--- In [EMAIL PROTECTED], Ahmad Daryanto
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Undangan Diskusi Informal Lintas Generasi II
Maastricht, 22 Agustus 2004


Cemara menderai sampai jauh/Terasa hari jadi akan
malam/Ada beberapa dahan di tingkap merapuh/Dipukul
angin yang terpendam//Aku sekarang orangnya bisa
tahan/Sudah lama bukan kanak lagi/Tapi dulu memang ada
suatu bahan/Yang bukan dasar perhitungan kini//Hidup
hanya menunda kekalahan/Tambah jauh dari cinta sekolah
rendah/Dan tahu, ada yang tetap tidak
terucapkan/Sebelum pada akhirnya kita menyerah
(Derai-derai Cemara, Chairil Anwar)

Mungkin puisi dia atas dapat menggambarkan sebuah
suasana penantian, sebuah dunia antara, seserpih rasa
berjarak ruang, atau diri yang menunggu sebuah usaha
atas nama sejarah yang panjang.

Latar 
Sejumlah orang Indonesia harus berada dan tinggal jauh
dari negerinya untuk waktu yang tak tentu. Mereka
harus meninggalkan keluarga, kerabat, dan pekerjaan
yang dicintainya. Sebagian dari mereka harus berada
dalam kondisi karena alasan politik. Sebagian lagi
karena alasan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan
sebagainya. Mereka hidup dalam `pembuangan'. Sebuah
dunia sunyi. Dunia eksil.

Dunia eksil bukan hanya melulu bersangkutan dengan
karya sastra atau seni. Atau dunia kreatif dimana
imajinasi dan realitas sosial saling bertikam dan
membentuk dan mempengaruhi karya. Di sini, dunia eksil
lebih dipahami sebagai dunia yang bersangkutan dengan
diri dan kedirian manusia dihubungkan dengan rasa
nasionalisme, pandangan ideal dunia pelakunya,
ketahanan untuk survive, dan segala atribut yang
membentuk seseorang sebagai warga sebuah `negara' dan
sebuah entitas budaya.

Mungkin dunia mereka, dunia eksil, berbeda dengan
dunia kebanyakan manusia lainnya. Mungkin dunia mereka
belum terpahami karena keterbatasan `bahasa' untuk
berkomunikasi dan memahami. Sebagai warga dan keluarga
yang berasal dari satu entitas budaya, dibutuhkan
sebuah dialog dan ruang bersama untuk saling berbagi.
Saling bercerita dan bertanya. Saling berkabar.
Menelurusi masa lalu dan mencoba melihat masa depan
dari sebuah jalan yang selama ini masih tersamar. 

Di sini, ruang bersama menjadi sebuah `bahasa' untuk
saling berucap tentang kerinduan dan harapan. Dari
sini diharapkan kita akan bertemu dengan sebuah
komunikasi kekeluargaan dimana keluh kesah dan
prasangka dibiarkan berada dalam sudut sunyi, dan kita
berbicara dengan hati dan sikap terbuka. 
Sebuah peristiwa budaya, walau sekecil apapun
bentuknya, tetaplah memiliki arti penting dalam
kehidupan. Ruang dialog masih juga dibutuhkan dalam
setiap ruang dan bilik sunyi dan riuhnya hidup. Sebab
dari sana akan lahir berbagai kemungkinan. 
 
Diskusi budaya lintas generasi yang baru lalu (26 Juni
2004 di Maastricht) tentulah belum memiliki hasil yang
menggembirakan semua pihak. Sebagai sebuah peristiwa
budaya kecil, ia masih memerlukan sebuah pembicaraan
lanjut. Dan karena itu kami kembali menyanggupi sebuah
kepercayaan dan hutang moral untuk mengadakan acara
lanjutan.
 
Format acara yang kali ini dirancang adalah sebuah
pembicaraan informal dan lebih ditekankan pada
intensitas pembicaraan. Keterlibatan kawan-kawan yang
terhalang pulang, pihak KBRI, mahasiswa, dan
masyarakat Indonesia yang ada di Belanda, dalam acara
ini menjadi sebuah sumber sekaligus daya bagi acara
ini. Mungkin inilah bentuk respon sederhana dari acara
yang baru lalu. Pihak KBRI, dalam hal ini Dubes, 
bersedia meluangkan waktu untuk bersama berbicara. Hal
ini menjadi nilai positif tersendiri karena apapun
bentuk respon yang diberikan hendaklah dianggap
sebagai sebuah langkah maju bersama.
 
Demikianlah, kita telah bersama-sama mengakui arti
penting dari rekonsialisi kultural dan struktural bagi
kawan-kawan yang terhalang pulang dengan masyarakat
Indonesia secara keseluruhan. Dari sini kita memulai
langkah itu. Sebuah langkah yang tentu menuju sebuah
pencerahan bagi semua. 

Bentuk Acara

Kegiatan ini dirancang dalam bentuk diskusi informal
antara masyarakat Indonesia yang terhalang pulang,
pihak KBRI (Dubes), orang-orang yang mempunyai
perhatian mendalam dalam bidang ini, dan PPI
Maastricht (mediator). Dari ruang informal ini
diharapkan mereka yang terhalang pulang memiliki waktu
dan ruang yang luas dan intensif untuk membicarakan
perihal mereka dengan pihak KBRI. Demikian juga KBRI
mendapatkan cara untuk berkomunikasi dengan mereka
dengan penuh perhatian dan juga kearifan yang langsung
dapat ditunjukkan.

Pelaksana

Diskusi budaya ini dilaksanakan oleh bidang diskusi
Persatuan Pelajar Indonesia Maastricht, Belanda.

Tempat Kegiatan

Guesthouse Teikyo Building, Brouwersweg 100,
Maastricht, Belanda.

Waktu Kegiatan
22 Agustus 2004
Pukul: 10.00 s.d. selesai

Maastricht, 10 Agustus 2004

Hasanul Hasibuan                        
Ketua Penyelenggara     

Ahmad Daryanto
Ketua PPI Maastricht

Mohon konfirmasi kedatangannya lewat email ke:
[EMAIL PROTECTED] 




                
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
--- End forwarded message ---





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IotolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung ! 
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra  seperti puisi,cerpen, 
gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang 
membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di 
[EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan 
kirim email kosong ke :
 [EMAIL PROTECTED] (langganan)
 
website  http://www.geocities.com/jaker_pusat
 ( underconstructions) 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jaker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke