----- Original Message -----
From: "Lexy Junior Rambadeta" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, May 25, 2004 3:07 AM
Subject: FW: Launching Film Dokumenter (free entry)


> Teman2 yg baik,
>
> Berkaitan dengan peringatan Pekan Penghilangan Paksa,
> 26 - 31 Mei 2004, akan diselenggarakan acara
> Peluncuran Film Dokumenter "Batas Panggung". Film ini
> sendiri berkisah tentang praktek penghilangan paksa
> dalam realitas politik Indonesia. Selain itu, dalam film juga ditunjukkan
> bagaimana para keluarga korban
> tersebut harus bertahan.
>
> Rangkaian acara yang akan diselenggarakan adalah:
> 1. Press Conference & Screening film "Batas Panggung",
> di QB Kemang, Jl Kemang Raya No 17,Jakarta Selatan,
> Telp. 718 0818, 25 Mei 2004, Jam 15.00-selesai.
> 2. Pemutaran Fim & Diskusi, di Teater Kecil TIM, 26
> Mei 2004.
>
> Untuk rincian acara & sinopsis silahkan dibuka
> attachment  ( -terlampir dibawah, A.H)

> Terima kasih.
>
> Hormat saya,
> Ariani Djalal
> produser
>
-------------------------------------------

UNDANGAN

JUDUL FILM  : BATAS PANGGUNG
Produksi   : KontraS-Off Stream, 2004
Durasi   : 47 menit
Producer  : Ariani Djalal
Sutradara  : Lexy Rambadeta
Kamera Person  : Andre Triadiputra
Editor   : F. Tedjo Baskoro
Fotografi  : R Waluya Jati

KONFERENSI PERS & PEMUTARAN FILM
   : Toko Buku QB Kemang, Jl Kemang Raya No 17, Jakarta Selatan, Telp. 718
0818
     25 Mei 2004, Jam 15.00-selesai

PEMUTARAN FILM & DISKUSI
   : Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki
     Jl Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat
     Pemutaran Film, 26 Mei 2004:
� Jam 10.00 - 11.00 wib
� Jam 13.00 - 14,00 wib
� Jam 15.00 - 16.00 wib
� Jam 17.00 - 18.00 wib
  Diskusi, 26 Mei 2004:
� Jam 19.00- selesai

SINOPSIS  :

Ibu Nur sedih sekali kehilangan putranya, Yadin Muhidin, yang hilang pada
bulan Mei 1998, saat kerusuhan tragis meledak di kota Jakarta menjelang
kejatuhan Jenderal Soeharto. Hal yang sungguh disesalkannya adalah mengapa
tidak menciumi dan memeluk Yadin jika tahu putranya tidak akan pulang ke
rumah lagi.  Saat itu Ibu Nur hanya melihat punggung putranya. Dan itu saat
terakhir Ibu Nur bersama Yadin.
Istri Wiji Thukul yang sederhana namun luar biasa dan pintar, Mbak Sipon,
tidak pernah melepaskan harapannya akan bertemu suaminya lagi. Mbak Sipon
selalu ingat semua hal mengenai Wiji Thukul. Menceritakan Thukul adalah
sedikit kegembiraan sekaligus kepahitan yang menghancurkan hatinya. Dua
anaknya yang juga pintar-pintar, sekarang sudah remaja. Seringkali Mbak
Sipon merenung dalam kesendiriannya, dan menemukan betapa sedih hatinya
terombang ambing berbagai macam hal yang selama ini telah terjadi. Suami
yang hilang diculik, media yang sesekali memang membantu namun seringkali
justru menyebalkan, kampanye-kampanye LSM, janji-janji pejabat, seperti
berseliweran dikesehariannya. Begitu malam datang, Mbak Sipon bergumam:
suamiku tetaplah hilang.
Ibu dan Ayah Suyat di desa kecil di Sragen, menaruh harapan besar pada
putranya sebagai satu-satunya anak di keluarganya yang bersekolah di
perguruan tinggi. Sekarang semuanya hilang seperti putranya yang diculik
oleh aparatur negara. Mereka hanya ingin tahu keberadaan Suyat. Jika masih
hidup Suyat berada dimana, jika sudah meninggal di mana letak kuburannya.
Selama 32 tahun pemerintahan militer Jenderal Soeharto berkuasa 1966 - 1998,
begitu banyak orang diculik dan sampai sekarang masih hilang. Walaupun
tampak betapa luar biasa usaha mencari mereka yang hilang, tidak ada satu
pun yang ditemukan dan mendapatkan keadilan.
Film ini mengisahkan bermacam hal yang telah menjadi rutinitas di Indonesia.
Seperti panggung yang memperlihatkan secara jelas batas para pelaku/pemain
dan penonton yang hakikatnya hanya bisa menonton. Mbak Sipon bahkan merasa
semua ini adalah permainan dunia semata.

* Untuk keterangan dan informasi lebih lanjut hubungi: Sdri. Winda Mastuti
(0815.1891.592), atau Ikatan Keluarga Orang Hilang (IKOHI): 021-31907201.

                ****



Do you Yahoo!?
Friends. Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger

Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung !
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra  seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] (langganan)

website  http://www.geocities.com/jaker_pusat
( underconstructions)



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke