SENJATA BIOLOGI ANCAM RI Sinyaleman adanya penyemprotan chemtrails (jejak-jejak kimia) di langit Jakarta melalui pesawat tangker jet milik USAF mengarah pada sejumlah bukti awal. Beberapa hari setelah penyemprotan chemtrail terakhir (Agustus sampai September 2010), jumlah pasien dengan keluhan infeksi pernafasan di Jakarta melonjak naik hingga 400 persen.
Pada Maret 2009, operasi intelijen di langit Jakarta dengan menggunakan sebaran chemtrails juga pernah terjadi. Saat itu, chemtrails disemprotkan di atas langit Jakarta juga melalui pesawat USAF adalah untuk “mempersiapkan” warga Jakarta dan sekitarnya “menerima” virus flu burung (H5N1) yang telah dimodifikasi. Penyemprotan chemtrails melalui pesawat, selama ini dianggap sebagai upaya menurunkan daya tahan tubuh manusia, atau bahkan menyebarkan penyakit-penyakit berbahaya. Chemtrails bisa ditumpangi virus-virus atau zat-zat berbahaya. Misalnya, bromium yang dicampur dengan virus influenza. Artikel penuh di http://gardalaut.blogspot.com/2011/03/senjata-biologi-ancam-ri.html KISAH PERJUANGAN SITI FADILAH SUPARI, DALAM KONSPIRASI AS (VAKSIN FLU BURUNG) TERHADAP INDONESIA Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (59) bikin gerah World Health Organization (WHO) dan Pemerintah Amerika Serikat (AS). Fadilah berhasil menguak konspirasi AS dan badan kesehatan dunia itu dalam mengembangkan senjata biologi dari virus flu burung, Avian Influenza (H5N1). Setelah virus itu menyebar dan menghantui dunia, perusahaan-perusaha an dari negara maju memproduksi vaksin lalu dijual ke pasaran dengan harga mahal di negara berkembang, termasuk Indonesia. Fadilah menuangkannya dalam bukunya berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung. Selain dalam edisi Bahasa Indonesia, Siti juga meluncurkan buku yang sama dalam versi Bahasa Inggris dengan judul It’s Time for the World to Change. Konspirasi tersebut, kata Fadilah, dilakukan negara adikuasa dengan cara mencari kesempatan dalam kesempitan pada penyebaran virus flu burung. “Saya mengira mereka mencari keuntungan dari penyebaran flu burung dengan menjual vaksin ke negara kita,” ujar Fadilah kepada Persda Network di Jakarta, Kamis (21/2). Situs berita Australia, The Age, mengutip buku Fadilah dengan mengatakan, Pemerintah AS dan WHO berkonpirasi mengembangkan senjata biologi dari penyebaran virus avian H5N1 atau flu burung dengan memproduksi senjata biologi. Karena itu pula, bukunya dalam versi bahasa Inggris menuai protes dari petinggi WHO. Artikel penuh di http://jendelaindonesia.wordpress.com/page/3/ Sumber lain : http://www.inkribs.org/index.php/karangan-popular/kesehatan/44-bugar/170-kisah-perjuangan-siti-fadilah-supari-dalam-konspirasi-as-vaksin-flu-burung-terhadap-indonesia http://newyorkermen.multiply.com/journal/item/224 ------------------------------------ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ JIMedia: Memurnikan Tanggapan Umum Melalui Penyebaran Ilmu dan Maklumat ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Nota: Kandungan mel ini tidak menggambarkan pendirian rasmi Pertubuhan Jamaah Islah Malaysia (JIM) melainkan yang dinyatakan sedemikian. Sila ke "JIM E-Bazaar" untuk membeli belah, membayar yuran program dan menyumbang untuk dakwah, di http://www.jim.org.my/e-bazaar/ Untuk melanggan Islah-Net, hantar e-mail ke [email protected] Untuk menghentikan langganan, hantar e-mail ke [email protected]! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/islah-net/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/islah-net/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

