Partai ISlam yang semakin SEKULER.....
----- Original Message -----
Sent: Friday, June 18, 2010 8:43 AM
Subject: PKS Siapkan Jalur Anggota Nonmuslim
TQS Ali Imran 104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang
menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang
munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung.
[217]. Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah;
sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.
Mereka itulah hizbullah (golongan Allah). Ketahuilah, bahwa sesungguhnya
hizbullah itu adalah golongan yang beruntung." (Al-Mujadilah 58:22)
Allah ‘azza wa jalla berfirman,
"Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, rosul-Nya, dan orang-orang yang
beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk
(kepada Allah) Dan barangsiapa mengambil Allah, rosul-Nya dan orang-orang yang
beriman menjadi penolongnya maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah
(hizbullah) itulah yang pasti menang." (Al-Maidah 5:55-56)
Dengan nash-nash yang tegas di atas, bolehkah partai, harokah, organisasi Islam
menerima keanggotaan Non Muslim? Bisakah non muslim mendapatkan keberuntungan
disisi Allah? Apakah non muslim bisa melakukan perbuatan yang mendekatkan diri
kepada Allah? Bisakah mereka melakukan amar ma'ruf nahiy munkar?
Jawabnya jelas TIDAK BISA dan Partai Islam TIDAK BOLEH menerima keanggotaan Non
Muslim, kecuali jika partai, harokah, organisasi tsb bukan lagi menjadi partai,
harokah atau organisasi ISLAM.
PKS Siapkan Jalur Anggota Nonmuslim
Kamis, 17/06/2010 10:19 WIB | email | print | share
Salah satu perubahan besar yang akan dilakukan Partai Keadilan Sejahtera
menjelang Pemilu 2014 adalah membuka keanggotaan untuk nonmuslim. Untuk itu,
PKS akan merevisi konstitusi partainya.
Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta menjelaskan, dalam Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga PKS, dikenal enam jenjang kader dengan hak dan kewajiban
berbeda secara proporsional. Salah satunya hak diajukan menjadi pejabat publik
baik di eksekutif dan legislatif.
Musyawarah Nasional yang digelar mulai Kamis 17 Juni 2010 besok salah satunya
mengagendakan amandemen aturan itu. "Kami ingin siapkan landasan konstitusi,"
kata Anis. "Kami buat ruang nonmuslim bergabung. Intinya kami ingin memberikan
ruang nonmuslim ke keanggotaan," ujar Anis.
Usulan itu, kata Anis, melihat realitas saat ini, di mana PKS diterima
masyarakat yang didominasi nonmuslim seperti di Papua dan Nusa Tenggara Timur.
Bila amandemen disetujui, dimungkinkan nonmuslim yang bergabung menjadi anggota
PKS diajukan sebagai pejabat dari daerah pemilihan tersebut.
"Saat ini saja, ada sekitar 20-an anggota legislatif (DPRD) non muslim dari
PKS," kata Anis.
Strategi ini merupakan salah satu cara PKS menjadi partai tiga besar dalam
Pemilu 2014. Selain masalah keanggotaan, PKS juga mengadakan terobosan pada
struktur organisasi yang mengkombinasikan kerja di parlemen dengan di
masyarakat. (viva/dod)
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/pks-siapkan-jalur-anggota-nonmuslim.htm
PKS: Perubahan Bagian dari Demokrasi
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berancang-ancang menawarkan warna baru atas
identitas partainya. Momentum Musyawarah Nasional yang berlangsung 16-20 Juni
boleh jadi dimanfaatkan sebagai garis awal perubahan.
Sekjen PKS Anis Matta mengatakan, partainya tak ingin menjadi market leader
hanya di kalangan partai Islam. PKS ingin menjadi yang terdepan di antara semua
partai dan ingin keluar dari pemetaan partai Islam dan partai nasionalis.
Wakil Sekjen PKS Fachri Hamzah mengungkapkan, perubahan itu merupakan sesuatu
yang wajar dan merupakan bagian dari prosedur demokrasi. Partai sejatinya
menjadi wadah berpolitik bagi semua kelompok.
“Ini juga bagian dari kedewasaan politik kita secara umum dan nasional. Apakah
kita bangsa Indonesia ini memandang partai politik sebagai sarana bersama bagi
semua kelompok apa pun suku dan golongannya untuk secara bersama-sama
menyalurkan aspirasi masyarakat dan memimpin bangsa ini dengan tujuan bersama.
Tanpa membedakan suku, agama, dan sebagainya,” papar Fachri, Kamis (17/6/2010)
di Gedung DPR, Jakarta.
Menurutnya, perubahan yang dilakukan PKS bukanlah sesuatu yang luar biasa.
“Partai lain kan juga ada dinamika antar kelompok. PDI-P, misalnya, ada Baitul
Muslimin. Padahal, kita tahu warna kulit PDI-P selama ini merah, merah itu kan
kita tahu artinya. Dinamika itu akan selalu ada, tapi bagaimana dinamika
internal itu tampil,” ujarnya.
Perubahan yang terjadi, ditegaskannya, tak bertabrakan dengan ideologi partai.
Persepsi bahwa partai yang identik dengan suatu agama hanya untuk penganut
agama tersebut, menurutnya, harus diperluas. “Sebenarnya enggak ada citra baru.
Dari dulu kita memang seperti ini. Ini kan cuma tahapan internal politik kita
saja,” kata Fachri.
Hingga saat ini, terang Fachri, cukup banyak tokoh non-Muslim yang menjadi
kader partainya. “Tidak ada sesuatu yang harus kita lihat sebagai sesuatu yang
luar biasa. Ini tahapan yang normal. Dalam demokrasi, Anda harus mewakili
aspirasi rakyat. Anda mau menang di Bali yang mayoritas Hindu, tapi tidak
mengajak masyarakat Hindu? Tidak bisa,” tegasnya. (kompas.com, 17/6/2010)
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam