Bagaimanapun, yg menghancurkan negri ini adalah korupsisme, dan bukan
terorisme. Bahkan gejala terorisme (atau yg selalu didahului interpretasi
sbg "teroris" oleh kalangan "polri") itu adlah akibat dari korupsi yg sudah
kelewatan. Kenapa digunakan simbol2 kontroversial spt kepentingan amrik cs?
Ya karena simbol2 itu memang masih efektif dan jualable utk memancing
perpecahan konsentrasi masyrakat thd masalah utama, yaitu korupsisme. Ini
nurut perkiraan saya aja.

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of AFR
Sent: Friday, May 14, 2010 7:56 AM
To: [email protected]
Subject: [Is-lam] Mardigu: Teroris Cawang, Cikampek dan Solo Bidik Obama

 

yg saya tangkap dgn ini adlh upaya pengkultusan individu dgn bumbu intrik2
menjilat. 

dlm media, kalo ada berita yg menyorot individu2 pembesar bangsa amerika,
entah itu 

yg buruk atw yg 'baik'. biasanya akan mereka perhatikan siapa yg bersuara,
tentang 

apa/siapa, apakah ada efeknya jika org ini diajak kerja sama. utk mengawali
kerjasama

biasanya cukup diawali respon mendukung siapa yg bersuara itu & mengkritik
org yg 

tidak sependapat dgn penyuara.

 

 

salam,

Fahru

---

 

Jumat, 14/05/2010 07:01 WIB
Mardigu: Teroris Cawang, Cikampek dan Solo Bidik Obama
Anwar Khumaini - detikNews

 

 
<http://foto.detik.com/readfoto/2010/05/13/124748/1356517/157/1/3-teroris-su
koharjo-dibawa-ke-jakarta> 3 Teroris Sukoharjo Dibawa ke Jakarta 

Jakarta - Pengamat teroris Mardigu menengarai keberadaan teroris yang
digerebek di Cawang, Cikampek serta Sukoharjo, Solo terkait rencana
kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ke Indonesia pada
pertengahan Juni 2010 mendatang. Kedatangan Obama ke Indonesia dianggap para
teroris sebagai musuh bersama.

"Obama hadir sebagai toghut, musuh bersama. Urusan nanti apakah dijalanin
(rencana penyerangan) atau tidak itu urusan nanti," kata Mardigu kepada
detikcom, Jumat (14/5/2010).

"Kalau mereka merencanakan untuk Obama, pasti," tegas Mardigu. 

Dia menjelaskan, digerebeknya teroris di Cawang dan Cikampek, dan terakhir
di Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah akan diikuti oleh
penggerebekan-penggerebekan lain oleh Densus 88. Karena menurutnya, dalam
penggerebekan awal, pasti akan didapat informasi-informasi selanjutnya.

"Secara teknis, bahwa setiap penangkapan selalu ada data-data yang diperoleh
dari penangkapan sebelumnya. Kemungkinan beberapa hari lagi ada lagi,"
imbuhnya.

Mardigu tidak menganggap penggerebekan yang dilakukan saat ini disengaja
bebarengan dengan kasus yang dialami oleh mantan Kabareskrim Irjen Pol Susno
Duadji. Menurutnya, memang saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan
penggerebekan.

"Ya tepat saja waktunya. Kalau dilama-lamain nanti lepas lagi," kata
Mardigu. (anw/anw) 

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke