> hmm...nilai 20% ini diukur berdasarkan apa dan dengan apa?
> mp3 encoder seperti LAME menggunakan prinsip psychoacoustic utk 
mengencode.
> jadi kalau berdasarkan kualitas, mp3 dgn bitrate tertinggi (320kbps)
> sudah sangat bagus sekali oleh telinga manusia. saya yakin dengan
> perangkat multimedia high-end (yg consumer grade) pun anda akan
> kesulitan membedakan kualitas antara cd audio dgn LAME mp3 320kbps
> dalam blind listening test.

===== Saya akuin, nilai 20% ini memang murni keluar sebagai penilaian 
saya untuk kualitas MP3, bukan objektif. Untuk orang lain saya yakin 
masih ada banget koq yang bilang MP3 itu 100% sama dengan CD. It's 
oke, karena tiap orang punya kualitas telinga yang berbeda dan juga 
menggunakan peralatan yang berbeda untuk mendengarkan musiknya. 
Beruntunglah Anda yang masih puas dengan MP3, dan kurang beruntunglah 
Anda yang kupingnya selalu minta CD asli (apalagi jika Anda bukan 
termasuk orang yang rela keluarkan ratusan ribu buat 10-15 lagu dalam 
satu CD).

Btw, Anda pernah cobain sendiri gak bandingkan MP3 dengan CD asli di 
perangkat yang bagus? Kebetulan rekan saya banyak sekali yang termasuk 
audiophile hi-end, yang kupingnya uda emas atau platinum kali (sayanya 
sih masih kuping pangsit dengan peralatan cap kucing kurap). Orang2 
macam ini memang agak2 sulit dipercaya... beli speaker 1 Milyard, beli 
amplifier 100 juta, CD Player (enggak bisa MP3, enggak bisa DVD, CD 
Audio only) seharga 22.000 pounds, dan ada lagi yang kabel speakernya 
seharga 1 Avanza sepasang! Awalnya saya sendiri enggak percaya dengan 
tetek bengek gituan... la wong saya ini orang teknis, liat apa2 itu 
dari pengukuran... kalo sama ya teorinya akan sama pula hasilnya... 
saya pernah ukur parameter dua buah kabel yang bedanya hanya 
sepersekian angka di belakang koma (saya pe-de bahwa dua kabel ini 
akan berbunyi sama persis, angka sepersekian di belakang koma itu saya 
percaya tidak akan ditangkap telinga manusia), satu harganya kurang 
dari Rp 10.000/meter dan satu lagi beberapa juta Rp per-meter... saya 
sempet bilang kalo orang2 ini cuman pamer doank beli peralatan ratusan 
sampe milyaran... tapi pas saya denger sendiri, kabelnya diganti aja 
langsung kedengaran bedanya (dan tanpa dikasih tau kabelnya, saya 
jujur bilang kalo kabel X ini lebih bagus, dan ternyata kabel yang 
saya bilang lebih bagus itu adalah kabel X, yang harganya lebih mahal)
... apalagi puter CD asli ama MP3... langsung deh ibarat orang mah 
ditelanjangin...

Saya sudah buktikan sendiri koq... saya sempat jebak mereka dengan 
beberapa CD (ada yang dari MP3, encoded pake LAME 320 Kbps dan 
beberapa loseless compression macam Monkey Audio) dan mereka terbukti 
bisa membedakan mana yang asli dan mana yang convertan. Saya enggak 
pake contoh diri saya sendiri ya, saya pake contoh orang lain aja 
hihihi...

Ada yang lebih extreme lagi, CD copy-an dengan berbagai jenis media 
juga menghasilkan kualitas suara yang berbeda. Dan ini bisa koq 
dibedakan, khususnya oleh mereka yang punya peralatan hi-end dan 
kuping yang bagus tentunya... walaupun sekali lagi tidak dengan 
perangkat yang standar.

Anda boleh bilang kalo MP3 itu pake psychoacustic dan tetek bengek 
lainnya. Tapi saya pernah bikin program untuk menebak sample rate dari 
MP3. Saya bisa membedakan MP3 128 Kbps dengan akurasi 100%. MP3 dengan 
bitrate 256-320 Kbps saya akuin agak sulit dibedakan dengan perangkat 
consumer (PC standar). Tapi begitu di burn ke CD dan diplay di 
perangkat beneran, barulah kerasa sekali kalo ini MP3 dan ini adalah 
original.

Kasarnya sama kaya kompresi gambar. JPEG kalo dipake kompresi terendah 
(ukuran file terbesar) juga sepintas sih keliatan sama2 bagusnya 
dengan uncompressed. Tapi begitu kita print di printer dengan dpi 
tinggi dan ukuran besar, barulah keliatan, mana yang JPEG dan mana 
yang TIFF misalnya. Tapi dalam most cases, misalnya print 4R, rasanya 
mau JPEG compresi rendah (ukuran file maksimal) dengan TIFF juga 
enggak akan berbeda.
 
> > Dari CD ke WAV kualitasnya masih di atas 75% dari kualitas asli.
> 
> kalau proses ripnya (membaca bit2 yg ada di cd) 100% akurat ya anda
> bisa mendapatkan kualitas 100% dr yg asli, bukan krn dijadiin wav. 
ini
> ditentukan oleh faktor seperti apakah cdnya ada scratch, atau 
optiknya
> perfect

===== Masalahnya, hampir tidak mungkin mendapatkan perfect di sini. 
Anda tau alasan kenapa CD Audio itu mahal? Bukan karena license koq... 
Anda bisa lihat CD keluaran lokal yang termasuk audiophile-like-grade 
macam Sangaji Music itu dijual kurang dari 100.000 per-CD. Mereka 
sudah nyanyikan lagu2 barat populer (bayar lisensi tentunya).

Yang membuat CD Audio mahal itu adalah kualitas duplikasi. Beda mesin 
stamper juga menghasilkan kualitas CD yang berbeda. Untuk memastikan 
dua CD itu sama persis harus dibandingkan lagi dengan detail. Tolerasi 
vendor CD ternama itu IIRC 0.01-0.05%. Di luar itu, CD tidak boleh 
dijual (atau reputasi mereka akan rusak). Oleh karena kesulitan inilah 
harga CD jadi mahal. Enggak semua vendor seperti ini sih, setau saya 
yang macam Opus, Proprius, Linn, Telarc, Naim, etc. Kalo CD-CD 
"Audiophile wanna-be" macam Susan Wong, Emi Fujita, Basso, etc sih 
maaf-maaf saja, tidak masuk hitungan. CD-CD ini lebih ngejar ke suara 
yang dipengenin ama calon pendengar (di-boost sana-sini). Hasilnya 
adalah suara yang sudah tidak murni lagi. Saya menemukan beberapa 
clipping di CD-CD seperti ini akibat terlalu tinggi boost-nya (enggak 
liat kalo uda nyentuh 0 dB kali ya?). Sekali lagi, enggak semua orang 
bisa denger itu clipping... beberapa rekan saya baru ngeh ketika saya 
suruh dia denger presisi di menit sekian detik sekian. Sebelumnya dia 
bilang dia enggak nyadar kalo ada clipping di sana-sini.

Ada salah satu produsen CD yang terkenal dari Jepang yaitu JVC. Mereka 
merilis teknologi CD yang dikenal dengan sebutan XRCD. XRCD ini 
kompatibel dengan CD Player biasa, tetapi proses mastering harus 
dilakukan di Lab JVC Jepang. Apa yang dilakukan oleh JVC itu 
sebenarnya tidak sulit, yaitu menyamakan word clock antar perangkat 
mastering dan menjamin aliran listrik yang stabil (dengan frekuensi 
yang sama). Hasilnya adalah kualitas CD yang sangat premium (walaupun 
menurut saya terlalu detail bahkan, jadi cenderung bright karakternya)
. Coba kalo Anda iseng, mampirlah ke toko CD (saya biasa ke Sangaji 
atau Audiophile's di M2M). Coba tanya title XRCD (biasanya sih XRCD 
enggak bisa dicoba, karena packingnya exclusive, kecuali kalo Anda 
kebetulan ketemu demo yang bisa dicoba ataupun uda kenal ama yang jual 
hihihi). Silakan cobain deh XRCD ini dan saya tunggu komentarnya... 
XRCD ini juga harganya termasuk sangat mahal, berkisar antara 225-275 
ribu per-CD-nya. 

Ada banyak klenik lagi di audio... susah untuk bikin orang2 teknis 
kaya kita ini buat percaya (kecuali disuruh denger langsung). Saya 
juga awalnya enggak percaya dengan speaker yang bisa sampe 40000 Hz, 
60000 Hz dan seterusnya. Telinga manusia kan cuman bisa terima 20-
20000 Hz. Penasaran, saya dan rekan pernah coba tweeter yang bekerja 
sampe 20000 Hz dan yang sampe 40000 Hz bahkan 100000 Hz. Simply, 
dengan tweeter yang bekerja di atas 20000 Hz akan memberikan nuansa 
suara yang lebih "hidup". Sama juga kaya subwoofer, saya pernah coba 
beberapa subwoofer yang bekerja secara extreme, sampe 15 Hz. Jelas ini 
di bawah pendengaran manusia. Tapi kalo pas lagi nonton film horror 
misalnya, kerasa sekali subwoofer seperti ini memberikan nuansa extra 
(lebih mencekam), walaupun umumnya frekuensi rendah ini sudah tidak 
bisa kita dengar, tapi bisa kita rasakan. Otak memang tidak 
menerjemahkan nada2 ini sebagai musik, tapi mengirimkan nada2 ini ke 
saraf kita yang lain. You cant hear it, but you can feel it.

Kayanya kurang pantas kalo bicarakan audio di sini. Ada baiknya rekan 
yang mau bahas lebih lanjut silakan bahas di http://www.chip.co.id/
forum/forumdisplay.php?f=112 aja. Ada beberapa rekan yang kerjanya di 
studio lokal, ada juga yang punya peralatan ratusan juta bahkan sampe 
Milyaran yang join di forum ini (kebanyakan dari mereka sih cuman 
posting sesekali aja). Mungkin dari mereka bisa lebih banyak sharing, 
daripada saya yang cuap2 disangka mengada-ada :)

Thanks maaf kalo jadinya curhat... :)

Sincerely,
Jimmy Auw.





-- 
www.itcenter.or.id - Komunitas Teknologi Informasi Indonesia 
Info, Gabung, Keluar, Mode Kirim : [EMAIL PROTECTED] 
:: Hapus bagian yang tidak perlu (footer, dst) saat reply! :: 
## Jobs: itcenter.or.id/jobs ## Bursa: itcenter.or.id/bursa ##
$$ Iklan/promosi : www.itcenter.or.id/sponsorship $$

[@@] Jaket ITCENTER tersedia di http://shop.itcenter.or.id 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke