I'tikaf Buat Pekerja Kantor, Mahasiswa dan Pelajar

18/10/2005 08:53 WIB

Assalamualaikum wr. wb.

Pak Ustadz yang di muliakan Allah, saya mau tanya bagaimana caranya agar kita bisa melaksanakan i'tikaf sesuai dengan syarat dan rukunnya sedangkan kita sendiri pekerja kantoran? Bagaimana juga dengan para mahasiswa dan pelajar yang masih terikat untuk belajar? Terima kasih.

Wassalamualaikum wr. wb.
Agus

Jawaban:

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Al-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu 'ala rasulillah, wa ba'du

Sebagai pekerja kantor yang terikat dengan jam kantor dan kewajiban untuk datang pada hari-hari kerja, memang anda mungkin tidak bisa menjalankan i'tikaf selama 10 hari penuh di akhir Ramadhan, sebagaimana dahulu Rasulullah SAW melakukannya. Sebab yang beliau lakukan itu memang secara total berdiam di masjid dan tidak keluar-keluar lagi hingga masuknya tanggal 1 Syawwal.

Dan Rasulullah SAW memang bukan seorang pekerja atau pegawai di sebuah kantor, beliau adalah seorang kepala negara. Jadi semua jadwal kegiatannya memang beliau yang atur sendiri dengan sesuka hati. Adapun anda dan kebanyakan dari umat Islam sekarang ini, memang masih terikat bekerja dengan orang lain, di mana terkadang hingga menjelang tanggal 1 Syawwal pun masih punya kewajiban untuk datang ke tempat kerja.

Kalau pun memang menginginkan bisa total menjalankan i'tikaf selama 10 hari, jalan keluarnya mungkin dengan memanfaatkan cuti tahunan. Atau bila ada kebaikan hati dari pimpinan yang bijaksana, lalu memberikan bonus libur selama masa itu, tanpa dipotong hari cuti.

Mengikuti i'tikaf 10 hari Ramadhan itu punya keutamaan, sebab dahulu Rasulullah SAW melakukannya dan tidak pernah meninggalkannya. Meski pun demikian, tetap saja secara hukum fiqih statusnya sunnah, bukan wajib. Sehingga ketika ada seseorang yang karena alasan tertentu tidak mampu atau tidak bisa melakukannya, tidak mengapa. Apalagi bila alasannya karena masih ada keterikatan perjanjian kerja dengan pihak pimpinannya.

Maka dalam pandangan kami, bolos kerja karena alasan mau i'tikaf pun bukan sebuah langkah yang 100% benar. Sebab seorang pekerja tetap terikat dengan perjanjian yang telah disepakatinya sebagai seorang pegawai. Kalau tempat kerjanya menetapkan bahwa selama 10 hari menjelang habisnya Ramadhan tidak ada izin khusus untuk libur dengan alasan apapun, maka peraturan itu tetap harus dipatuhi. Sebab setiap muslim terikat dengan apa yang telah disepakatinya. Dan peraturan dari tempat kerja termasuk salah satu ikatan yang harus dipatuinya, kecuali kalau seseorang sudah berniat untuk memutuskan diri dari tempat kerjanya alias mengundurkan diri.

Masalah seperti ini juga mungkin dialami oleh para mahasiswa dan pelajar muslim yang ingin beri'tikaf 10 hari total. Berhubung sistem pendidikan di negeri kita ini tidak terlalu memperhatikan waktu-waktu ibadah, maka waktu-waktu utama untuk ibadah sering terlewatkan begitu saja. Termasuk masa-masa untuk i’tikaf 10 hari terakhir Ramadhan.

Di sisi lain, kewajiban belajar juga termasuk perintah agama yang wajib dilaksanakan dengan baik. Namun masalah komitmen kehadiran di tiap kampus tidak sama. Ada kampus yang agak longgar dalam masalah ini sehingga meski formalnya tidak libur, sekedar ‘bolos’ dua tiga hari untuk mengejar pahala yang lebih tinggi, barangkali masih bisa dimaklumi. Namun ada juga jenis kampus yang memang agak ketat dalam peraturan, sehingga tidak ada istilah kompromi.

Lagi pula sesuatu yang tidak bisa didapatkan secara sempurna bukan berarti ditinggalkan keseluruhannya. Anda masih sangat ditunggu kehadirannya di masjid untuk i’tikaf di luar jam kerja, misalnya malam hari. Meski tidak 10 hari total, namun tetap merupakan sebuah ibadah yang besar pahalanya di sisi Allah SWT. I’tikaf 10 hari terakhir itu tidaklah seperti ibadah shalat yang bila sekali kentut, lantas seluruhnya menjadi rusak. Tapi amal ibadah ini tetap boleh dan syah dilakukan sebagainnya, meski tentu nilainya berbeda dengan yang 10 hari penuh.


Wallahu a'lam bish-shawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Ahmad Sarwat, Lc.


To help you stay safe and secure online, we've developed the all new Yahoo! Security Centre.

///// MEDIA JIM: Memurnikan Tanggapan Umum Melalui Penyebaran Ilmu dan Maklumat
//////////////////////////////////

Nota: Kandungan mel ini tidak menggambarkan pendirian rasmi Pertubuhan
Jamaah Islah Malaysia (JIM) melainkan yang dinyatakan sedemikian.

Berminat menjadi ahli JIM? Sila isi borang keahlian "online" di: http://www.jim.org.my/forms/borang_keahlian.htm

Langganan : Hantar E-mail kosong ke 
            [EMAIL PROTECTED]
Unsub     : Hantar E-mail kosong ke 
            [EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke