Zulfaqar An-Nahrawani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:    Khilafah Islam Merupakan 
Tuntutan Syari'ah Allah
    
   
  Syari`at Allah Mewajibkan Tegaknya Khilafah
  Mempelajari sistem Kekhilafahan menyebabkan kita berhadapan dengan pembahasan 
masalah paling mendasar dalam seluruh bahagian syariat, tsaqafah (kebudayaan) 
dan hadharah (peradaban) Islam. Atas dasar ini, perlu dijelaskan apa yang 
menjadi kekaburan dalam pemikiran kaum muslimin tentang sistem ini. Sebab, 
telah semakin banyak orang yang terlanjur dan terpengaruh serta cenderung 
percaya kepada pernyataan yang dilontarkan oleh para cendekiawan hasil didikan 
pemikiran orientalis. 
   
  Seluruh kaum muslimin sejak dahulu telah sepakat mengangkat seorang Khalifah 
pada setiap waktu dan tempat. Pendapat ini disepakati oleh seluruh kalangan 
Ahlu Sunnah dan Syiah tanpa kecuali, termasuk Khawarij (kecuali firqah an 
Najdat) dan Mu'tazilah (kecuali pendapat dua orang dari mereka, Al Asham dan 
Hisyam al Ghuthi). Dengan demikian, seluruhnya berpendapat bahawa kaum muslimin 
wajib hidup di bawah kepemimpinan seorang Imam/Khalifah, dan bahawasanya 
pengangkatan Khalifah adalah merupakan ketentuan syara' bukan rekaan akal. 
[lihat Ibnu Hazm, Maraatibul Ijma', hal 124, Imam Nawawi, Syarah Muslim, jilid 
8 hal 10; Imam Ibnu Hajar, Fathul Bari: Syarah Bukhari, jilid 7 hal 24, Imam 
Syaukani, Nailul Authar , jilid 6 hal 52 dan jilid 13 hal 176-177, Al 
Qalqasyandi, Maatsirul Inafah fi Ma'alim Al Khilafah, jilid I hal 2, Sa'di Abu 
Habib, Ensiklopedia Ijma', hal 312].
   
  Dalam memahami permasalahan tersebut, Imam Ibnu Hazm berkata [Ibnu Hazm, Al 
Fishal fil Milal wal Ahwa' wan Nihal, jilid 4 hal 97]: 
   
  "Seluruh Ahlu Sunnah bersepakat mengenai kewujudan Imamah (Khalifah) adalah 
wajib adanya dalam rangka memelihara urusan kaum muslimin berdasarkan syari'at 
Islam, sehingga umat ini wajib tunduk kepada seorang imam (pemimpin) adil yang 
melaksanakan semua hukum Allah SWT tersebut "
   
  Imam Al 'Aji berpendapat [Imam Al 'Aji, Al Mawaqib, jilid 8 hal 346]: 
   
  "Dengan diangkatnya seorang Imam, maka hal tersebut dapat menjauhkan mudlarat 
(bahaya) yang fatal (dari musuh-musuh kaum muslimin). Malah kami beranggapan 
bahawa mengangkat Imam adalah kemaslahatan yang paling pokok bagi kaum 
muslimin, serta hal ini merupakan tujuan yang paling mulia untuk menegakkan 
agama (Islam) ".
   
  
Demikianlah, masalah Khilafah telah menjadi sesuatu yang ma'lumun minaddin 
biddharurah, yakni sesuatu yang telah dimaklumi kepentingannya dalam agama 
Islam dan bagi kaum muslimin. Ertinya, wajib ada. Itulah sebabnya mengapa para 
shahabat berkumpul di tsaqifah bani Sa'idah selang beberapa saat Rasulullah saw 
wafat. Dalam keadaan jenazah Rasulullah saw masih terbaring, mereka segera 
berkumpul dan bermusyawarah untuk memilih dan mengangkat seorang pengganti 
Rasulullah saw, sekalipun mengebumikan jenazah Rasulullah saw adalah juga 
perkara yang wajib yang mesti dilakukan. Namun sesuai dengan tuntunan syara', 
mereka justru mendahulukan mengangkat pengganti Rasulullah saw. Mereka tidak 
ingin dan tidak boleh hidup walau satu haripun tanpa adanya pemimpin.   Bukti 
kewujudan seorang Khalifah juga dapat kita perhatikan dari ucapan Abubakar ra 
pada saat tersebut ia berkata:
   
  "Sesungguhnya Muhammad saw telah meninggal, dan agama (Islam) ini memerlukan 
seseorang yang (mahu) bertanggung jawab (terhadap pelaksanaan hukum Islam/ 
Syari'at Islam)" [Imam Al 'Aji, Al Mawaqib, jilid 8 hal 345].
   
  Umar bin Khaththab ra juga pernah berkata:
  "Tiada Islam tanpa jama'ah, tiada jama'ah tanpa imarah (imaratul 
muslimin/Khalifah), dan tak ada imarah tanpa ada ketaatan" [Imam Syahrastani, 
Nihayatul Iqdam fi ilm al Kalam , hal 479]
   
  Tentang sikap para shahabat ini, Imam Syahrastani berkata [Imam Syahrastani, 
Nihayatul Iqdam fi ilm al Kalam , hal 480]:
   
  "Abu Bakar, dan para shahabat tidak pernah membayangkan pada suatu waktu 
(kaum muslimin) tidak mempunyai Imam/Khalifah. Hal ini sekaligus menunjukkan 
bahawa para sahabat (pemuka/pemeluk Islam pertama) secara bulat telah 
bersepakat bahawa bagi kaum muslimin wajib adanya Imam/Khalifah. Ijma' ini 
menjadi suatu dalil yang qath'i tentang wajib adanya Imamah/Khalifah"
   
  Keadaan umat Islam masa kini yang menyedihkan adalah mustahil dapat 
diperbaiki tanpa adanya Khilafah dan usaha dari kaum muslimin untuk membai'at 
seorang Khalifah yang memerintah seluruh dunia. Betapa kita telah melihat 
bagaimana akibat dan kesannya terhadap kehidupan umat Islam hari ini apabila 
hukum-hukum syara' telah dibekukan penerapannya serta diabaikan pelaksanaannya. 
Kehormatan kaum muslimin telah dihina dan dizalimi serta dinodai. Kita juga 
menyaksikan bahawa panji penyebaran Islam, iaitu jihad, telah tiada lagi. 
Negeri-negeri kaum muslimin telah terpecah belah menjadi puluhan negara yang 
berdiri sendiri-sendiri (29 negara di Asia, 27 negara di Afrika, 2 di Eropa) 
dan tidak mempedulikan antara satu dengan yang lainnya. Padahal Rasulullah saw 
bersabda:
   
  "…Sesungguhnya kaum muslimin dan mu'minin adalah umat yang satu, berbeza 
dengan manusia yang lain"
   
  Memang, masalah Khilafah kini telah menjadi urusan yang amat mengerikan dan 
menakutkan bagi negara-negara Barat kafir serta para penguasa kaum muslimin 
yang menjadi agen-agen mereka. Oleh kerana itu, mereka menjadikan masalah 
Khilafah ini sebagai sasaran kecaman dengan cara melemparkan berbagai 
kebohongan palsu atasnya, memburuk-burukkan dan memanipulasinya, serta 
mengingkari berbagai kenyataan yang sesungguhnya sudah jelas dan tak perlu 
dibuktikan lagi. Tindakan ini diambil setelah mereka menyaksikan kecenderungan 
majoriti kaum muslimin ke arah Islam dan Khilafah, sebagai akibat lemahnya 
penguasaan negara-negara Barat yang kafir dan seluruh agen-agennya di 
negeri-negeri Islam, serta juga telah lemahnya kedudukan dan kekuasaan 
agen-agen Barat tersebut. Maka dari itu, lalu mereka memperalatkan para ulama 
suu' (jahat) yang mendukung para penguasa, kemudian menyuruh para ulama itu 
untuk menjajakan berbagai fatwa yang jelas-jelas bertentangan dengan 
hukum-hukum syara' yang qath'ie dan
 sudah ma'lumun minad diini bidl dlaruurah (sudah secara pasti diketahui 
sebagai bahagian dari ajaran agama Islam). Tentu, para ulama suu' itu tak akan 
begitu mudah melakukan semua kekejian tersebut, kecuali setelah para penguasa 
tadi lebih dahulu menghina-dinakan dirinya sendiri, menistakan umat mereka, 
serta melecehkan Islam. Padahal, apa yang membuat para ulama suu' itu rakus 
tiada lain hanya beberapa suap makanan dari para penguasa yang menjadi musuh 
Allah SWT dan musuh Islam. 
   
  Ada beberapa hal yang ingin dikemukakan dalam masalah ini iaitu:
   
  Pertama, seorang muslim diharamkan melakukan suatu perbuatan apapun yang 
dapat meragukan umat Islam terhadap peraturan yang telah ditetapkan oleh Allah 
SWT. Sebab segala sesuatu yang datang atau yang bersumber dari Allah SWT adalah 
pasti benar dan tetap relevan untuk setiap tempat dan masa. 
  "Apakah hukum jahiliyyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang 
lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?" [TMQ. 
Al-Maaidah:(5):50]. 
   
  Kedua, kekuasaan pemerintahan Islam bukanlah kekuasaan seperti yang dimiliki 
oleh gereja yang telah menjadi doktrin absolute. Tetapi kekuasaan Khalifah 
selalu diikat oleh hukum syara'. Jika ia menyimpang dari ketentuan syara' dan 
menerapkan sesuatu peraturan atau ketentuan yang selain dari syari'at Islam, 
maka kaum muslimin tidak boleh mentaatinya. Bahkan mereka wajib mencegah setiap 
tindakan penguasa yang bertentangan dengan hukum syara'. Juga, setiap warga 
negara berhak mengawal, mengkritik, memuhasabah dan meluruskan tingkah laku 
ketua negara mahupun anggota pentadbirannya. Rasulullah saw telah bersabda :
   
  "Mendengarkan perintah (dari pemimpin) dan mentaatinya adalah wajib (atas 
setiap muslim), kecuali apabila kamu diperintahkan olehnya untuk melakukan 
maksiat". [lihat Shahih Bukhari, jilid 13 hal 109, Shahih Muslim hadis no 1839, 
Tirmizi hadis no 1707, Abu Dawud hadis no 2626] 
   
  "Syahid yang paling utama dari umatku adalah Hamzah bin abdul Muthalib dan 
seseorang yang tegak sambil berkata di hadapan penguasa yang zhalim. Ia 
menyuruh kepada yang ma'ruf (tunduk kepada hukum syara') dan melarang penguasa 
itu dari mungkar (menyimpang dari ketentuan syara'). Kemudian orang tersebut 
dibunuh (langsung) " [lihat Al-Hakim, jilid 3 hal 142]
   
  Ketiga, adalah sebuah kenyataan bahawa tabiat dan bentuk kekuasaan mestilah 
di tangan seorang individu. Kerananya, ketentuan (syara') dalam Islam adalah 
menyerahkan seluruh kekuasaan kepada seorang Khalifah untuk menjalankan 
syari'at Islam tanpa harus menipu atau berbohong kepada rakyat. Dengan 
demikian, kekuasaan Khilafah tidaklah seperti kekuasaan seorang diktator. 
Sebab, ia selalu terikat dengan ketentuan syara'. 
   
  Keempat, Islam tidak mewajibkan keturunan dari satu suku tertentu dalam 
syarat pengangkatan Khalifah. Siapa saja dari kaum muslimin berhak menjadi 
Khalifah jika ia memenuhi syarat-syarat pengangkatan iaitu: Islam, laki-laki, 
baligh, berakal (tidak gila), merdeka, adil dan mampu. Selain itu, tidak ada 
syarat pokok lainnya.
   
  Kelima, Islam tidak mewajibkan adanya ahlul halli wal aqdi (perwakilan umat 
Islam yang bertugas memecahkan permasalahan dalam proses pengangkatan Khalifah) 
untuk pengangkatan Khalifah. Istilah ini tidak ada di dalam hadis manapun. 
Hanya sebahagian besar fuqaha yang telah menamakan sekumpulan orang sebagai 
wakil kaum muslimin yang berhak mengangkat sebagai Khalifah dengan istilah 
tersebut. Tetapi fuqaha lainnya menamakan kelompok ini dengan ahlil ikhtiar, 
ahlul ijtihad wal 'adaalah, atau fudhaala' al ummah. Padahal dalam hal ini 
syara' telah menjadikan bai'at dari umat kepada Khalifah sebagai satu-satunya 
cara pengangkatannya. Bai'at (hak pengakuan terhadap pengangkatan Khalifah) 
wajib diterima dari seluruh kaum muslimin. Tetapi mereka boleh mewakilkan 
kepada orang-orang tertentu untuk ikut menentukan proses pengangkatan tersebut. 
Perwakilan rakyat ini berhak mencalonkan siapa-siapa sahaja untuk menduduki 
jabatan Khalifah [Dr. Mahmud al Khalidi, Qawa'id Nizhamul Hukmu fil Islam, hal
 266-273].
   
  Syari`at Islam mewajibkan kaum muslimin untuk mengangkat hanya seorang 
khalifah bagi mereka. Dan hanya seorang saja. Kemudian mereka mendengar dan 
mematuhinya demi menjalankan syari`at Allah bagi seluruh manusia. Dan 
diharamkan bagi mereka memiliki pemimpin lebih dari satu. Demikian pula, Islam 
telah menetapkan hukum atas perampas kekuasaan dari Khalifah yang sah dengan 
cara membunuh si perampas (bughat). 
   
  "Jika dibai'at dua orang Khalifah, maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya" 
(HR. Imam Muslim)
   
  "Dan siapa saja yang telah membai'at seorang Imam (Khalifah) lalu memberikan 
genggaman tangannya dan buah hatinya kepadanya, maka hendaklah dia mentaati 
Imam itu sekuat kemampuannya. Dan jika ada orang lain yang akan menggulingkan 
kekuasaannya, maka penggallah lehernya! " (HR Imam Muslim)
   
  Marilah kita semua bersatu-padu untuk memperjuangkan tegaknya syari`at Allah 
dengan cara mengangkat Khalifah yang sesuai dengan metod kenabian, bersama para 
pengembang dakwah Islam. Tinggalkanlah para pengikut orientalis dan kekufuran. 
Sesungguhnya tuhan-tuhan mereka tidaklah memiliki syurga ataupun neraka serta 
tidak mampu mengampunkan dosa-dosa. Ketahuilah bahawa deen ini(ISLAM) ,Allah 
turunkan untuk menjadi pemenang atas deen yang lain. 
   
  Wahai para pengikut orientalis serta penyeru kekufuran, segeralah bertaubat 
dan menuju keampunan Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha 
Penerima taubat.
   
  "Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Quran) 
dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas seluruh agama, walaupun 
orang-orang musyrik tidak menyukai" (TQS. At-Taubah : 33)
   
  Wassalam!!!
   
"Barangsiapa yang mati sedangkan tiada bai'at (kepada khalifah) dibahunya, maka 
matinya adalah mati jahiliyyah" (HR Muslim dari Ibnu Umar ra)

                        ..:: AYUH BERHIJRAH KEPADA KHILAFAH ::.. 


    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "DIWK" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  



                
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/wpWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

///// MEDIA JIM: Memurnikan Tanggapan Umum Melalui Penyebaran Ilmu dan Maklumat
//////////////////////////////////

Nota: Kandungan mel ini tidak menggambarkan pendirian rasmi Pertubuhan
Jamaah Islah Malaysia (JIM) melainkan yang dinyatakan sedemikian.

Berminat menjadi ahli JIM? Sila isi borang keahlian "online" di: 
http://www.jim.org.my/forms/borang_keahlian.htm

Langganan : Hantar E-mail kosong ke  
            [EMAIL PROTECTED]
Unsub     : Hantar E-mail kosong ke  
            [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/islah-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke