Aku berlindung dengan Allah daripada syaitan yang direjam
Dengan nama Allah, Maha Pemurah Maha Penyayang

 
[33.22] Dan pada masa orang-orang yang beriman melihat tentera Al-Ahzaab, 
berkatalah mereka:" Inilah yang telah dijanjikan Allah dan RasulNya kepada kami 
dan benarlah (apa yang telah dijanjikan) Allah dan RasulNya". Dan (angkatan 
tentera musuh yang mereka lihat) itu tidak memberi sebarang kesan kepada mereka 
selain daripada menambahkan iman dan penyerahan diri mereka bulat-bulat kepada 
Allah. 
 
[33.23] Di antara orang-orang yang beriman itu, ada yang bersikap benar 
menunaikan apa yang telah dijanjikannya kepada Allah (untuk berjuang membela 
Islam); maka di antara mereka ada yang telah selesai menjalankan janjinya itu 
(lalu gugur syahid), dan di antaranya ada yang menunggu giliran; dan mereka 
pula tidak mengubah (apa yang mereka janjikan itu) sedikitpun. 
 
[33.24] (Berlakunya yang demikian) supaya Allah membalas orang-orang yang benar 
disebabkan kebenaran mereka, dan menyeksa orang-orang yang munafik jika Ia 
kehendaki, atau Ia menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha 
Pengampun, lagi Maha Mengasihani. 
 
[33.25] Dan Allah telah menghalau kembali (angkatan tentera) orang-orang yang 
kafir itu (ke tempat masing-masing) dengan keadaan mereka geram marah (kerana 
gagal dan hampa), mereka tidak mendapat sebarang keuntungan. Dan Allah 
selamatkan orang-orang yang beriman dari bencana menghadapi peperangan itu. Dan 
(ingatlah) adalah Allah Maha Kuat, lagi Maha Kuasa. 
 
SodaqAllahul'Adzim
 

----- Original Message ----- 
From: Azhar Ahmad 

http://www.eramuslim.com/news/lpk/4573d083.htm
 
Peringatan 18 Tahun Syahidnya Abdullah Azzam: Teroriskah Simbol Jihad 
Afghanistan itu?
 
24 November, 18 tahun silam. Seorang tokoh pejuang Islam menghadap Allah swt 
dengan begitu indahnya. Syaikh Abdullah Azzam, siapa yang tidak pernah 
mendengar nama itu? Hampir setiap Muslim yang memperhatikan kondisi dunia Islam 
di tahun 80-an pasti mengenal nama dan sosok Abdullah Azzam dengan baik.
 
Dia adalah simbol jihad Afganistan saat mengusir pasukan beruang merah Rusia. 
Dan kini, hampir 18 tahun berlalu, namanya masih lekat dikenang dalam hati para 
pejuang Islam di dunia. Meski, label gembong teroris juga dikaitkan dengan 
namanya, namun siapapun yang mengetahui kondisi perjuangan jihad Afganistan 
ketika itu, tak pernah terbetik sedikitpun bahwa Abdullah Azzam adalah seorang 
teroris. Bahkan sebaliknya, ia adalah pejuang sejati yang begitu tinggi kasih 
sayangnya kepada kaum Muslimin.
 
Beberapa waktu lalu, sejumlah tokoh mengingatkan tentang peringatan syahidnya 
tokoh jihad Afganistan itu. Salah seorang muridnya yang kini tinggal di Mesir, 
bercerita tentang Abdullah Azzam, saat beliau sedang melakukan perkemahan. Pada 
suatu acara semua yang mengikuti mukhayyam itu di perintahkan oleh komandan 
lapangan. “Kalian berlarilah mengelilingi lapangan ini sebanyak yang kalian 
bisa,” ujar komandan lapangan.
 
Semua peserta perkemahan berlari. Namun setelah beberapa putaran, sudah ada 
yang menyerah, dan mereka yang menyerah beralasan bahwa “Allah tidak akan 
membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (2: 286), inilah 
yang saya mampu”,
Begitu pula orang-orang yang menyerah selanjutnya, mereka selalu beralasan 
dengan ayat ke 286 di surat Al-Baqarah tersebut, dan yang sisa pun semakin 
banyak yang menyerah, sampai tinggal Abdullah Azzam sendiri, beliau terus 
berlari mengelilingi lapangan tersebut, sampai akhirnya beliau pingsan.
 
Dan setelah sadar beliau ditanya oleh komandan lapangan “ Mengapa anda berlari 
sampai pingsan begini, kan sudah saya bilang bahwa anda berlari semampu anda”, 
lalu Abdullah Azzam menjawab “inilah yang saya mampu, sesuai yang anda 
perintahkan“
 
Yang dimaksud oleh Abdullah Azzam adalah makna sebenarnya dari “Allah tidak 
akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”, bahwa 
perintah harus dijalankan sesuai isinya. Di sisi lain, upaya apapun harus 
dilakukan dengan upaya yang optimal di batas kemampuan seseorang. Itulah salah 
satu pelajaran yang diberikan Abdullah Azzam.
 
Komitmen Kuat Berjihad

Abdullah Azzam dilahirkan di sebuah kampung di Utara Palestina yang dikenal 
sebagai Selat al-Harithia di daerah Genine pada tahun 1941. Ayahnya bernama 
Mustaffa yang meninggal dunia setahun selepas pembunuhan anaknya. Ibunya 
bernama Zakia Saleh yang meninggal dunia setahun sebelum Sheikh Abdullah Azzam 
dibunuh.
 
Abdullah Azzam berasal dari keluarga yang baik latar-belakang keagamaannya. 
Keluarganya gembira mempunyai anak lelaki, Abdullah Yusuf Azzam, yang sudah 
terlihat istimewa di kalangan kanak-kanak lain dan telah aktif berdakwah pada 
usia yang muda. Rekan-rekannya mengenali Azzam sebagai seorang yang wara dan 
sangat hati hati dengan dosa. Ia menunjukkan tanda-tanda kecemerlangan pada 
usia muda. Guru-gurunya melihat keistimewaan ini sejak Azzam masih duduk di 
bangku sekolah. Abdullah Azzam masuk dalam organisasi al-Ikhwan-ul-Muslimin 
sebelum mencapai usia baligh.
 
Sheikh Abdullah Azzam telah dikenal karena ketabahan dan sifatnya yang sungguh 
sungguh sejak kecil. Ia menerima pendidikan awal peringkat sekolah dasar dan 
menengah di kampung sebelum meneruskan pendidikan di College Pertanian Khadorri 
sampai tingkat Diploma. Walau merupakan pelajar termuda di kalangan 
teman-temannya, Abdullah Azzam adalah murid yang paling cerdas. Setelah 
menamatkan pendidikan di College Khadorri ia bekerja sebagai seorang guru di 
sebuah kampung bernama Adder di Selatan Jordan. Kemudian beliau meneruskan 
pendidikan di college Shariah di universitas Damaskus sehingga memperoleh 
Ijazah B.A. dalam Shariah pada 1966. Setelah pihak Yahudi mendudduki Tepi Barat 
pada tahun 1967, Abdullah Azzam muda hijrah ke Jordan, karena ia tidak mau 
tinggal di bawah penjajahan Yahudi di Palestina. Pengalaman melihat tank-tank 
Israel bergerak masuk ke Tepi Barat tanpa ada hambatan meningkatkan tekadnya 
untuk hijrah dan belajar mendapatkan kemampuan untuk perang.
 
Tahun 1960-an ia ikut dalam Jihad menentang penjajahan Israel di Palestina dari 
Jordan. Ketika itu juga ia menerima Ijazah Master di dalam bidang Shariah dari 
Unversitas al-Azhar. Pada tahun 1970 sesudah Jihad terhenti karena kekuatan PLO 
dipaksa keluar dari Jordan, Abdullah Azzam menjadi seorang pensyarah di 
universitas Jordanian di Amman. Pada tahun 1971 ia dianugerahkan biasiswa ke 
Universitas al-Azhar di Kairo sampai ia memperoleh Ijazah doktor di dalam 
bidang Ushul al-Fiqh pada 1973. Ketika di Mesir itulah, ia telah berkenalan 
dengan keluarga Sayid Quthb, keluarga tokoh perjuangan Islam di Mesir.
 
Pada tahun 1979 ia meniggalkan universitas berpindah ke Pakistan untuk ikut 
serta dalam Jihad Afghanistan. Di sana ia berkenalan dengan pemimpin-pemimpin 
Jihad. Awal kedatangannya di Pakistan, ia dilantik sebagai pensyarah di 
universitas Islam internasional di Islamabad. Setelah beberapa waktu lamanya, 
kemudian beliau mengambil keputusan untuk berhenti dari tugas universitas untuk 
memfokuskan seluruh waktu dan tenaganya kepada Jihad di Afghanistan.
 
Abdullah Azzam sangat banyak dipengaruhi oleh Jihad di Afghanistan dan Jihad di 
Afghanistan juga sangat banyak dipengaruhi Abdullah Azzam sejak beliau 
memfokuskan seluruh waktunya untuk Jihad. Ia menjadi seorang yang disegani di 
arena Jihad Afghanistan. Ia menumpahkan seluruh daya usaha untuk menyebarkan 
dan mengenalkan Jihad di Afghanistan ke seluruh dunia. Ia mengubah pandangan 
umat Islam tentang Jihad di Afghanistan dan menyadarkan bahwa Jihad adalah 
tuntutan Islam yang menjadi tanggung jawab semua umat Islam di seluruh dunia. 
Berkat hasil usahanya, Jihad Afghan menjadi Jihad universal yang diikuti oleh 
umat Islam dari berbagai pelosok dunia.
 
Abdullah Azzam bahkan menjadi idola generasi muda yang menyahut seruan Jihad. 
Pernah ia berkata, "Aku rasa seperti baru berusia 9 tahun, 7 setengah tahun di 
Jihad Afghan, satu setengah tahun di Jihad Palestina dan tahun-tahun yang 
selebihnya tidak bernilai apa-apa."
Ia juga melatih keluarganya dengan pemahaman dan semangat yang sama. Isterinya 
terlibat dengan kegiatan penjagaan anak-anak yatim di Afganistán. Ia sendiri 
menolak tawaran pekerjaan sebagai pensyarah dari beberapa buah universitas 
sambil berikrar bahwa ia tidak akan meninggalkan Jihad sehingga gugur syahid. 
Ia juga selalu mengatakan bahwa tujuan utama dan cita-citanya adalah untuk 
membebaskan Palestina.
 
Terbunuh Saat Hendak Sholat Jumat
Tentu saja komitmen yang begitu tinggi pada Islam menimbulkan keresahan di 
kalangan musuh-musuh Islam. Mereka bersekongkol untuk membunuh beliau. Pada 
tahun 1989, sebuah bom diletakkan di bawah mimbar yang ia gunakan untuk 
menyampaikan khutbah Jumat. Bahan letupan itu sangat berbahaya dan ledakannya 
akan memusnahkan masjid tersebut bersama dengan semua benda dan jamaah di 
dalamnya. Tetapi dengan perlindungan Allah, bom tersebut tidak meledak dan 
ratusan orang Islam selamat.
 
Musuh-musuh Islam terus berupaya membunuh Abdullah Azzam. Pada hari Jum’at, 24 
November 1989 di Peshawar, Pakistan, mereka telah menanam tiga buah bom di 
jalan yang sempit. Abdullah Azzam memarkirkan mobilnya di posisi bom pertama 
dan kemudian berjalan ke masjid untuk shalat Jum’at. Bom pun meledak dan 
Abdullah Azzam gugur bersama dengan dua orang anak lelakinya, Muhammad dan 
Ibrahim, beserta dengan anak lelaki al-marhum Sheikh Tamim Adnani (pejuang di 
Afghan).
 
Ledakan bom seberat 20kg TNT dilakukan dengan alat kontrol jarak jauh. Setelah 
ledakan kuat itu itu orang-orang keluar dari masjid dan melihat keadaan yang 
mengerikan. Hanya bahagian kecil dari mobil tersebut yang kelihatan. Anak 
Abdullah Azzam, Ibrahim, terpental 100 meter; begitu juga dengan dua orang 
anak-anak lagi. Serpihan mayat mereka bertaburan di atas kabel-kabel listrik.
 
Tubuh Abdullah Azzam ditemukan bersandar pada sebuah tembok, dalam keadaan 
sempurna dan tiada luka atau cedera kecuali sedikit darah yang mengalir dari 
bibirnya. Seperti itulah akhir kehidupan seorang Mujahid di dunia ini dan 
insya-Allah kehidupannya akan terus berlanjut di sisi Allah swt.Abdullah Azzam 
dikebumikan di Tanah Perkuburan Shuhada Pabi di mana beliau menyertai ribuan 
para syuhada. (na-str/ikhol)
 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

 #ygrp-mlmsg {  FONT-SIZE: small; FONT-FAMILY: 
arial,helvetica,clean,sans-serif}#ygrp-mlmsg TABLE {     }#ygrp-mlmsg SELECT {  
 FONT: 99% arial,helvetica,clean,sans-serif}INPUT {      FONT: 99% 
arial,helvetica,clean,sans-serif}TEXTAREA {   FONT: 99% 
arial,helvetica,clean,sans-serif}#ygrp-mlmsg PRE {    FONT: 100% monospace}CODE 
{     FONT: 100% monospace}#ygrp-mlmsg * {    LINE-HEIGHT: 1.22em}#ygrp-text {  
      FONT-FAMILY: Georgia}#ygrp-text P {     MARGIN: 0px 0px 1em}#ygrp-tpmsgs 
{      CLEAR: both; FONT-FAMILY: Arial}#ygrp-vitnav {  FONT-SIZE: 77%; MARGIN: 
0px; PADDING-TOP: 10px; FONT-FAMILY: Verdana}#ygrp-vitnav A {   PADDING-RIGHT: 
1px; PADDING-LEFT: 1px; PADDING-BOTTOM: 0px; PADDING-TOP: 0px}#ygrp-actbar {    
 CLEAR: both; MARGIN: 25px 0px; COLOR: #666; WHITE-SPACE: nowrap; TEXT-ALIGN: 
right}#ygrp-actbar .left { FLOAT: left; WHITE-SPACE: nowrap}..bld {        
FONT-WEIGHT: bold}#ygrp-grft {  PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; 
FONT-SIZE: 77%; PADDING-BOTTOM: 15px; PADDING-TOP: 15px; FONT-FAMILY:
 Verdana}#ygrp-ft {     PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: #666 1px solid; 
PADDING-LEFT: 0px; FONT-SIZE: 77%; PADDING-BOTTOM: 5px; PADDING-TOP: 5px; 
FONT-FAMILY: verdana}#ygrp-mlmsg #logo {      PADDING-BOTTOM: 10px}#ygrp-vital 
{      PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 8px; MARGIN-BOTTOM: 20px; 
PADDING-BOTTOM: 8px; PADDING-TOP: 2px; BACKGROUND-COLOR: #e0ecee}#ygrp-vital 
#vithd {       FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 77%; TEXT-TRANSFORM: uppercase; 
COLOR: #333; FONT-FAMILY: Verdana}#ygrp-vital UL {        PADDING-RIGHT: 0px; 
PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 2px 0px; PADDING-TOP: 
0px}#ygrp-vital UL LI {       CLEAR: both; BORDER-RIGHT: #e0ecee 1px solid; 
BORDER-TOP: #e0ecee 1px solid; BORDER-LEFT: #e0ecee 1px solid; BORDER-BOTTOM: 
#e0ecee 1px solid; LIST-STYLE-TYPE: none}#ygrp-vital UL LI .ct {    
PADDING-RIGHT: 0.5em; FONT-WEIGHT: bold; FLOAT: right; WIDTH: 2em; COLOR: 
#ff7900; TEXT-ALIGN: right}#ygrp-vital UL LI .cat {   FONT-WEIGHT: 
bold}#ygrp-vital A {       TEXT-DECORATION: none}#ygrp-vital A:hover {
        TEXT-DECORATION: underline}#ygrp-sponsor #hd {  FONT-SIZE: 77%; COLOR: 
#999}#ygrp-sponsor #ov { PADDING-RIGHT: 13px; PADDING-LEFT: 13px; 
MARGIN-BOTTOM: 20px; PADDING-BOTTOM: 6px; PADDING-TOP: 6px; BACKGROUND-COLOR: 
#e0ecee}#ygrp-sponsor #ov UL {   PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 8px; 
PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px}#ygrp-sponsor #ov LI {       
 PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; FONT-SIZE: 77%; PADDING-BOTTOM: 6px; 
PADDING-TOP: 6px; LIST-STYLE-TYPE: square}#ygrp-sponsor #ov LI A {  FONT-SIZE: 
130%; TEXT-DECORATION: none}#ygrp-sponsor #nc {      PADDING-RIGHT: 8px; 
PADDING-LEFT: 8px; MARGIN-BOTTOM: 20px; PADDING-BOTTOM: 0px; PADDING-TOP: 0px; 
BACKGROUND-COLOR: #eee}#ygrp-sponsor .ad {   PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 
0px; PADDING-BOTTOM: 8px; PADDING-TOP: 8px}#ygrp-sponsor .ad #hd1 {   
FONT-WEIGHT: bold; FONT-SIZE: 100%; COLOR: #628c2a; LINE-HEIGHT: 122%; 
FONT-FAMILY: Arial}#ygrp-sponsor .ad A { TEXT-DECORATION: none}#ygrp-sponsor 
.ad A:hover {       TEXT-DECORATION:
 underline}#ygrp-sponsor .ad P {        MARGIN: 0px}o { FONT-SIZE: 
0px}..MsoNormal {    MARGIN: 0px}#ygrp-text TT {     FONT-SIZE: 120%}BLOCKQUOTE 
{    MARGIN: 0px 0px 0px 4px}..replbq {      }


 
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

Kirim email ke