Di zaman kolonial Nederlands-Indie sekitar th 1900-1942, pemerintah kolonial Hindia-Belanda bagian "inlichtingen dients" mengorganisasi kumpulan bandit yang diberi tugas menyusupi organisasi/partai politik gerakan kemerdekaan. Para bandit ini bekerja disamping mencari informasi juga menununjang/mengajukan ide-ide perlawanan gerakan dengan kekerasan yang seolah-olah "revolusioner kiri". Kesemuanya ini direncanakan dan dikendalikan dari meja kerja para elite kekuasaan kolonial.
Kelemaham para pejuang kemerdekaan Indonesia adalah tidak pernah ada yang secara pribadi terjun ke dalam lembah penderitaan massa rakyat yang paling tertindas, yaitu kaum Muslimin yang bertani tanpa punya tanah ataupun tanah sepetak kecil dan bekerja sebagai pekerja perkebunan atau pekerja musiman di kota-kota. Sehingga para pemimpin gerakan tidak mengetahui persis apa yang diinginkan mayoritas penduduk dalam usaha perbaikan nasib dalam hidupnya. Akibat dari realitas sejarah perjuangan kemerdekaan sedemikian itu adalah ketiadaan teori dan idealisme masyarakat bagi bangsa yang berideologi Islam, yang sebenarnya dapat ditarik benang merahnya dari firman Qurani. Itulah sebabnya mengapa kaum Muslimin marginal Indonesia selama ini menerima ide-ide sosialisme dan komunisme dalam usaha perbaikan nasib mereka, karena organisasi/partai politik sosialis dan komunis tidak perduli thd kepercayaan/agama seseorang selama menyutujui tujuan politiknya. (Referensi: Sirah Nabawiyah, Biografi Mao Dze-dung, Kisah Paman Ho) Kelemahan ini masih belum diatasi oleh generasi sekarang. Bahkan para "pemimpin" politik Muslimin dewasa ini lebih menitikberatkan kepada usaha perbaikan nasib pribadi masing-masing. Kaum terorris Muslimin dewasa ini di Indonesia adalah hasil didikan para bandit politik yang tidak banyak beda dengan yang pernah ada di zaman penjajahan dahulu. Mereka adalah manusia Muslim yang tidak sadar diperalat oleh elite kekuasaan politik demi kepentingan modal asing. Mereka mengorganisasi diri dan bekerja berdasarkan skenario dinas intelijens kekuasaan negara. Karena itu dengan cepat polisi/tentara dengan mudahnya melacak mereka dan menangkap serta membunuhi mereka (yang perlu dibunuh). From: Dewa Gede Permana Sent: Friday, May 14, 2010 5:28 AM To: [email protected] Subject: Re: [Is-lam] Mardigu: Teroris Cawang, Cikampek dan Solo Bidik Obama Bagaimanapun, yg menghancurkan negri ini adalah korupsisme, dan bukan terorisme. Bahkan gejala terorisme (atau yg selalu didahului interpretasi sbg "teroris" oleh kalangan "polri") itu adlah akibat dari korupsi yg sudah kelewatan. Kenapa digunakan simbol2 kontroversial spt kepentingan amrik cs? Ya karena simbol2 itu memang masih efektif dan jualable utk memancing perpecahan konsentrasi masyrakat thd masalah utama, yaitu korupsisme. Ini nurut perkiraan saya aja. From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of AFR Sent: Friday, May 14, 2010 7:56 AM To: [email protected] Subject: [Is-lam] Mardigu: Teroris Cawang, Cikampek dan Solo Bidik Obama yg saya tangkap dgn ini adlh upaya pengkultusan individu dgn bumbu intrik2 menjilat. dlm media, kalo ada berita yg menyorot individu2 pembesar bangsa amerika, entah itu yg buruk atw yg 'baik'. biasanya akan mereka perhatikan siapa yg bersuara, tentang apa/siapa, apakah ada efeknya jika org ini diajak kerja sama. utk mengawali kerjasama biasanya cukup diawali respon mendukung siapa yg bersuara itu & mengkritik org yg tidak sependapat dgn penyuara. salam, Fahru --- Jumat, 14/05/2010 07:01 WIB Mardigu: Teroris Cawang, Cikampek dan Solo Bidik Obama Anwar Khumaini - detikNews 3 Teroris Sukoharjo Dibawa ke Jakarta Jakarta - Pengamat teroris Mardigu menengarai keberadaan teroris yang digerebek di Cawang, Cikampek serta Sukoharjo, Solo terkait rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ke Indonesia pada pertengahan Juni 2010 mendatang. Kedatangan Obama ke Indonesia dianggap para teroris sebagai musuh bersama. "Obama hadir sebagai toghut, musuh bersama. Urusan nanti apakah dijalanin (rencana penyerangan) atau tidak itu urusan nanti," kata Mardigu kepada detikcom, Jumat (14/5/2010). "Kalau mereka merencanakan untuk Obama, pasti," tegas Mardigu. Dia menjelaskan, digerebeknya teroris di Cawang dan Cikampek, dan terakhir di Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah akan diikuti oleh penggerebekan-penggerebekan lain oleh Densus 88. Karena menurutnya, dalam penggerebekan awal, pasti akan didapat informasi-informasi selanjutnya. "Secara teknis, bahwa setiap penangkapan selalu ada data-data yang diperoleh dari penangkapan sebelumnya. Kemungkinan beberapa hari lagi ada lagi," imbuhnya. Mardigu tidak menganggap penggerebekan yang dilakukan saat ini disengaja bebarengan dengan kasus yang dialami oleh mantan Kabareskrim Irjen Pol Susno Duadji. Menurutnya, memang saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan penggerebekan. "Ya tepat saja waktunya. Kalau dilama-lamain nanti lepas lagi," kata Mardigu. (anw/anw) -------------------------------------------------------------------------------- _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
