Ahli politik di Indonesia telah mula mempersoalkan perancangan penempatan kapal 
perang Amerika Syarikat di Singapura setelah 2,500 anggota marin Amerika 
ditempatkan di Australia. Penempatan kapal perang adalah berbeza dengan lawatan 
kapal perang untuk sementara waktu. Kita harapkan ahli politik di Malaysia juga 
harus mempersoalkan tindakan tentera Amerika Syarikat tersebut.
 
Saturday, December 17, 2011
Kemlu Perlu Klarifikasi Penempatan Kapal Perang AS di Singapura 
 
Senayan (Jurnal Parlemen): Setelah menempatkan 2.500 anggota pasukan marinir di 
Darwin, Australia, pemerintah Amerika Serikat dikabarkan akan segera 
menempatkan kapal perangnya di Singapura. Anggota Komisi I DPR Teguh Juwarno 
menilai, rencana kehadiran kapal perang angkatan laut AS di salah satu negara 
di kawasan ASEAN itu dapat menimbukan permasalahan serius dan ketegangan baru 
di kawasan Asia, apapun alasan dari penempatan kapal perang tersebut.
 
"Kementerian Luar Negeri RI harus segera memanggil Duta Besar AS di Jakarta 
untuk segera mengklarifikasi kebenaran informasi ini," ujar Teguh di sela-sela 
menghadiri sidang paripurna DPR, Jumat (16/12).
 
Teguh mengatakan, jika benar AS akan menempatkan kapal perangnya di Singapura, 
maka pemerintah Indonesia perlu mengajukan keberatan dan protes keras. Sebab, 
kondisi ini akan menyeret posisi Asia menjadi sulit terkait ketegangan soal 
tapal batas antara China dengan sejumlah negara ASEAN, seperti Filipina dan 
Taiwan. Di mana AS tampaknya akan mengambil peran dengan atas nama menjaga 
stabilitas kawasan Asia, menempatkan kapal perangnya tersebut.
 
"Ini semakin menunjukkan bahwa sesungguhnya AS tengah dalam kondisi panik 
menghadapi China. Dengan berusaha mengambil peran menjaga stabiltas kawasan 
Asia. Kita khawatir kalau sampai terjadi gesekan, jelas hal ini akan 
menempatkan kondisi ASEAN menjadi sulit dan terancam," tegas sekretaris Fraksi 
PAN DPR ini.
 
Menurut Teguh, pemerintah Indonesia perlu membahas persoalan ini di tingkat 
ASEAN. Negara-negara ASEAN sejak lama telah terjalin kerjasama dan komitmen 
bersama untuk melakukan pengamanan bersama di wilayah ASEAN dengan tidak 
melibatkan kekuatan militer negara lain.
 
"Kehadiran kapal perang AS di Singapura itu jelas hanya akan berusak hubungan 
kerjasama yang sudah terjalin dengan baik di tinggkat sesama negara ASEAN. 
Untuk itu pihak Singapura perlu juga mengklarifikasi hal ini," tegasnya.
 
Seperti diketahu, dalam kumpulan makalah ilmiah yang diterbitkan US Naval 
Institute terbaru menyebutkan bahwa Panglima Operasi Angkatan Laut AS Laksamana 
Jonathan Greenert mengatakan rencana itu merupakan bagian dari pemfokusan 
strategi militer AS di kawasan 'persimpangan jalur maritim' Asia Pasifik.
 
AS berencana menempatkan beberapa kapal tempur pantai (littoral combat 
ships/LCS) di fasilitas AL Singapura. LCS adalah jenis kapal perang terbaru 
yang dikembangkan US Navy yang dirancang khusus untuk beroperasi di kawasan 
perairan dangkal dekat pantai. Kapal ini mampu menghadapi berbagai ancaman, 
seperti ranjau laut, kapal selam diesel, dan perahu cepat bersenjata.
 
Selain menempatkan kapal-kapal LCS di Singapura, AS juga akan menempatkan 
pesawat patroli P-8A Poseidon atau pesawat pengintai tak berawak pada 2025. 
Pesawat-pesawat itu secara rutin akan diterbangkan di atas wilayah Filipina dan 
Thailand untuk membantu negara-negara itu meningkatkan kewaspadaan wilayah 
maritim.
 
Sumber: 
http://beritahankam.blogspot.com/2011/12/kemlu-perlu-klarifikasi-penempatan.html
 

Kirim email ke