jiwa ini seperti pungguk merindukan bulan.

salam,
Fahru
---
Perempuan Inggris: Dubai Munafik
Selasa, 11 Mei 2010 | 05:31 WIB
 
LONDON, KOMPAS.com - Seorang agen real estate Inggris yang dipenjara gara-gara 
sebuah "kecupan di pipi" di Dubai mengutuk kemunafikan undang-undang kesopanan 
Uni Emirat Arab. Hal itu ia kemukakan saat menceritakan bagaimana dia terkunci 
dengan pembunuh dan pelacur di sebuah penjara padang pasir yang terpencil.

Charlotte Adams (26) yang dideportasi Jumat (7/5) setelah mendekam 23 hari di 
balik jeruji besi karena "berbuat tidak senonoh", mengemukakan kisah horornya 
ketika seorang wanita lokal menyatakan ia telah secara terbuka mencium dan 
menyentuh Ayman Najafi, seorang temannya Inggris, di sebuah restoran di Dubai 
November tahun lalu.
 
Adams, dari Pulau Mersea, Essex, Inggris, yang secara teratur mengunjungi Dubai 
untuk urusan bisnis, mengaku "menggoda" Najafi tetapi mengatakan, ia tidak 
melakukan apa pun keculai memberinya "sebuah kecupan di pipi".

Dalam wawancara pertamanya sejak bebas, ia berkata, "Ini melegakan. Saya tidak 
memikirkan hal lain selama beberapa bulan terakhir. Saya suka (Dubai) dan 
membuat saya sedih bahwa saya tidak akan pernah kembali ke sana. Hukum di sana 
harus berevolusi. Pada saat ini, semua itu hanya kemunafikan."

Dia mengecam Vince Acors dan Michelle Palmer, pasangan Inggris yang dipenjara 
tahun 2008 karena berhubungan seks di pantai Dubai. Ia mengatakan pasangan itu 
merupakan orang "bodoh", sementara ia tidak pernah bermaksud untuk menyinggung 
kebiasaan orang Muslim.

"Saya pikir mereka bodoh untuk berperilaku seperti itu di sebuah kota Muslim. 
Setiap orang dipengaruhi oleh apa artinya itu (Muslim). Anda pasti sudah bodoh 
untuk mengabaikan itu," katanya.

Namun ia menyangkal, kelakuannya dengan Bapak Najafi dibanding dengan Palmer 
dan Acors. "Saya mungkin telah mengecup pipinya pada satu titik tapi kami tidak 
mabuk dan saya tidak akan pernah mencium seseorang di tengah-tengah restoran 
yang ramai - terutama di Dubai," katanya kepada The Mail, Minggu (9/5).

Adams dipenjarakan selama 23 hari untuk perbuatan tidak senonoh dan didenda 
1.000 dirham karena minum alkohol pada bulan April. 
Dia dikirim ke Penjara Al Awir -sebuah penjara di kawasan gurun luas dengan 
menara jaga dan tembok tinggi serta kawat berduri di atasnya. Temannya sesama 
napi antara lain seorang wanita Rusia yang telah memotong-motong pacar dan 
kekasih pacarnya itu. Ia berbagi sel berukuran 23 kali 13 kaki dengan lima 
orang lain - termasuk seorang pelacur yang sedang hamil yang diduga tetap 
dikurung selama 24 jam setelah air ketubannya pecah.

"Saya tidak berpikir saya tidur pada malam pertama," katanya. "Tiga hari 
pertama merupakan yang paling sulit. Ketika pintu-pintu terkunci pertama kali, 
itu mengerikan. Saya hanya berbaring dalam gelap dan mencoba untuk tidak 
menangis"

Makanan merupakan hal yang mengerikan.  Adams mengatakan, ia yakin makanan itu 
telah dicampur dengan obat penenang. "Anda dengan cepat merasa lesu dan pikiran 
saya terasa kosong," katanya.

Ia bebas pada pukul 07.00, Jumat, dan langsung dibawa ke bandara. Ia dilarang 
masuk kembali ke Dubai. "Saat pesawat lepas landas merupakan hal yang luar 
biasa, meskipun saya tahu saya tidak akan kembali," katanya.

Meski telah kembali ke rumah keluarganya di Pulau Mersea, Essex, Adams tetap 
tidak terima apa yang dialaminya. "Hal itu tidak menghancurkan saya, tidak 
mengubah saya. Saya bisa bangun besok dan merasa normal. Saya tidak merasa 
takut dan tidak malu dengan perilaku saya," katanya.


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke