Satu tamparan yang hebat bukan hanya kepada pelajar sekolah menengah di
Malaysia, tetapi kepada para mahasiswa serta mahasiswi kita di IPT juga
terhadap dasar pelajaran kebangsaan. Kini para pelajar di sebuah sekolah
menengah di Indonesia telah menghasilkan sendiri pesawat terbang. Menariknya,
kos pembikinan kapal terbang 4 tempat duduk ini hanya sekitar RM 350,000 sahaja.
Program Pesawat J-430 Rakitan SMKN 12 Bandung Tinggal Uji Terbang
Rabu, 11 Januari 2012
Metrotvnews.com, Bandung: Inovasi sekolah menengah kejuruan (SMK) di Indonesia,
ternyata tak sebatas pembuatan mobil. Perakitan pesawat terbang pun sudah mampu
dilakukan anak-anak bangsa. Seperti yang dibuktikan siswa-siswa SMK Negeri 12
Bandung, Jawa Barat. Mereka sudah mampu merakit pesawat terbang non-komersial
yang dinamai Jabiru.
Jabiru atau J-430 dibuat para pelajar SMKN 12 Bandung dengan kapasitas empat
orang penumpang. Pesawat ini berfungsi untuk kegiatan pertanian, seperti
penyiraman ladang, penyemprotan pupuk, dan pembasmi hama. Selain itu pula dapat
digunakan untuk pertunjukkan akrobatik udara.
Meskipun pesawat Jabiru tergolong mungil, pesawat itu mampu mengangkut beban
hingga 700 kilogram di ketinggian 9.000 kaki dengan daya jelajah mencapai 400
km jika tangki bensin penuh atau bisa terbang selama 4 jam tanpa henti.
Menurut Tedi Rosadi, guru SMKN 12 Bandung yang juga koordinator perakitan
pesawat terbang, pesawat mulai dirakit sejak Februari 2011 dan selesai Juni
2011. Pesawat terdiri dari instrumen mesin Jabiru 3.300 cc. Bahan bakar pesawat
memakai oktan 95, avtur atau pertamax plus dengan kapasitas 35 liter.
Pesawat berkapasitas empat penumpang, termasuk pilot dan kru, itu dibuat untuk
memenuhi fungsi utama yakni pendidikan. Di antaranya, untuk latihan terbang,
perawatan mesin, serta mengenal struktur dan mesin pesawat.
Jabiru-430 dibuat melibatkan 33 siswa dari kelas 11 dan kelas 12 berbagai
jurusan di SMKN 12 Bandung, di antaranya siswa jurusan kontsruksi badan
pesawat, konstruksi rangka pesawat, elektronik, pesawat udara, dan kelistrikan.
Biaya untuk membuat satu pesawat tersebut menelan sekitar Rp1 miliar.
Sayangnya, meski pesawat sudah jadi dan siap terbang, pihak SMKN 12 belum bisa
melakukan uji coba terbang karena masih terkendala perizinan, sertifikat dan
registrasi penerbangan dari Kementerian Pehubungan. Lagipula, SMKN 12 sebagai
lembaga pendidikan tidak bisa langsung mengajukan izin. Izin bisa dilakukan
lembaga penerbangan.(DSY)
http://metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/01/11/143168/Pesawat-J-430-Rakitan-SMKN-12-Bandung-Tinggal-Uji-Terbang