--- In [EMAIL PROTECTED], Arif Darmawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Betapa keadilan adalah barang amat sangat langka di dunia ini dan di Republik Indonesia yang tercinta ini. Bandingkan antara perlakuan terhadap pengusaha jamu dengan Nurdin Halid.
mBak Mega, mas Dai Bahtiar, mas Kapolda Jateng tolonglah nasib para "Tridianto" yang tersebar di seluruh Indonesia ini. Jangan sibuk kampanye saja. Dengan menegakkan keadilan melalui kepekaan terhadap nasib para "Tridianto" ini, para TKI yang teraniaya, dan para korban penggusuran serentak di berbagai kota, insya Allah, para "wong cilik" tidak akan melupakanmu, mbak Mega. Salam, AD --------------- --- P4TIKR4J4 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kamis, 12 Agustus 2004 BANYUMAS > > > Surat dari Balik Terali Besi > > ''Akhiri Penangkapan Pengusaha Jamu'' > > PAK Kapolda Yth, nama saya Tridianto, umur 27 tahun, > pengusaha jamu > tradisional Gentasari Kecamatan Kroya, Cilacap. > Ketika menulis surat ini > saya sudah 33 hari berada di Rumah Tahanan/LP > Cilacap. Dari balik terali > besi saya mendengar kiprah Bapak menghapus judi > togel dan berbagai upaya > penegakan keadilan di Jawa Tengah ini. > > Saya ingin melapor kepada Bapak bahwa para pengusaha > jamu di Cilacap > selalu ditindas. Saya juga tak bisa menerima kenapa > saya atau > rekan-rekan pengusaha jamu yang sudah membayar > ''upeti'' tetap > ditangkapi satu per satu. Bahkan para anggota LSM > yang membela kami pun > harus berurusan dengan aparat keamanan dan dijadikan > tersangka. > > Pak Kapolda, jika begini terus-menerus saya akan > menjadi orang pertama > yang menentang penindasan terhadap para pengusaha > jamu. Saat ini saya > mencari keadilan dan ingin membuktikan bahwa > keadilan sebenarnya masih > ada di dunia ini. Saya diadili karena produk jamu > saya dianggap > melanggar UU tentang Kesehatan. > > Semua itu saya lakukan karena ingin usaha jamu > tradisional Cilacap yang > sudah berlangsung puluhan tahun dan menjadi > gantungan hidup puluhan ribu > orang tetap hidup dan aman. Jadi sudah saatnya tidak > ada lagi penindasan > dan pungutan liar terhadap usaha itu. Saya juga > berharap polisi tak lagi > menangkapi pengusaha jamu. Biarlah saya menjadi > korban terakhir. > > Menengok ke Penjara > > Tridianto menyerahkan coretan tangan di atas kertas > folio putih itu > kepada Suara Merdeka, sesaat sebelum sidang di > Pengadilan Negeri > Cilacap, Senin (9/8) lalu. Sedianya sidang hari itu > untuk mendengarkan > tuntutan jaksa. Namun sidang dibatalkan dan ditunda > sampai hari Kamis ini. > > ''Mas tolong, bagaimana caranya keluhan saya ini > bisa didengar > Kapolda,'' ujar Tri, didampingi sang istri, Tun > Paskorina, yang datang > menjenguk. > > Ibu dua anak yang baru berumur lima dan tiga tahun > itu kemudian > menyerahkan satu boks makan siang buat sang suami. > ''Sekar merengek > terus minta menengok Bapak di penjara,'' bisik sang > istri. Sekar adalah > anak pertama pasangan muda itu, yang kini masih > duduk di bangku taman > kanak-kanak. Teman bermainnya memberi tahu, ayahnya > yang sudah sebulan > lebih tidak di rumah sebenarnya berada di penjara. > > ''Bu, tilik bapake nang penjara yu (Bu menengok > Bapak di penjara yo)," > kata Tun, menirukan permintaan anak pertama itu. > > Permintaan itu disampaikan seusai mandi sore, tanpa > tahu arti kata > penjara. Adapun adiknya, Wanda, hanya bertanya kapan > sang bapak pulang. > Si kecil juga sering menangis karena kangen kepada > ayahnya. > > Mendengar cerita sang istri, Tri terdiam dan > menunduk. Matanya > berkaca-kaca. Akhirnya air matanya menetes ke ubin > ruang tunggu terdakwa > di bagian belakang Pengadilan Negeri Cilacap. > Istrinya yang berusaha > tampil tegar meminta Tri tak usah memikirkan rumah > karena semua bisa > teratasi. > > Di serambi ruang tunggu yang sempit dan hanya ada > satu bangku untuk > duduk, tiga wanita tetangganya bergiliran menyalami > dan memberikan > dukungan moral kepada Tri. (Didi Wahyu-86) > > http://suaramerdeka.com/harian/0408/12/ban03.htm > > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > _____________________________________________________________________ ___ Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now http://uk.messenger.yahoo.com/download/index.html --- End forwarded message --- ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/IotolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung ! Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan ! Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan ******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke : [EMAIL PROTECTED] (langganan) website http://www.geocities.com/jaker_pusat ( underconstructions) Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jaker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

