SURAT DARI FINLANDIA:
 
 
LEMBAGA FINLANDIA-INDONESIA TERBENTUK DI HELSINKI
 
 
Finlandia sebuah negeri yang terletak di kawasan semenanjung Skandinavia, sekarang, boleh jadi termasuk salahsatu negeri yang kurang baik dikenal di negeri kita. Berbeda dengan Denmark yang merupakan saingan Indonesia di dunia perbulutangkisan atau Swedia yang sekarang menjadi perhatian karena merupakan negeri di mana berdiam para pimpinan kunci  Gerakan Aceh Merdeka [GAM]. Kalau pun sekarang kita mengenal Finlandia, barangkali terutama karena telpon genggam Nokia yang diproduksi oleh negeri yang berpenduduk lima juta orang untuk negeri seluas 338.000 km2 dan terdiri dari 10 persen air.  
 
Dahulu, pada zaman Pemerintahan Soekarno, hubungan Finlandia-Indonesia boleh dikatakan akrab. Nama Filandia, terutama Helsinki yang menjadi ibukotanya sering dikunjungi oleh orang-orang Indonesia yang mengikuti berbagai konfrensi perdamaian dan pertemuan-pertemuan tingkat dunia lainnya.
 
Saya sendiri menjadi makin akrab dengan negeri setelah di Paris berkenalan dengan Sini Cedercreutz, seorang Indonesianis dan antroplog serta Michael suaminya yang menjadi direktur cabang perusahaan kertas Finlandia di Paris. 
 
Untuk penelitiannya tentang kehidupan nelayan, Sini telah tinggal selama setahun di Amurang, Sulawesi Utara. Sejak itu sampai sekarang, Sini menjalin hubungan dengan "keluarga nelayannya" di Amurang sehingga oleh keluarga Finlandianya, Sini disebut "separo Indonesia dan separo Finlandia". Kami sering tertawa sendiri apabila dengan teman dan keluarga atau suaminya, Sini secara tidak sadar berbicara bahasa Indonesia. Sini memang merasa dirinya orang Indonesia.
 
Sini dan Michael lah yang mendorong saya untuk mengenal Finlandia lebih lanjut, dan keduanya pun tidak segan-segan menyediakan buku-buku yang saya perlukan untuk menambah pengenalan serta menjawab rasa ingin tahu.
 
Ketika bekerja di Unesco atau di Parlemen Eropa, Sini selalu membawa masalah Indonesia yang dipandangnya juga tanahairnya. Sebelum kenal barangkali orang menduga Sini dan Michael adalah orang yang dingin dan sulit diajak bersahabat serta menjadi sahabat. Kenyataan bertahun-tahun sejak kami berkenalan telah membantah  prasangka  begini. Kenyataan menunjukkan bahwa keduanya, demikian juga orang Finlandia lain yang kemudian kami kenal, sekali menjadi sahabat, mereka adalah sahabat-sahabat setia. Hal ini sesuai dengan apa yang ditulis oleh Sinikka Salokorpi, penulis buku "La Finlande" [Egmont Boker Fredhoi AS --SFG,Oslo --tanpa tahun]:"Mereka [orang-orang Finlandia --JJK] adalah orang-orang agak pemalu, tidak banyak omong, tetapi ketika mereka sudah saling berkenalan dengan orang asing, sering mereka menjadi sahabat setia seumur hidup". "Pada mulanya", demikian Salokorpi, "mereka bersikap mencadangkan diri sebelum mengenal orang lain dengan baik". Kata-kata Salokorpi ini adalah lukisan pengalaman saya dalam bergaul dengan orang-orang Finlandia, termasuk Sini dan Michael.
 
Mengenai manusia Finlandia J.W.Snellman [1806-1881], bapak nasional dan negarawan besar Finlandia, pernah berkata sebagai berikut: "Kami bukanlah orang Swedia, dan kamipun tidak ingin menjadi orang Russia. Kami ingin menjadi orang Finlandia!".
 
Seperti diketahui Finlandia secara geografis memang diapit oleh Russia dan Swedia. Karena kemampuan mereka sajalah maka mereka bisa tetap menjadi Finlandia yang merdeka dan tidak ditelan oleh dua negeri tetangganya yang lebih besar dan kuat.  Kata-kata Snellman sering sekali dikutip ulang oleh sejarawan A.I.Arwidson.
 
Inti masalah yang diajukan oleh Snellman, saya kira tidak lain dari bagaimana menjadi diri sendiri. Bagaimana suatu nasion tidak sampai ketiadaan dan kehilangan jati dirinya sebagai nasion sekalipun tidak berarti menutup pintu terhadap dunia. Oleh kemampuan dan keinginan menjadi Finlandia inilah saya kira mengapa Finlandia yang juga multi etnik,  berhasil mencegah aneksasi atau pencaplokan Russia ataupun Swedia. Jika dihubungkan dengan keadaan kita, Indonesia, maka pertanyaannya tetap bagaimana menjadi Indonesia itu, apakah keindonesiaan itu sebagai jati diri kita? Bisakah kita menjadi diri kita, menjadi Indonesia?!
 
Orang Finland kedua yang menjadi sahabat akrab saya adalah Anu Lunela, juga seorang perempuan antropolog yang kawin dengan teman baik saya seorang Indonesia. Anu pernah tinggal beberapa tahun di Indonesia dan sekarang sedang menyelesaikan tesis doktornya mengenai Indonesia.
 
Ketika kembali ke Helsinki tahun ini, Anu bersama Sini dan seorang perempuan Finlandia aktivis Amnesty International Finlandia, bulan Maret lalu telah mendirikan organisasi "Finlandia-Indonesia"  dengan maksud mengembangkan persahabatan antara rakyat kedua negeri. Sebelum organisasi ini berdiri, baik Anu ataupun Sini sering menyiarkan artikel-artikel di berbagai suratkabar/majalah baik di Finlandia ataupun Swedia. Diharapkan melalui organisasi ini, kelak usaha memperkenalkan Indonesia ke kalangan masyarakat Finlandia akan menjadi lebih teratur dan intensif. Bukan tidak mungkin kelak suatu hari, dengan jaringan yang sudah ada, organisasi ini bisa menjadi pusat studi dan konsultasi dalam artian luas yang menguntungkan kedua rakyat dan negeri. Kemungkinan ini bukan mustahil, jika mengingat latarbelakang akademi para pendiri serta latar pengalaman mereka di berbagai bidang baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional. Kalau di Helsinki telah berdiri organisasi persahabatan "Finlandia-Indonesia', mengapa di Indonesia tidak dibangun badan serupa demikian dalam usaha menggalakkan hubungan antar rakyat demi memasnusiawikan manusia tanpa terpancang pada patokan perbatasan negara dan negeri, konsep yang oleh manusia Dayak disebut sebagai "Utus Kalunen" [Keluarga Manusia"? Yang pasti banyak hal yang bisa dipelajari dari Finlandia untuk kepentingan Indonesia.
 
 
JJ.KUSNI
 
 
 
 
Ka  


Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung !
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra  seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] (langganan)

website  http://www.geocities.com/jaker_pusat
( underconstructions)




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke