 2010 10:11 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] Bentrokan Tanjung Priok: 2 Anggota DPRD Dipukuli
Satpol PP

 

waktoe doeloe boekannja soedah ada kedjadian, tapi warga di daerah terseboet
pada tidak maoe ? kalaoe tidak salah waktoe Tommy Soeharto maoe daerah ini.
dengan adanja cap djempol dan potong djari tangan...?

please infonja.

Trims,
-ts-

2010/4/15 Dewa Gede Permana <[email protected]>

Saya kira pemerintah telah gagal menangkap aspirasi masyarakat setempat dan
kemudian menggunakan cara-cara konvensional berlandaskan hukum untuk
memperoleh sebuah kemenangan penguasaan. Mereka lupa bhw ada mekanisme
"hukum adat" yg dipercayai berlaku di situs2 tertentu oleh warga lokal.
Apapun kejadiannya, sepertinya pemerintah telah gagal iqra (waa.. sorry buat
Mas Alkhori, saya pinjam dulu magic-word nyah...) dan sesama wong cilik juga
yg pada akhirnya adu jotos.


-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of A Nizami
Sent: Wednesday, April 14, 2010 3:13 PM
To: Is-lam
Subject: [Is-lam] Bentrokan Tanjung Priok: 2 Anggota DPRD Dipukuli Satpol PP

Dua anggota DPRD DKI Jakarta mengalami luka serius setelah dipukuli Satpol
PP meski sudah menunjukkan identitas. Sementara banyak rakyat lainnya luka
bahkan ada yang meninggal karena bentrok dengan Satpol PP. Satpol PP itu
petugas keamanan atau preman yang menakutkan?

Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim berkata: "Tindakan Satpol PP pada warga
sekitar areal pemakaman Mbah Priok sungguh brutal. Satpol PP bertindak
layaknya segerombolan preman, bukan aparat penegak hukum."

Bentrokan terjadi karena Pemprov DKI hendak menggusur bangunan liar yang
berada di sekitar kompleks pemakaman Habib Hasan bin Muhammad Al Hadad atau
Mbah Priok yang diklaim milik PT Pelindo II.

Tapi aneh juga jika Komplek Pemakaman Habib Hassan bin Muhammad Al Hadad
yang merupakan pendiri Tanjung Priok yang berusia ratusan tahun tiba-tiba
diklaim jadi milik PT Pelindo II. Kapan belinya?

Eksekusi Makam Mbah Priok
Dua Anggota DPRD DKI Kena Pukul Satpol PP Mereka adalah Ketua Komisi A DPRD
DKI, Ida Mahmuda dan anggota Komisi B, S Andika.
Rabu, 14 April 2010, 13:08 WIB
Eko Priliawito

VIVAnews - Dua anggota DPRD DKI Jakarta mengalami luka serius setelah
terkena aksi salah sasaran anggota Satpol PP saat terjadi bentrokan dalam
eksekusi pendopo yang berada di makam Habib Hasan bin Mumammad Al Hadad atau
Mbah Priok.

Mereka adalah Ketua Komisi A DPRD DKI, Ida Mahmuda dan anggota Komisi B, S
Andika dari Partai Gerindra. Pemukulan terhadap keduanya berlangsung saat
terjadi perundingan antara Wakil Walikota Jakarta Utara, Atma Sanjaya dan
pengelola makam bersama dengan DPRD DKI Jakarta.

"Dialog belum selesai langsung ada serangan dari Satpol PP. Kami kemudian
dipukuli meski telah menunjukan indentitas," ujar Ida Mahmuda, kepada
wartawan, Rabu 14 April 2010.

AKibat pemukulan ini, Ida Mahmuda dan Andika mengalami luka di telapak
tangan dan memar pada wajahnya. Mereka akan melakukan visum dan melaporkan
kejadian ini kepada polisi.

"Bukan cermin pelindung masyarakat, tapi aksi preman," ujarnya lagi.

Akibat kejadian ini Kepala satpol PP DKI Haryanto Badjuri langsung meminta
maaf kepada yang bersangkutan. "Saya minta maaf karena situasinya sangat
kacau," ujar Badjuri.

Akibat bentorkan ini, satu remaja meninggal dunia dan satu orang lainya
kritis. Sementara hingga kini ada 31 petugas Satpol PP yang menjalani
perwatan. Lima diantara harus menjalani operasi karena luka serius.

Laporan: Arnes Ritonga| Jakarta Utara

http://metro.vivanews.com/news/read/143927-dua_anggota_dprd_dki_kena_pukul_s
atpol_pp

Bentrok di Makam Mbah Priok, 1 Orang Tewas Belum diketahui secara pasti
indentitas korban tewas akibat bentrokan itu.
Rabu, 14 April 2010, 12:50 WIB
Eko Priliawito
(Antara/Yusran Uccang)

VIVAnews - Satu orang remaja laki-laki meninggal dunia dalam tawuran antara
petugas Satpol PP saat terjadi bentrokan dalam eksekusi pendopo yang berada
di makam Habib Hasan bin Mumammad Al Hadad atau Mbah Priok.

Belum diketahui secara pasti indentitas korban tewas. Berdasarkan pantauan
VIVAnews, Rabu 14 April 2010, remaja yang meninggal dunia itu diseret dari
dalam areal makam dan diletakan dalam keadaan tewas di depan pendopo.

Sementara satu lelaki dewasa, yang mengenakan baju putih juga mengalami luka
serius akibat terkena pukulan. Kedua korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit
Daerah Koja, Jakarta Utara.

Akibat bentrokan ini, sedikitnya 31 Satpol PP mengalami luka dan lima
diantaranya mengalami luka serius dan harus menjalani operasi . VIVAnews

http://metro.vivanews.com/news/read/143918-bentrok_di_priok__1_tewas_dan_31_
luka_luka

Rabu, 14/04/2010 13:58 WIB
Bentrok Makam Mbah Priok
Komnas HAM: Tindakan Satpol PP Brutal, Seperti Segerombolan Preman Niken
Widya Yunita - detikNews Jakarta - Tindakan Satpol PP pada warga sekitar
areal pemakaman Mbah Priok sungguh brutal. Satpol PP bertindak layaknya
segerombolan preman, bukan aparat penegak hukum.

"Jelas ini suatu tindakan yang sangat brutal. Satpol PP kan aparat hukum
yang menegakkan Perda. Kita melihat tindakan Satpol PP bukan seperti aparat
hukum yang sedang bertindak tetapi seperti segerombolan preman," ujar Ketua
Komnas HAM Ifdhal Kasim kepada detikcom, Rabu (14/4/2010).

Ifdhal menyaksikan insiden Priok berdarah itu lewat siaran televisi. Dia
juga menyatakan, pihaknya sudah mengirimkan tim ke lokasi kericuhan. Tim
dipimpin Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh.

"Kita akan melihat berapa korbannya, bagaimana proses penggusuran apakah
mematuhi hukum, bagaimana dalam menangani anak-anak dan orangtua. Satpol PP
juga tidak bisa serta merta menggunakan cara di luar hukum misalnya
pemukulan dan menyerang anak dan orangtua," jelasnya.

Tim Komnas HAM, lanjut Ifdhal, nantinya juga akan menyelidiki tindakan
brutal Satpol PP itu.

"Sebenarnya beberapa orang yang menjadi bagian warga yang digusur sudah
melapor kepada kita, kami juga sudah merespons. Kita meminta Walikota
Jakarta Utara untuk sementara menghentikan penggusuran itu. Selesaikanlah
sengketa perdatanya dulu, tapi sudah dilakukan penggusuran hari ini," sesal
Ifdhal.

(nik/nrl)

http://www.detiknews.com/read/2010/04/14/135847/1338112/10/komnas-ham-tindak
an-satpol-pp-brutal-seperti-segerombolan-preman

Bentrokan di Makam Mbah Priok
Bentrok Warga vs Polisi Pecah, Mobil Satpol Digulingkan Muhammad
Taufiqqurahman - detikNews

Jakarta - Bentrok kembali pecah di kawasan Terminal Peti Kemas Koja, yang
berdekatan dengan areal makam Mbah Priok. Polisi yang berjaga di pengamanan
luar diserang oleh warga. 2 Mobil Satpol PP yang sedang parkir digulingkan
oleh warga.

Warga yang berjumlah ratusan menyerang polisi sekitar pukul 13.15 WIB, Rabu
(14/4/2010). Saat itu polisi sedang berjaga di lapis luar yaitu di kawasan
di Terminal Peti Kemas Koja. Jarak terminal dengan areal makam Mbah Priok
sekitar 500 meter.

Polisi yang diserang hanya bisa bertahan dan menutup diri dengan tameng.
Mobil water cannon polisi juga tak henti menyemburkan air bertekanan tinggi
ke arah massa.

Warga yang berjumlah ratusan juga menggulingkan 2 mobil Satpol PP yang
sedang diparkir. Akibatnya kaca depan mobil pecah. Sebanyak 3 warga yang
kembali diamankan polisi.

Menurut Pemprov DKI Jakarta, pihaknya tidak bermaksud menggusur makam Mbah
Priok karena merupakan situs bersejarah. Pihaknya hanya akan menggusur
bangunan liar yang berada di sekitar kompleks karena merupakan lahan PT
Pelindo II.

http://www.detiknews.com/read/2010/04/14/134103/1338080/10/bentrok-warga-vs-
polisi-pecah-mobil-satpol-digulingkan

Eksekusi Makam Mbah Priok
Bukan Makam Yang Dibongkar, Tapi Pendopo Mbah Priok punya cerita sendiri
mengenai mengapa sampai dia begitu dihormati warga.
Rabu, 14 April 2010, 10:46 WIB
Siswanto

VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI tidak akan membongkar makam Mbah Priok,
melainkan hanya gapura dan pendopo yang ada di areal makam.

"Sedangkan makam Mbah Priok tidak akan dibongkar dan justru akan dibuat
monumen agar lebih bagus lagi dan tetap dapat dikunjungi warga," kata Kepala
Bidang Informasi Publik Dinas Kominfo Pemprov DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia,
Rabu 14 April 2010.

Cucu menambahkan pemerintah juga tidak pernah melarang warga untuk
mengunjungi makam itu.

Kendati demikian, pengikut Habib Ali Zaenal Abidin bin Abdulrahman Al Idrus
dan Habib Abdullah Sting, sebagai ahli waris atau pengelola makam, tetap
menolaknya. Mereka menilai pembongkaran itu tidak sah.

Ketika tadi pagi petugas Satpol PP akan mengeksekusi, pengikut habib
menghalau petugas dengan serangan bom molotov, batu, senjata tajam, dan
kayu.

Akibatnya, sekitar dua puluh anggota petugas Satpol PP menderita luka
serius, bahkan dua orang putus tangannya, dan harus dilarikan ke RSUD Koja.
Korban juga jatuh di pihak pendukung eksistensi makam.

Bentrok mulai tenang setelah pemerintah dan pengelola makam sepakat
berunding. Hingga siang ini, perundingan masih berlangsung.

Tadi pagi, Wakil Walikota Jakarta Utara Atma Senjaya mengatakan penertiban
gapura dan pendopo di makam Mbah Priok ini sudah sesuai dengan instruksi
gubernur DKI nomor 132/2009 tentang penertiban bangunan.

Sebab, kata dia, bangunan itu berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II,
sesuai dengan hak pengelolaan lahan (HPL) Nomor 01/Koja dengan luas
1.452.270 meter persegi.

Sementara itu, Mbah Priok punya cerita sendiri mengenai mengapa sampai
begitu dihormati warga. Dia merupakan salah satu tokoh penyiar agama Islam
yang berasal dari Pulau Sumatera. Saat akan sampai ke wilayah Batavia,
perahunya terkena badai.

Namun, dia selamat karena menemukan periuk dan akhirnya berhasil menepi di
Batavia. Sejak itu dia tinggal di Batavia dan menyiarkan agama Islam. Tak
lama kemudian, kawasan itu pun akhirnya dinamai Tanjung Priok.
. VIVAnews

http://metro.vivanews.com/news/read/143859-bukan_makam_yang_dibongkar__tapi_
pendopo

Massa pendukung Mbah Priok berjaga sambil membawa berbagai jenis senjata
seperti tombak dan bambu runcing. Makam Mbah Priok ini akan digusur karena
berada di atas lahan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II.
Rabu 14/04/2010 08:46 WIB
Foto News
Pembongkaran Makam Mbah Priok Rusuh
Fotografer - Muhammad Taufiqqurahman

Upaya pembongkaran makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad alias Mbah Priok
di Koja, Jakarta Utara, mendapat perlawanan dari ratusan orang. Mereka
membarikade pintu masuk makam Mbak Priok.

http://foto.detik.com/readfoto/2010/04/14/084613/1337802/157/1/pembongkaran-
makam-mbah-priok-rusuh

Eksekusi Makam Mbah Priok
Makam Mbah Priok & Cerita Mistis Satpol PP Makam Habib Hasan bin Muhammad al
Haddad itu kemudian dikenal sebagai Makam Mbah Priok.
Rabu, 14 April 2010, 11:57 WIB
Siswanto


VIVAnews - Makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad atau yang dikenal
sebagai Makam Mbah Priok, Koja, Jakarta Utara, menyimpan cerita sejarah
sehingga sangat dihormati warga. Bahkan, ketika pendopo makam akan dibongkar
pemerintah, pengikut rela mati mempertahankannya.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan Habib Hasan merupakan salah
satu tokoh yang dikenal sebagai penyiar agama Islam. Dia berasal dari Pulau
Sumatera.

Habib bisa sampai di tanah Batavia (Jakarta) awalnya karena perahu yang
ditumpanginya dihajar badai ketika hendak melintas di dekat Batavia.

Tetapi, pada waktu itu habib selamat dari amukan badai. Konon, dia selamat
karena menemukan periuk. Dengan periuk itulah habib berhasil menepi ke
Batavia.

Sejak itu, Habib Hasan tinggal di Batavia dan menyiarkan agama Islam di
sana. Tidak lama kemudian, kawasan tempat di mana habib pernah selamat dari
badai itu dinamai Tanjung Priok.

Habib Hasan meninggal di Batavia. Untuk mengenang perjuangan habib,
pengikutnya membangun makam sekaligus masjid untuk mengadakan majelis
taklim. Makam di Koja ini kemudian dikenal sebagai makam Mbah Priok.

Tempat itu kemudian dikenal luas. Tiap akhir pekan, sampai sekarang,
sedikitnya 1.500 orang mengikuti pengajian di sana.

Sampai akhirnya timbul kasus. Bangunan pendopo makam Mbah Priok dinyatakan
berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II sehingga menyalahi aturan dan
harus ditertibkan.

Sebenarnya sudah beberapa tahun lalu, upaya penertiban pendopo akan
direalisasikan. Tetapi, ahli waris makam Mbah Priok menolak keras. Sampai
akhirnya, Rabu 14 April 2010, pemerintah mengerahkan petugas untuk
mengeksekusi.

Pengikut Habib Ali Zaenal Abidin bin Abdulrahman Al Idrus dan Habib Abdullah
Sting, ahli waris makam Mbah Priok, tidak tinggal diam. Mereka menghadang
laju petugas hingga akhirnya bentrok fisik pecah dan korban berjatuhan.

Usai bentrok  sengit dengan pengikut habib, petugas Satpol PP mendapat
pengalaman berbau mistis.

Salah seorang petugas Satpol PP yang dari awal mengamati proses bentrokan
fisik mengatakan kendati jumlah pengikut habib tidak ada setengahnya dari
Satpol PP, mereka tidak ada yang takut terluka parah sama sekali.

"Sepertinya mereka punya ilmu ghaib. Tidak ada yang terluka berat, saat
terkena lemparan benda keras, bahkan maju terus," kata petugas yang tidak
mau disebut namanya itu.

Sebaliknya, justru petugas yang banyak menderita luka. Padahal, petugas
sudah mengenakan pakaian anti huru-hara.

Petugas Satpol PP yang bernama Slamet menambahkan malahan ada helm petugas
yang sampai pecah karena terkena lemparan dari salah satu pengikut habib.

Tetapi sebaliknya, ketika petugas melempar batu ke arah massa, seolah-olah
bagi massa, batu itu tidak berarti apa-apa.

Slamet sangat heran dengan pengalamannya. Dia mengaku merasakan ada kekuatan
di luar akal sehatnya yang ikut membentengi lokasi sehingga petugas sangat
sulit melaksanakan eksekusi.

Bentrokan fisik yang memakan banyak korban luka di pihak Satpol PP itu
akhirnya reda setelah pemerintah dan pengelola makam sepakat berunding.

Mengenai kebijakan eksekusi, dalam berbagai kesempatan Wakil Walikota Atma
Senjaya mengatakan bahwa penertiban gapura dan pendopo di makam Mbah Priok
ini sudah sesuai dengan instruksi gubernur DKI nomor 132/2009 tentang
penertiban bangunan.

Sebab, kata dia, bangunan itu berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II,
sesuai dengan hak pengelolaan lahan (HPL) Nomor 01/Koja dengan luas
1.452.270 meter persegi.

Sebaliknya, bagi ahli waris makam Mbah Priok rencana pembongkaran justru
menyalahi aturan. Sebab, areal pemakaman dan masjid ini telah memiliki
sertifikat resmi yang dikeluarkan pada jaman pendudukan Belanda dulu.

Laporan | Arnes Ritonga
. VIVAnews

http://metro.vivanews.com/news/read/143894-makam_mbah_priok___cerita_mistis_
satpol_pp

===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id Milis
Ekonomi Nasional: [email protected]
Belajar Islam via SMS:
http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phon
e



_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke