Pemberdayaan Manusia
 
Pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman Basya Al-Qanuni, Sultan Turki, pernah 
diiklankan lowongan kerja untuk menjadi seorang imam Masjid Istambul. 
Syarat-syarat yang dicantumkan dalam iklan tersebut adalah:
 
Menguasai bahasa Arab, Latin, Turki dan Persia.
Menguasai Al-Quran, Injil dan Taurat.
Menguasai Ilmu Syariat.
Menguasai Ilmu Alam, Matematika, dan mampu mengajarkannya.
Pandai menunggang kuda, bermain pedang dan berperang.
Berpenampilan menarik.
Bersuara indah.
 
Inilah format iklan untuk jabatan imam masjid, pada kurang lebih 400 tahun lalu.
 
Kita mencatat bahwa syarat-syarat yang dicantumkan dalam iklan tersebut – 
walaupun sangat sulit, bahkan mustahil dipenuhi untuk ukuran sekarang – kala 
itu merupakan syarat yang biasa dan wajar. Islam ketika itu tengah mencapai 
masa puncak kejayaannya. Tak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu 
pengetahuan umum; tidak ada pemisahan antara ulama dan mujahid. Dalam catatan 
sejarah ini terlihat bahwa jabatan imam masjid adalah jabatan prestisius kerana 
peran yang harus dimainkan sangat penting dalam penyebaran dakwah. Bila 
masyarakat Islam kita umpamakan dengan satu tubuh, maka sel tubuh pertama yang 
menjadi inti kehidupannya adalah masjid. Perhatian kaum muslimin terhadap 
masjid selalu ada sepanjang sejarah keemasan Islam. Kekuatan rohani yang 
terpancar dari masjid itulah kekuatan yang berpengaruh demikian dalam pada 
kehidupan masyarakat. Kekuatan inilah yang membentuk akal dan perasaan mereka 
sepanjang masa.
 
Andaikata anak-anak muslim menghadiri solat Jumaat setiap minggu, dan akal 
fikiran mereka menyerap kesedaran yang baik, niscaya dapat dibayangkan 
dahsyatnya “energi cahaya” yang terproses dalam masjid. Masa kanak-kanak dan 
masa muda – sebagaimana disebutkan oleh para psikolog – merupakan masa 
pembentukan keyakinan dan pemikiran yang pertama kali. Perhatian serius kepada 
para pemimpin dan para dai’e, meningkatkan kekuatan materi dan ruhani mereka, 
serta pemantapan peran konkretnya yang dinamis, sungguh sangat penting. 
Akhirnya, pemberdayaan  manusia menjadi lebih penting daripada pemberdayaan apa 
pun yang berujud materi.
 
 
 
Sumber: Bagaimana Menyentuh Hati, Kiat-kiat Memikat Objek Dakwah (Abbas 
As-Sissy), Era Intermedia, 2001.


      ______________________________________________________
Hate storage limits? Get Yahoo! Mail with unlimited storage.
http://uk.mail.yahoo.com

Kirim email ke