Kalau saja presiden kita SBY menyikapi kasus LAPINDO sama seperti Obama menyikapi "kecerobohan" BP, nampaknya tidak akan pernah ada demo2 dari rakyat yang dirugikan itu.
Dimana kerugian rakyat yang diakibatkan LAPINDO jauh melebihi apa yang diakibatkan oleh BP. Ini tidak lain karena adanya koalisi antara sang penguasa negara dengan pengusaha yang mengelola lapindo itu, jadi kalau sudah begitu rakyat kecil yang mudah untuk dikorbankan. Hmm _____ From: AFR [mailto:[email protected]] Sent: Friday, June 18, 2010 7:09 AM To: [email protected] Subject: [***SPAM*** Score/Req: 09.40/05.00] [Is-lam] Mirip-mirip "Lapindo" saja ... krismon sdh/sdg dihadapi sbgmn di Ina 1998 catrina dan asejenisnya kali terjadi sbgmn di Ina dgn puting beliung lapindo brantas sdg dihadapi dgn bp tapi tidak sebaliknya, spt 911 dan tinggal yg semirip tsunami aceh yg belum ... kalo bangsa palestina dibiarkan terbantai habis oleh israel biar utusan2-Nya saja yg bekerja utk kehancuran mereka do'a org teraniaya/kecewa itu mustajab kalo dikehendaki-Nya FR --- Dijamin Ganti Rugi,Warga Pesisir Sambut Obama Barack Obama disambut penduduk pesisir di Grand Isle, Louisiana VIVAnews - Penduduk pesisir selatan Amerika Serikat (AS) menyambut baik permintaan maaf BP dan penyediaan dana kompensasi US$20 miliar (sekitar Rp183,17 triliun) dari perusahaan minyak yang berbasis di Inggris itu. Penduduk sudah menderita kerugian akibat pencemaran lingkungan yang disebabkan bocornya sumur minyak yang dikelola BP dalam hampir dua bulan terakhir. Tepuk tangan dan sorak sorai dilontarkan penduduk kota Orange Beach, negara bagian Alabama, begitu mendengar pengumuman dari pimpinan BP usai berunding dengan Presiden Barack Obama di Gedung Putih, Rabu 16 Juni 2010. Mereka berterima kasih atas peran Obama, yang dalam beberapa hari terakhir memerintahkan para pejabat bernegosiasi dengan pimpinan BP membahas ganti rugi pencemaran lingkungan. "Dua pekan lalu kami pernah mengutarakan tuntutan serupa [ganti rugi], namun mereka [BP] cuma menertawakan kami," kata Walikota Orange Beach, Tony Kennon. "Terima kasih Presiden Obama atas perhatian Anda dalam mendengar keluhan kami dan menindaklanjutinya," kata Kennon. Sambutan positif juga dilontarkan penduduk pesisir di negara bagian Louisiana. Kalangan publik dan media pun menyambut baik keputusan Obama yang menunda lawatan ke luar negeri - termasuk ke Indonesia - demi mencurahkan perhatian atas bocornya sumur minyak BP, yang sudah dianggap sebagai masalah serius. Obama berhasil memaksa pimpinan BP menghadap ke Gedung Putih dalam rangka membicarakan pemberian ganti rugi sekaligus cara-cara lebih lanjut dalam mengatasi bocornya sumur minyak bawah laut di Teluk Meksiko. Menurut Obama, dana ganti rugi itu harus segera dikucurkan mengingat pencemaran lingkungan akibat bocornya sumur minyak BP sudah menghilangkan mata pencaharian banyak warga pesisir selatan AS - mulai dari para nelayan, pelaku industri perikanan, hingga pengusaha restoran. "Ini adalah menyangkut akuntabilitas. Bagi para pelaku usaha kecil, nelayan, dan pengolah udang, masalah ini tidak saja menyangkut hitungan dolar dan sen. Banyak orang kini tidak punya sandaran hidup," kata Obama setelah berunding selama empat jam dengan pimpinan BP. Beberapa jam sebelumnya, dalam siaran televisi, Obama menyatakan bahwa BP (dahulu bernama British Petroleum) telah bertindak "ceroboh" dan perusahaan minyak asal Inggris itu harus menanggung sepenuhnya kerugian yang diderita rakyat Amerika di kawasan pesisir dan pencemaran lingkungan di wilayah itu. Obama pun menunjuk mantan gubernur Mississippi, Ray Mabus, untuk menyusun program kompensansi jangka panjang bernama Rencana Pemulihan Pesisir Teluk Meksiko, yang seluruhnya ditanggung oleh BP. Program ini melibatkan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, para nelayan, pegiat lingkungan hidup, dan warga setempat. Dalam 58 hari terakhir, baik BP maupun satuan Penjaga Pantai (Coast Guard) belum mampu mengatasi bocornya sumur minyak di Teluk Meksiko, yang mengeluarkan sekitar 2,52 juta galon per hari. Kebocoran itu berawal dari ledakan kilang minyak milik BP pada 20 April lalu, yang menewaskan sebelas pekerja. Jutaan barel minyak mentah dari sumur yang bocor di bawah laut itu terus menyebar ke seluruh perairan selatan AS. Banyak penghuni laut yang mati dan ini juga mematikan mata pencaharian para nelayan Amerika dan warga setempat. Menurut perhitungan pengamat, hingga kini 116 juta galon minyak mentah berceceran di Teluk Meksiko. Selain terus menuntut pertanggungjawaban BP, Obama dan pemerintahannya juga berupaya agar pencemaran lingkungan itu tidak meluas ke wilayah lain. (Associated Press) __________ NOD32 5199 (20100615) Information __________ This message was checked by NOD32 antivirus system. http://www.eset.com
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
