Nampaknya idolagi yang selama ini di gadang2 seperti pakaian saja layaknya.
Manakala dipakai setiap hari, dicuci dan dijemur juga setiap hari warnanya lama kelamaan akan menjadi pudar. Sehingga gak jelas lagi warna aslinya, merahkah, putihkah, hitamkah, dan yang pasti warnanya (pinjam bahasa iklan detergen) jadi "mbledus" Nah..kalau pakaian warnanya sudah pudar, biasanya orang cenderung untuk tidak lagi memakainya kecuali terpaksa karena belum mampu untuk membeli gantinya, bak kata orang "khoirum minal euweuh" Hmm _____ From: Saidi [mailto:[email protected]] Sent: Friday, June 18, 2010 9:30 AM To: [is-lam] Subject: [***SPAM*** Score/Req: 06.60/05.00] [Is-lam] Fw: PKS Siapkan Jalur Anggota Nonmuslim Partai ISlam yang semakin SEKULER..... ----- Original Message ----- Sent: Friday, June 18, 2010 8:43 AM Subject: PKS Siapkan Jalur Anggota Nonmuslim TQS Ali Imran 104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung. [217]. Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya. Mereka itulah hizbullah (golongan Allah). Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung." (Al-Mujadilah 58:22) Allah 'azza wa jalla berfirman, "Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, rosul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah) Dan barangsiapa mengambil Allah, rosul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah (hizbullah) itulah yang pasti menang." (Al-Maidah 5:55-56) Dengan nash-nash yang tegas di atas, bolehkah partai, harokah, organisasi Islam menerima keanggotaan Non Muslim? Bisakah non muslim mendapatkan keberuntungan disisi Allah? Apakah non muslim bisa melakukan perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah? Bisakah mereka melakukan amar ma'ruf nahiy munkar? Jawabnya jelas TIDAK BISA dan Partai Islam TIDAK BOLEH menerima keanggotaan Non Muslim, kecuali jika partai, harokah, organisasi tsb bukan lagi menjadi partai, harokah atau organisasi ISLAM. PKS Siapkan Jalur Anggota Nonmuslim Kamis, 17/06/2010 10:19 WIB | email <http://www.eramuslim.com/berita/nasional/send/pks-siapkan-jalur-anggota-non muslim> | print <http://www.eramuslim.com/berita/nasional/cetak/pks-siapkan-jalur-anggota-no nmuslim> | share <http://www.addthis.com/bookmark.php?url=http://www.eramuslim.com/berita/nas ional/pks-siapkan-jalur-anggota-nonmuslim.htm> <http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tokoh/anis-matta.jpg> Salah satu perubahan besar yang akan dilakukan Partai Keadilan Sejahtera menjelang Pemilu 2014 adalah membuka keanggotaan untuk nonmuslim. Untuk itu, PKS akan merevisi konstitusi partainya. Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta menjelaskan, dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PKS, dikenal enam jenjang kader dengan hak dan kewajiban berbeda secara proporsional. Salah satunya hak diajukan menjadi pejabat publik baik di eksekutif dan legislatif. Musyawarah Nasional yang digelar mulai Kamis 17 Juni 2010 besok salah satunya mengagendakan amandemen aturan itu. "Kami ingin siapkan landasan konstitusi," kata Anis. "Kami buat ruang nonmuslim bergabung. Intinya kami ingin memberikan ruang nonmuslim ke keanggotaan," ujar Anis. Usulan itu, kata Anis, melihat realitas saat ini, di mana PKS diterima masyarakat yang didominasi nonmuslim seperti di Papua dan Nusa Tenggara Timur. Bila amandemen disetujui, dimungkinkan nonmuslim yang bergabung menjadi anggota PKS diajukan sebagai pejabat dari daerah pemilihan tersebut. "Saat ini saja, ada sekitar 20-an anggota legislatif (DPRD) non muslim dari PKS," kata Anis. Strategi ini merupakan salah satu cara PKS menjadi partai tiga besar dalam Pemilu 2014. Selain masalah keanggotaan, PKS juga mengadakan terobosan pada struktur organisasi yang mengkombinasikan kerja di parlemen dengan di masyarakat. (viva/dod) http://www.eramuslim.com/berita/nasional/pks-siapkan-jalur-anggota-nonmuslim .htm PKS: Perubahan Bagian dari Demokrasi <http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2010/06/fachri-hamzah.jpg> Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berancang-ancang menawarkan warna baru atas identitas partainya. Momentum Musyawarah Nasional yang berlangsung 16-20 Juni boleh jadi dimanfaatkan sebagai garis awal perubahan. Sekjen PKS Anis Matta mengatakan, partainya tak ingin menjadi market leader hanya di kalangan partai Islam. PKS ingin menjadi yang terdepan di antara semua partai dan ingin keluar dari pemetaan partai Islam dan partai nasionalis. Wakil Sekjen PKS Fachri Hamzah mengungkapkan, perubahan itu merupakan sesuatu yang wajar dan merupakan bagian dari prosedur demokrasi. Partai sejatinya menjadi wadah berpolitik bagi semua kelompok. "Ini juga bagian dari kedewasaan politik kita secara umum dan nasional. Apakah kita bangsa Indonesia ini memandang partai politik sebagai sarana bersama bagi semua kelompok apa pun suku dan golongannya untuk secara bersama-sama menyalurkan aspirasi masyarakat dan memimpin bangsa ini dengan tujuan bersama. Tanpa membedakan suku, agama, dan sebagainya," papar Fachri, Kamis (17/6/2010) di Gedung DPR, Jakarta. Menurutnya, perubahan yang dilakukan PKS bukanlah sesuatu yang luar biasa. "Partai lain kan juga ada dinamika antar kelompok. PDI-P, misalnya, ada Baitul Muslimin. Padahal, kita tahu warna kulit PDI-P selama ini merah, merah itu kan kita tahu artinya. Dinamika itu akan selalu ada, tapi bagaimana dinamika internal itu tampil," ujarnya. Perubahan yang terjadi, ditegaskannya, tak bertabrakan dengan ideologi partai. Persepsi bahwa partai yang identik dengan suatu agama hanya untuk penganut agama tersebut, menurutnya, harus diperluas. "Sebenarnya enggak ada citra baru. Dari dulu kita memang seperti ini. Ini kan cuma tahapan internal politik kita saja," kata Fachri. Hingga saat ini, terang Fachri, cukup banyak tokoh non-Muslim yang menjadi kader partainya. "Tidak ada sesuatu yang harus kita lihat sebagai sesuatu yang luar biasa. Ini tahapan yang normal. Dalam demokrasi, Anda harus mewakili aspirasi rakyat. Anda mau menang di Bali yang mayoritas Hindu, tapi tidak mengajak masyarakat Hindu? Tidak bisa," tegasnya. (kompas.com, 17/6/2010) __________ NOD32 5199 (20100615) Information __________ This message was checked by NOD32 antivirus system. http://www.eset.com
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
