rasanya AUKU tak pernah larang mahasiswa terlibat dlm aktiviti REKACIPTA...
 tinggal lagi mungkin nak kena mintak bantuan kewangan.. dari kjaan...

 Parti pembangkang jgn galak student join demonstrasi jalanan ...
 nanti tak de masa pikir pasal reka cipta...



----- Original Message -----
From: Suara Rakyat
Sent: 01/17/12 12:34 PM
To: [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], 
[email protected], 
[email protected], [email protected]
Subject: [Islah-Net] Pelajar Sekolah Indonesia boleh buat kapalterbang

Satu tamparan yang hebat bukan hanya kepada pelajar sekolah menengah di 
Malaysia, tetapi kepada para mahasiswa serta mahasiswi kita di IPT juga 
terhadap dasar pelajaran kebangsaan. Kini para pelajar di sebuah sekolah 
menengah di Indonesia telah menghasilkan sendiri pesawat terbang. Menariknya, 
kos pembikinan kapal terbang 4 tempat duduk ini hanya sekitar RM 350,000 sahaja.

Program Pesawat J-430 Rakitan SMKN 12 Bandung Tinggal Uji Terbang 
 Rabu, 11 Januari 2012

 Metrotvnews.com, Bandung: Inovasi sekolah menengah kejuruan (SMK) di 
Indonesia, ternyata tak sebatas pembuatan mobil. Perakitan pesawat terbang pun 
sudah mampu dilakukan anak-anak bangsa. Seperti yang dibuktikan siswa-siswa SMK 
Negeri 12 Bandung, Jawa Barat. Mereka sudah mampu merakit pesawat terbang 
non-komersial yang dinamai Jabiru.

Jabiru atau J-430 dibuat para pelajar SMKN 12 Bandung dengan kapasitas empat 
orang penumpang. Pesawat ini berfungsi untuk kegiatan pertanian, seperti 
penyiraman ladang, penyemprotan pupuk, dan pembasmi hama. Selain itu pula dapat 
digunakan untuk pertunjukkan akrobatik udara.

Meskipun pesawat Jabiru tergolong mungil, pesawat itu mampu mengangkut beban 
hingga 700 kilogram di ketinggian 9.000 kaki dengan daya jelajah mencapai 400 
km jika tangki bensin penuh atau bisa terbang selama 4 jam tanpa henti.

Menurut Tedi Rosadi, guru SMKN 12 Bandung yang juga koordinator perakitan 
pesawat terbang, pesawat mulai dirakit sejak Februari 2011 dan selesai Juni 
2011. Pesawat terdiri dari instrumen mesin Jabiru 3.300 cc. Bahan bakar pesawat 
memakai oktan 95, avtur atau pertamax plus dengan kapasitas 35 liter.

Pesawat berkapasitas empat penumpang, termasuk pilot dan kru, itu dibuat untuk 
memenuhi fungsi utama yakni pendidikan. Di antaranya, untuk latihan terbang, 
perawatan mesin, serta mengenal struktur dan mesin pesawat.

Jabiru-430 dibuat melibatkan 33 siswa dari kelas 11 dan kelas 12 berbagai 
jurusan di SMKN 12 Bandung, di antaranya siswa jurusan kontsruksi badan 
pesawat, konstruksi rangka pesawat, elektronik, pesawat udara, dan kelistrikan.

 Biaya untuk membuat satu pesawat tersebut menelan sekitar Rp1 miliar. 
Sayangnya, meski pesawat sudah jadi dan siap terbang, pihak SMKN 12 belum bisa 
melakukan uji coba terbang karena masih terkendala perizinan, sertifikat dan 
registrasi penerbangan dari Kementerian Pehubungan. Lagipula, SMKN 12 sebagai 
lembaga pendidikan tidak bisa langsung mengajukan izin. Izin bisa dilakukan 
lembaga penerbangan.(DSY)

http://metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/01/11/143168/Pesawat-J-430-Rakitan-SMKN-12-Bandung-Tinggal-Uji-Terbang
 

 

Kirim email ke