terimakasih, artikelnya bagus sekali. Sedikit masukan, saya rasa Anda
menggabungkan pengertian sedekah dengan infaq. Saya tak tahu apakah
itu bisa dibenarkan, atau tidak.

Pada tanggal 28/04/10, A Nizami <[email protected]> menulis:
> Assalamu'alaikum wr wb,
>
> Keutamaan Bersedekah di Jalan Allah
>
> Sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk bersedekah di jalan Allah:
>
> “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu
> menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena
> sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” [Al Baqarah 195]
>
> Allah menjanjikan jalan yang mudah/surga bagi orang yang memberikan hartanya
> di jalan Allah:
>
> “Allah  Ta’ala berfirman, ”Adapun orang yang memberikan hartanya  di  jalan
> Allah dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik  syurga  maka
> Kami  kelak  akan menyiapkan baginya jalan yang mudah “. [Al Lail  5-8]
>
> Sesungguhnya orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah mendapat balasan
> berlipat ganda:
>
> “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan
> hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan
> tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan
> (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya)
> lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah 261]
>
> “Dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang
> besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka
> (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih
> baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [At Taubah 121]
>
> Orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya lebih tinggi derajadnya
> daripada orang yang duduk/diam saja:
>
> “Yaitu kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah
> dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu
> mengetahui.” [Ash Shaff 11]
>
> “Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang
> tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan
> harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan
> harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada
> masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah
> melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala
> yang besar” [An Nisaa' 95]
>
> Dalam surat Al Maa’uun, Allah menyebut orang yang tidak mau sedekah untuk
> membantu fakir miskin sebagai pendusta agama meski mereka rajin shalat.
>
> Tanpa bersedekah, kita tidak akan mendapat pahala:
>
> "Kamu sekalian tidak akan memperoleh kebaikan (pahala), kecuali menafkahkan
> (memberikan) apa yang kalian cintai" [Ali Imran 92]
>
> ”Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai
> setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” ” [Al
> Baqarah 276]
>
> Di antara rahasia dan keutamaan orang yang rajin bersedekah, yaitu
> sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis,
>
> "Orang yang pemurah itu dekat dari Allah, dekat dari manusia, dekat dari
> surga dan jauh dari neraka. Adapun orang yang kikir, maka jauh dari Allah,
> jauh dari manusia, jauh dari surga dan dekat kepada neraka (siksaan Allah).
> " (H.R. Tirmidzi clan Baihaqi)
>
> "Sesungguhnya shadaqah itu dapat memadamkan murka Allah dan dapat menolak
> cara mati yang buruk. " (H.R. Tirmidzi, lbnu Hibban, lbnu 'Adi, clan
> Baihaqi)
>
> Hadits di atas cukup jelas menggambarkan keutamaan sedekah. Jika kita tidak
> sedekah, Allah bisa murka kepada kita dan kita bisa mati dalam keadaan su’ul
> khotimah atau masuk neraka. Padahal kita ingin mati dalam keadaan husnul
> khotimah bukan?
>
> Dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw bersabda, "setiap hari, dua
> malaikat turun ke bumi. salah seorang dari mereka berkata, 'ya Allah,
> gantilah harta orang yang bersedekah di jalan-Mu'. sedangkan yang satunya
> lagi berkata, 'ya Allah, binasakanlah harta orang yang menahan hartanya
> untuk disedekahkan'."
>
> Rajinlah bersedekah sehingga di akhirat tidak termasuk orang yang menyesal
> karena dimasukkan ke neraka akibat tidak bersedekah:
>
> “Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka
> mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada
> mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat)
> yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan” [Ibrahim 31]
>
>  “Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah di jalan Allah sebagian dari
> rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari
> itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang
> kafir itulah orang-orang yang zalim.” [Al Baqarah 254]
>
> “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu
> sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia
> berkata, Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai
> waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk
> orang-orang yang shaleh?" [Al-Munafiqun 10]
>
> Hendaknya kita bersedekah dengan harta yang kita cintai. Bukan yang memang
> tidak kita ingini:
>
> “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah di jalan allah sebagian dari
> hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari
> bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu
> menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya
> melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah
> Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” [Al Baqarah 267]
>
> Janganlah kikir/pelit karena takut miskin. Jarang ada orang yang miskin
> karena rajin bersedekah:
>
> “Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh
> kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan
> daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha
> Mengatahui. ” [Al Baqarah 268]
>
> Untuk siapakah kita bersedekah?
>
> Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta
> yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat,
> anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam
> perjalanan.” Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah
> Maha Mengetahuinya. ” [Al Baqarah 215]
>
> Seperti halnya zakat, sedekah tidak terbatas hanya untuk fakir miskin saja,
> tapi juga terhadap orang yang berjuang di jalan Allah seperti berdakwah atau
> para mujahidin yang berperang:
>
> “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang
> miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk
> (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan
> untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang
> diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At-Taubah
> 60]
>
> Kenapa Islam dulu berjaya? Mengapa Islam dulu mampu bukan hanya menahan kaum
> kafir, Yahudi, tentara Romawi dan Persia, tapi bahkan menaklukkan mereka?
>
> Karena para aghniya / orang-orang kaya rajin bersedekah untuk perjuangan
> Islam. Saat perang Tabuk di mana 30 ribu pasukan Muslim harus berperang
> dengan 200 ribu pasukan Romawi, orang-orang kaya berlomba menginfakkan
> hartanya untuk mendukung perjuangan.  Usman menyumbang sepertiga hartanya
> sehingga bisa membiayai 1/3 pasukan berikut onta dan kuda. Umar menyumbang
> separuh hartanya. Sementara Abu Bakar menyumbang seluruh hartanya. Yang lain
> ada yang menyumbang ribuan kilo makanan sementara yang kurang mampu pun
> menyumbang beberapa kepal makanan.
>
> Dengan cara itu, maka puluhan ribu orang yang miskin juga bisa turut
> berperang sehingga ummat Islam jadi lebih kuat. Bayangkan jika yang bisa
> perang hanya beberapa ribu orang kaya saja sementara puluhan ribu orang
> miskin tak bisa perang, tentu jadi lemah dan mudah dikalahkan.
>
> Sedekah juga digunakan untuk memperkuat dakwah dan persenjataan ummat Islam:
>
> “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi
> dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu)
> kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka
> yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang
> kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu
> dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). “ [Al Anfaal 60]
>
> Dengan kekuatan tentara dan persenjataan ummat Islam yang didukung oleh
> jihad dengan jiwa dan harta, maka 200 ribu pasukan Romawi begitu gentar
> hingga tidak berani menampakkan dirinya di kota Tabuk untuk melawan 30 ribu
> pasukan Muslim yang berdiam hingga 20 malam di sana.
>
> Banyak orang yang naik haji atau umrah berkali-kali. Padahal yang wajib
> hanya sekali. Ada pun setelah itu, maka menggunakan hartanya untuk berjihad
> di jalan Allah atau membantu orang yang berjihad justru lebih utama dan
> lebih besar pahalanya:
>
> “Amal apa yang utama?”. Maka Nabi SAW menjawab : “Iman kepada Allah dan
> Rasul-Nya”. Penanya berkata : “Kemudian apa?” Nabi SAW berkata : “Jihad di
> jalan Allah”. Beliau ditanya lagi: “Kemudian apa?” Nabi SAW menjawab : ‘Haji
> mabrur”. [Muttafaq ‘alaih]
>
> Dimana Nabi SAW menjadikan haji setelah jihad. Dan yang dimaksudkan adalah
> haji sunnah. Sebab haji wajib merupakan salah satu rukun dalam Islam jika
> telah mampu melaksanakannya. Dan dalam shahihain disebutkan riwayat dari
> Nabi SAW, bahwa beliau bersabda.
>
> “Barangsiapa yang membantu orang yang berjuang, maka sesungguhnya dia telah
> berjuang. Dan barangsiapa yang menanggung keluarganya dengan kebaikan, maka
> sesungguhnya dia telah berperang” [HR Bukhari dan Muslim]
>
> http://media-islam.or.id/2010/04/27/keutamaan-bersedekah-di-jalan-allah
>
> Referensi:
>
> Keutamaan Sedekah, Ust Muhammad Arifin Ilham
> http://www.bhaktykasry.com/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=27
>
> ULBAH BIN ZAID ; KEDERMAWANAN SANG FAKIR
> http://blogs.myspace.com/index.cfm?fuseaction=blog.ListAll&friendId=393564064
>
> http://www.rasoulallah.net/v2/document.aspx?lang=indo&doc=3621
>
> http://www.al-islam.agussuwasono.com/haji-dan-umrah/fatwa-haji-dan-umrah/195-memilih-haji-sunnah-atau-sedekah-untuk-membiayai-perang.html
>
> ===
> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> http://media-islam.or.id
> Milis Ekonomi Nasional: [email protected]
> Belajar Islam via SMS:
> http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone
>
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke