----- Original Message ----- 
From: DR Kurniawan 
Subject: Beberapa Fakta Janggal tentang Sofyan Tsauri Menurut Wartawan ANTV
Beberapa Fakta Janggal tentang Sofyan Tsauri Menurut Wartawan ANTV
Jakarta (voa-islam.com) -Di tengah riuh rendah isu penyergapan teroris di 
medan, sofyan tsauri, bekas polisi yang disebut-sebut sebagai perekrut dan 
pelatih kelompok teroris aceh disidangkan di pengadilan negeri depok kamis 
lalu. 

Anehnya, tidak ada seorang anggota densus-88 pun, bahkan polisi biasa yang 
mengawal persidangan itu, padahal, biasanya polisi terutama tim densus 88, 
selalu mengawal tersangka teroris. Apalagi, sofyan selalu digambarkan sebagai 
gembong teroris paling berbahaya di kelompok aceh setelah dulmatin tewas. 

Sementara itu, Kapolri jenderal bambang hendarso danuri pun menyebut perampokan 
bank CIMB Medan sebulan lalu terkait dengan jaringan teroris aceh. Lalu mengapa 
pengawalan begitu longgar? Siapakah sebenarnya sofyan tsauri? Benarkah lelaki 
itu agen intelijen yang disusupkan ke jaringan teroris? Bagaimana penyusupan 
itu terjadi? Tim liputan antv menemukan berbagai kejanggalan di lapangan.
 
Kejanggalan I: Minim Pengamanan dalam Sidang

Di Pengadilan negeri depok, pada hari kamis, 23 september 2010, tak ada yang 
luar biasa di sana. Siang itu, suasana sepi, penjagaan pun tidak istimewa, 
padahal, hari itu sofyan tsauri, seorang lelaki yang disebut-sebut sebagai 
gembong teroris aceh, untuk pertama kalinya disidangkan.

Dialah satu-satunya tersangka teroris aceh yang disidangkan di pengadilan 
negeri depok. Wartawan antv, ahmad sumardjoko pun terperangah ketika melangkah 
ke bagian belakang gedung pengadilan negeri depok sebab di depan sel tersangka 
seorang lelaki bergamis dan bertubuh gempal langsung menyapa di balik jeruji 
besi apalagi lelaki yang mengaku bernama sofyan tsauri itu lalu meminta 
diwawancarai.
 
Maka, begitu kamera terarah ke sosok bertubuh gempal itu  meluncurlah pengakuan 
sofyan tentang dirinya tanpa tedeng aling-aling. Setelah mengaku sebagai 
anggota kelompok al qaidah asia tenggara, sofyan mengaku memang sengaja memakai 
jalur kekerasan dalam mencapai tujuan yakni kemenangan Islam. Dengan 
blak-blakan sofyan mencaci maki amerika serikat dan para pemimpin indonesia 
yang mengekor Amerika.  Namun tak lupa sofyan juga menyanyi tentang faksi-faksi 
yang tergabung dalam kelompok mereka yang berlatih militer di aceh.


  ...“seperti yang anda ketahui, sebagai anggota al qaidah asia tenggara, kami 
senantiasa menyiapkan langkah untuk menyerang ….”

Anehnya pengakuan gamblang sofyan di dalam sel itu, seolah sengaja dibiarkan. 
Tidak ada polisi, petugas kejaksaan, atau petugas keamanan lain yang mencoba 
menghentikan ocehan sofyan.
 
Padahal selama ini, setiap kali sidang teroris digelar puluhan polisi dan 
anggota densus 88 senantiasa mengawal mereka, terlebih lagi jika yang disidang 
adalah orang yang telah dinobatkan sebagai tersangka teroris kelas kakap 
sebagaimana sofyan tsauri.
 
Maka, selama sekitar setengah jam wartawan antv mewawancarai sofyan tsauri 
dengan leluasa sofyan yang mengaku telah dipecat dari dinas kepolisian itu 
bercerita penuh percaya diri tentang sepak terjangnya sebagai perekrut, pelatih 
serta penyedia senjata dan amunisi untuk para tersangka teroris aceh.
 
Namun, berbeda dengan para tersangka teroris lainnya, yang biasanya sangat 
takzim saat menyebut nama Usamah bin Laden, dengan sebutan syaikh atau al 
mujahid, Sofyan justru terkesan biasa-biasa saja, saat menyebut pimpinan 
tertinggi al qaidah itu, padahal sofyan mengaku anggota Al Qaidah asia tenggara.

  ...Usamah bin laden dan dr ayman al zawahiri memimpin kami…”

Uniknya, saat kelonggaran pengawalan sofyan tsauri ditanyakan kepada Kepala 
Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Iskandar Hasan, Iskandar justru 
menyalahkan pihak kejaksaan.

  ..."ini tanggung jawab pihak kejaksaan dan pengadilan. seharusnya mereka 
meminta kami dari pihak kepolisian untuk mengawal tersangka”..

Tanggapan iskandar ini agak aneh, sebab,  selama ini secara otomatis pihak 
polisi terutama densus 88 justru yang pro-aktif mengawal dan mengamankan 
persidangan para tersangka teroris. Apalagi, menurut keterangan isteri sofyan, 
suaminya pun dalam status tahanan titip kejaksaan di polda metro jaya.
 
Tentu saja sepenggal kisah di pengadilan negeri Depok, kamis siang lalu itu, 
semakin menambah daftar pertanyaan tentang siapa sebenarnya sofyan tsauri.
 
Kejanggalan II : Menawarkan Pendanaan Militer
 
Nama Sofyan Tsauri mulai muncul di permukaan, ketika polisi menyerbu gerombolan 
bersenjata di hutan kawasan jantho, Aceh Besar, Nangroe Aceh Darussalam, awal 
maret 2010. Saat itu, sofyan bekas anggota sabhara kepolisian resort Depok, 
Jawa Barat berpangkat brigadir kepala ini, sudah disebut-sebut sebagai pelatih 
para anggota gerombolan itu.

  ...."di antara para tersangka teroris yang tertangkap ada seseorang yang 
diduga sebagai pelatih mereka.." kata Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso 
Danuri...

Nama Sofyan Tsauri semakin tenar ketika pada 9 maret 2010 polisi menembak mati 
dulmatin di warung internet multiplus, Pamulang, Banten. Dulmatin adalah 
buronan polisi yang sempat kabur ke Filipina. Polisi menduga dulmatin terlibat 
kasus bom bali satu, dan berbagai kasus bom lainnya. Selain sebagai pelatih, 
Sofyan ditengarai polisi sebagai kolaborator dulmatin, yang bertugas 
menyediakan senjata dan amunisi.

  ...Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri: “dialah yang menyediakan 
senjata, amunisi dan melatih para nggota teroris itu”...

Berdasarkan keterangan polisi, Sofyan telah dinobatkan sebagai tokoh sentral 
dalam pelatihan kelompok teroris aceh di jantho, Sofyan-lah yang menyediakan 28 
pucuk senjata laras panjang, berikut amunisinya. Sofyan pula yang merekrut, 
melatih menembak, dan membekali para pemuda yang berhasil direkrutnya  dengan 
kemampuan militer. Iming-iming yang diberikan, para pemuda itu konon akan 
dikirim untuk berjihad ke Gaza, Palestina.
 
Semula sofyan ditugaskan ke aceh untuk mengikuti operasi keamanan dan 
ketertiban masyarakat pasca bencana tsunami 2004. Namun di bumi serambi mekah 
itu entah mengapa kata Mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward 
Aritonang, Sofyan berubah menjadi radikal.

  ..."awalnya dia memang ditugaskan di aceh, namun kemudian terpengaruh dengan 
ide terorisme… ia tak pernah muncul lagi di kesatuan….”kata Kepala Divisi Humas 
Mabes Polri Irjen Edward Aritonang..

Namun, Ketua Divisi Advokasi Front Pembela Islam (FPI), Munarman , menemukan 
banyak kejanggalan sepak terjang sofyan, misalnya, Munarman menemukan fakta 
bahwa sofyan mulai merekrut para pemuda muslim untuk menjadi mujahidin sejak 
masih berdinas sebagai polisi.
 
Seorang anggota FPI yang sempat direkrut mengungkapkan bahwa mereka baru tahu 
sofyan bekas polisi yang telah dipecat saat menginap di rumah sofyan. Saat itu, 
sofyan seolah sengaja meninggalkan surat pemecatannya di meja agar dibaca para 
pemuda yang direkrutnya.

  “Sufyan tsauri ini mulai dari maret 2009 sampai dengan januari 2010 itu 
keliling, bukan saja ke aceh, tetapi juga ke beberapa pulau jawa. kita waktu 
itu, sempat ke solo, ke jawa tengah dan beberapa daerah lain. ini sufyan tsauri 
ini rupanya sudah masuk kemana-mana. yang aneh adalah, yg dilakukan oleh sufyan 
tsauri ini, dia menawarkan uang untuk setiap pembukaan latihan 500 juta rupiah 
kepada ustad2 setempat. kalo ustad ini, mau membuka pelatihan militer, dia mau 
membiayai 500 juta. untung saja, ustad-ustad di solo, di jawa tengah 
sekitarnya, menolak. tetapi rupanya, ada beberapa orang berhasil dia rekrut, 
untuk dibawa ke pelatihan di aceh. “ ungkap Munarman.

Namun fakta yang paling janggal adalah kenyataan bahwa sofyan melatih para 
pemuda itu  di lapangan tembak Markas Komando brigade mobil, Kelapa Dua, Depok, 
Jawa barat selama sebulan penuh kebetulan rumah sofyan tak jauh dari kompleks 
mako brimob kelapa dua.
 
Bekerja sama dengan dua petugas gudang senjata brimob, Sofyan mendapat puluhan 
pucuk senapan laras panjang jenis AK-47 dan SS-1 . Senjata-senjata itulah yang 
dipakai untuk latihan menembak, sementara sofyan pun selalu memberikan 50 butir 
peluru per orang, setiap kali sesi latihan berlangsung.
 
Tak hanya itu, sofyan pun membekali masing-masing pemuda itu dengan sejumlah 
uang selama sebulan tinggal di Jakarta.

  ...“nah pelatihan di aceh yg punya peran sentral soal uang, segala macam, 
senjata, yang pasok itu penuh seluruhnya oleh sufyan tsauri. tapi, sampai hari 
ini, soal sofyan tsauri, gelap”ungkap Munarman...

Yang juga menarik saat beberapa pemuda rekrutannya ditangkap di aceh secara tak 
sengaja ketua FPI Aceh, Yusuf Qardhawi, melihat sofyan melenggang bebas di luar 
tahanan polda aceh, sofyan bahkan sempat menyapa yusuf sebelum naik mobil 
vitara bersama beberapa polisi lainnya menuju pusat kota.
 
Menurut Munarman, Sofyan sengaja disusupkan intelijen polri untuk 
meradikalisasi kelompok-kelompok islam . Apalagi beberapa pemuda yang direkrut 
itu anggota Jamaah Ansharut Tauhid maupun Front Pembela Islam. Anehnya, para 
pemuda itu sebagian lalu dilepas, setelah dipaksa mengakui keterlibatan baasyir 
dalam pelatihan teroris di aceh.

  “dugaan kuat kita, ustad abu ditangkap, karena ada teman-teman kita yang 
ditangkap, dipaksa utk memberikan pengakuan dlm bap bahwa ustad abu bakar yg 
membiayai ini semua. karena saya tahu, ustad abu beberapa kali ke kantor saya 
sebelum ini, dia bilang, dia tidak setuju dgn gerakan gerakan seperti itu dalam 
tanda petik, itu tidak ada konsep islam seperti itu. konsep jihad itu satu 
komando, terorganisir, bukan yang main main seperti ini..” Ungkap Munarman

Tentu saja teori radikalisasi ala munarman itu, ditolak mentah-mentah pihak 
kepolisian. Menurut mantan kepala divisi humas mabes polri irjen edwar 
aritonang dugaan kesengajaan menyusupkan sofyan agar ada alasan polisi untuk 
menangkap baasyir dan aktifis muslim lainnya adalah tidak benar.

  ...“itu tidak benar, sofyan memang deserter dan terlibat terorisme… sementara 
itu kami punya bukti yang kuat keterlibatan abu bakar baasyir”ungkap 
Aritonang...

Maka, hingga kini dugaan bahwa sofyan tsauri adalah agen yang sengaja 
disusupkan polisi masih menjadi pro dan kontra di masyarakat.
 
Kejanggalan III : Kontradiktif Pengakuan
 
Kisah tentang sepak terjang sofyan tsauri, tersangka teroris aceh , yang 
dituding Front Pembela Islam sebagai intel susupan untuk merekayasa gerakan 
teroris aceh menjadi isu hangat di sejumlah media apalagi setelah pimpinan 
jamaah ansharut tauhid abu bakar baasyir ditangkap detasemen khusus 88 polri di 
banjar, 9 agustus 2010 lalu.
 
Maka, berbekal informasi dari narasumber yang mengaku kenal sofyan tsauri, kami 
melangkah menuju kawasan kelapa dua Depok, Jawa Barat. dengan niat mengungkap 
berbagai kejanggalan kasus sofyan tsauri, tim mencoba menelusuri jejak disertir 
polisi itu.
 
Narasumber yang kami temui di rumahnya itu, bernama suyono. Suyono mengaku 
kenal sofyan sebagai seorang disertir polisi, maklumlah, suyono adalah karyawan 
sofyan dalam bisnis yang telah lebih dua tahun mereka jalankan.
 
Yang menarik, bisnis mereka adalah jual beli air soft gun, alias senjata mainan 
yang mirip ukuran sebenarnya. Langganan mereka pun kebanyakan polisi dan 
tentara. Apalagi toko mereka berada di dekat kawasan militer cijantung.
 
Menurut suyono, bosnya tinggal berpindah-pindah rumah, namun masih berkisar di 
sekitar Markas Komando Brimob Kepala Dua. Dalam pandangan Suyono, Sofyan adalah 
seorang polisi yang punya pemahaman islam kental.
 
Kepada karyawannya, sofyan bahkan mengaku kerap ditegur atasan karena tak mau 
menghormat bendera. Karena itu, suyono ragu jika sufyan adalah intel polisi 
yang disusupkan ke gerakan Islam. Suyono sendiri mengaku sempat ditangkap 
polisi, atas tuduhan terlibat terorisme. Namun, entah mengapa lelaki itu 
kemudian dilepaskan lagi, dan menjalankan bisnis bosnya.

  ...“saya rasa tidak benar, ya…”ungkap Suyono,karyawan sofyan tsauri..

Percakapan kami hingga malam hari dengan suyono, akhirnya membuahkan hasil. 
Suyono pun bersedia menghubungkan kami, dengan istri sofyan tsauri.
 
Berbekal informasi suyono, keesokan harinya, kami menelusuri rumah sofyan, di 
kawasan sekitar Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok.
 
penelusuran kami terhenti di sebuah rumah yang asri, di belakang 
kampusGunadarma, Depok, tak jauh dari Mako Brimob. Di rumah itu, tinggal istri 
pertama sufyan, bernama astri. Rumah megah itu sangat jauh berbeda dengan model 
rumah kontrakan yang biasa dihuni para tersangka teroris. Rumah itu tampak 
tertata rapi dan asri.
 
Seperti suyono, astri pun membantah jika suaminya agen intelejen yang 
disusupkan ke gerakan islam, untuk merekayasa kasus teroris aceh, dan menyeret 
nama abu bakar ba'asyir.
 
Meskipun demikian, dalam perbincangan dengan tim kami, tofik m tohir dan 
nugroho dendy, astri mengakui, bahwa rumahnya pernah diinapi kawan kawan sofyan 
dari aceh. Dengan polos astri pun mengakui bahwa suaminya pernah melatih kawan 
kawannya menembak di Mako Brimob.
 
Tapi astri membantah, jika latihan menembak itu terkait dengan kasus terorisme. 
Menurut astri, latihan menembak itu adalah bagian dari bisnis hobi senjata 
airsoft gun yang dijalankan suaminya hingga kini.
 
Astri bahkan menantang balik tudingan FPI dengan melihat fakta keberadaan 
suaminya yang masih ditahan di sel polda metro jaya.“tidak benar itu…” katanya.
 
Namun, berbagai fakta dan keterangan dari rumah sofyan, justru semakin 
menerbitkan kecurigaan kami, tentang sepak terjang sofyan . Sebab sikap sofyan 
maupun isterinya terasa terlalu terbuka dan jauh berbeda dengan karakter 
tersangka teroris selama ini yang cenderung tertutup dan tak mudah percaya 
untuk diwawancarai wartawan.
 
Kejanggalan juga semakin jelas, karena ternyata bisnis air soft gun sofyan 
hingga kini terus berlangsung. Padahal, selama ini mata pencaharian tersangka 
teroris pasti langsung terputus, ketika mereka ditangkap. Apalagi, senjata 
mainan air soft gun itu adalah barang yang peka dan rawan penyalahgunaan.
 
Fakta bahwa sofyan hingga kini masih ditahan di Polda Metro Jaya juga 
menggugurkan alasan kegeraman Kadiv Humas Polri Irjen Iskandar Hasan, yang 
menuding aparat kejaksaan dan kehakiman tidak berkoordinasi dengan polisi untuk 
mengawal persidangan sofyan. 

Sumber tulisan:
Judul         : Fakta Janggal di Sekitar Tsauri
Penulis       : Hanibal w y wijayanta
Rep/cam  : Ahmad sumardjoko dkk.

http://voa-islam.com/news/indonesia/2010/09/28/10429/beberapa-fakta-janggal-tentang-sofyan-tsauri-menurut-wartawan-antv/
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke